Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

12 Tipe Tumbuhan Hias Gantung Ini Dapat Mempercantik Suasana Rumah

Bahagia berkebun serta memandang mekarnya bunga di halaman? Hobi menanam bunga memanglah identik dengan keelokan, atmosfer fresh serta bau semerbak yang membuat perasaan bahagia riang. Tetapi bila keadaan rumah ataupun taman tidak membolehkan, tumbuhan hias gantung dapat jadi pemecahan peningkat semangat serta keelokan di rumah.

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Sunday, May 16, 2021

Cara Pemupukan Dan Pemeliharaan Pohon Pisang

Cara Pemupukan Dan Pemeliharaan Pohon Pisang. Pisang adalah salah satu buah yang mempunyai manfaat sebagai sumber fitamin bagi tubuh manusia. Bahkan banyak dari para ahli gizi yang menganjurkan untuk mengkonsumsi buah pisang secara rutin sebagai asupan nutrisi bagi tubuh.

Budidaya tanaman pisang merupakan peluang usaha pertanian yang masih potensial, karena buah pisang sangat digemari oleh sluruh lapisan masyarakat, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri. Bahkan buah pisang bisa menembus pasar luar negeri asalkan asalkan buah pisang yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Pupuk-Pohon-Pisang

Cara membudidayakan pohon pisang sebenarnya sangat sederhana dan mudah dilakukan, namun terkadang yang menjadi masalah adalah dari segi perawatnnya yang kurang diperhatikan, oleh karena itu hasilnyapun menjadi kurang maksimal.

Untuk mendapatkan hasil buah pisang yang berkualitas, tentunya perlu dilakukan perawatan dan pemupukan pada pohon pisang. Hal yang sering terjadi umumnya para petani kurang memperhatikan dua hal yang telah disebutkan diatas.

Cara Pemupukan Pohon Pisang
Pempukan pohon pisang dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang maupun pupuk Urea, SP-36, atau KCl, dengen komposisi sebagai berikut  :
  • UREA 207 (kg/ha) Berikan 2x setahun, dalam larikan yang mengitari rumpun lalu ditutup tanah.
  • SP-36 138 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun ).
  • KCl 608 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun ).
  • Pupuk Kandang 0,8-10 (kg/ha)
Tehnik Lain Pemupkan Pohon Pisang
Tehnik pemupukan ini bisa anda lakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Buat lubang pada pokok pohon pisang yang telah ditebang.
  • Masukkan campuran pupuk Urea, SP-36 dan KCL pada lubang yang telah dibuat.
  • Perbandingan campuran pupuk tiap lubang adalah 1:1
  • Tutup lubang dengan tanah.
Tehnik ini sangat bermanfaat karena pembusukan pohon pisang yang telah ditebang sekaligus akan menjadi pupuk alami beserta campuran pupuk yang telah ada.

Pemeliharaan Pohon Pisang
  • Usahakan dalam satu rumpun hanya ada 3 – 4 batang saja.
  • Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).
  • Setelah 5 tahun rumpun dibongkar diganti tanaman baru.
  • Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah.
  • Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
  • Buang/Pangkas daun kering.
  • Pengairan harus terjaga. Dengan disiram atau mengisi parit saluran air.
  • Pasang mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tetapi mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
Pemeliharaan Buah
  • Buang jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir.
  • Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus kantung plastik bening polietilen tebal 0,5 mm, diberi lubang diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakan kantung menutupi 15 -45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
  • Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.
Penanggulanggan Penyakit
Seperti tanaman lain pohon pisangpun tiidak luput dari yang namanya penyakit yang menyerang, oleh karena itu usahakan untuk selalu merawat tanaman agar penyakit yang ada bisa ditanggulangi secara dini.

Untuk mengetahui ciri-ciri penyakit pada pohon pisang dan cara penangulangannya silahkan anda baca artikel lain di blog ini tentang Ciri-Ciri Pohon Pisang Terkena Penyakit

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya pisang, memang diperlukan pola tanam dan cara pemeliharaan yang baik. Oleh karena itu agar usaha yang kita lakukan bisa mendapatkan hasil yang maksimal tentu dibutuhkan kerja keras dan pola yang benar.

Demikian postingan kali ini, mengenai cara pemupukan dan pemeliharaan pohon pisang, semoga apa yang saya share ini bisa bermanfaat bagi semua. Salam

Friday, May 14, 2021

Cara Pembenihan Dan Pembibitan Tanaman Kehutanan

Ceritatani.Com - Cara Pembenihan Dan Pembibitan Tanaman Kehutanan. Tingkat keberhasilan dalam pembenihan dan pembibitan tanaman kehutanan itu sangat ditentukan oleh mutu benih serta bibit yang digunakan. Adapun mutu benih, itu sangat ditentukan oleh sifat genetik dan juga pengolahannya. Sedangkan mutu bibit selain ditentukan oleh benih juga ditentukan oleh cara pengolahannya selama benih di persemaian.

Untuk menghasilkan benih yang bermutu dalam jumlah yang banyak, maka benih harus dikelola dengan baik. Adapun pengelolaanya meliputi dari pemeliharaan tanaman, penyediaan benih hingga sampai dengan penyaluran bibit. Pengelolaan pembibitan tanaman kehutanan sangat perlu dilakukan karena hal ini adalah langkah awal untuk menyiapkan bahan tanaman kehutanan yang sehat serta bermutu.

Menginat pentingnya bahan tanam atau bibit untuk usaha pembagunan kehutanan, maka dalam pelaksanaan pembibitan harus betul-betul dilaksanakan sesuai dengan cara yang baik. Dengan cara pembenihan dan pembibitan yang baik, diharapkan hasil yang akan didapat juga akan baik dan bagus.

Cara-Pembenihan-Dan-Pembibitan-Tanaman-Kehutanan

Pengertian Benih Dan Bibit

Sebelum kita masuk ke teknik cara pembenihan dan pembibitan, ada baiknya kita kita fahami dulu pengertian dari benih dan bibit terlebi dahulu.
  • Benih  :  Adalah tanaman yang selanjutnya disebut Benih merupakan tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak atau mengembangkan tanaman. Sebagai contoh, Stek, Entres, Rimpang, Umbi dan lain sebagainya.
  • Bibit  :  Adalah bahan tanam yang diperbanyak atau dihasilkan dari pembiakan tanaman secara generatif/biji.
  • Benih generatif yaitu benih atau bahan tanam yang berasal dari biji.
  • Benih vegetatif adalah benih atau bahan tanam yang berasal dari tanaman atau bagiannya yang dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman, baik itu secara alamiah maupun secara buatan.
Pemilihan Sumber Benih

Sebelum kita melakukan pembenihan, langkah pertama yang mesti dilakukan adalah memilih benih, memilih benih yang baik yaitu dengan cara menentukan sumber benih itu berasal. Adapun untuk memilih sumber benih yang baik ada kriteria yang mesti dilakukan yaitu  :
  • Benih yang baik, berasal dari pohon induk yang baik.
  • Benih harus diambil dari induk yang sudah tua dan juga sudah berbuah lebih dari 3 kali.
  • Benih tidak diunduh dari pohonnya yang tumbuh menyendiri atau jarang, karena pohon yang tumbuh menyendiri akan menghasilkan benih dari hasil perkawinan sendiri.
  • Sebaiknya benih dikumpulkan dari pohon-pohon yang tumbuh dalam tempat yang terdapat jumlah pohon yang cukup atau mengelompok.
  • Jika Benih harus membeli, sebaiknya menggunakan benih yang berasal dari sumber benih yang jelas asal-usulnya, berlabel dan juga bersertifikat.
Standar Mutu Benih

Seperti yang telah dijelaskan dalam point kelima pemilihan sumber benih, jika memang harus membeli sebaiknya harus dilihat mutu beneih tersebut, adapun mutu benih yang baik adalah sebagai berikut  :
  • Benih memiliki kemurnian 95 %
  • Benih mempunyai daya kecambah 80 %
  • Daya tumbuh benih dalam persemaian 80 % 
  • Benih Bebas Dari Penyakit.
Adapun empat kriteria standar mutu benih diatas dapat dilihat dalam label kemasan bibit yang akan kita beli. Untuk itu sebaiknya sebelum membeli benih terlebih dahulu kita cek label yang ada.

Cara Pembibitan Dan Persemaian

Langkah selanjutnya setelah melakukan pemilihan sumber benih dan memilih standar mutu benih adalah menyiapkan lahan atau lokasi pembibitan dan persemaian serta persiapan-persiapan lainnya. Adapun untuk memilih lokasi pembibitan kriterianya adalah sebagai berikut  :

Pemilihan Lokasi Persemaian.
  • Usahakan lokasi dekat dengan sumber air.
  • Tempat yang akan digunakan datar dengan kelerengan tidak lebih dari 5%.
  • Lokasi dekat dengan jalan agar dalam distribusi bibit nantinya lebih mudah.
  • Dekat dengan lokasi penanaman.
  • Lokasi terbuka.
  • Tersedia cukup bahan atau media yang akan digunakan dan juga aman.
Pembuatan Bedengan

Adapun pembuatan bedengan terdiri dari 2 kegiatan yaitu  :

Pembuatan Bedeng Tabur
  • Bedeng tabur dibuat untuk menyemaikan benih dari proses perkecambahan sampai dengan bibit/anakan cukup kuat untuk disapi ke bedeng sapih.
  • Ukuran bedengan, panjang 5 m dan lebar 1 m atau bisa juga menyesuaikan dengan kondisi lokasi.
  • Arah bedengan sebaiknya Utara-Selatan.
  • Jika memang diperlukan, bedengan bisa diperkuat dengan bambu atau batu bata.
  • Bedengan juga bisa dibuat dengan papan yang dibuat kotak memanjang untuk jenis tanaman tertentu.
  • Jika bedengan menggunakan atap atau naungan sebaiknya atap menghadap ke timur.
Cara-Pembenihan-Dan-Pembibitan-Tanaman-Kehutanan

    Pembuatan Bedeng Sapih
    • Bedeng sapih digunakan untuk menyusun polybag/ kantong plastik yang sudah diisi media tanam.
    • Bedeng sapih sebaiknya diperkuat dengan belahan bambu disisi kiri dan kanan bedengan, tujuannya adalah agar polybag tidak roboh dan bedengan menjadi lurus.
    • Ukuran bedengan, panjang 5 m dan lebar 1 m atau bisa menyesuaikan lokasi.
    • Bedengan yang baik memiliki arah Utara-Selatan.
    • Berilah atap atau naungan yang tujuannya adalah untuk melindungi anakan yang baru disapih agar tidak terlalu terkena panas matahari.
    Cara-Pembenihan-Dan-Pembibitan-Tanaman-Kehutanan

      Penyiapan Media Tanah
      • Media yang dimaksud disini adalah campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. 
      • Media inilah yang nantinya akan dimasukkan kedalam polybag/kantong plastik.
      • Media yang baik adalah media yang porous, yang artinya dapat menyerap dan menahan air dengan mudah.
      Penyiapan Polybag / Kantong Plastik
      • Isi polybag dengan media tanah yang sudah disiapkan.
      • Pengisian polybag harus penuh.
      • Polybag / kantong plastik lalu disusun dalam bedengan yang telah disiapkan secara rapi tegak lurus dan rapat.
      • Pasang naungan jika diperlukan.
      Itulah beberapa cara teknik pembenihan dan pembibitan tanaman kehutanan yang bisa dilakukan agar bisa menghasilkan jenis bibit yang baik serta bermutu. Tanaman yang dihasilkan dari bibit yang bermutu tentu akan cepat dalam pertumbuhannya. Semoga bermanfaat, Salam Tani.

      Wednesday, May 12, 2021

      Proses Pengolahan Pucung Menjadi Keluwek

      Seperti pernah saya tulis di artikel Mengenal manfaat pohon pucung keluwek bahwa pucung yang masih mentah sangatlah berbahaya bila dikonsumsi, karena pucung mengandung asam sianida yang sifatnya sangat beracun. Agar kandungan racun yang ada dalam buah pucung perlu dilakukan proses pengolahan pucung agarmenjadi kluwek

      Pada daerah tempat saya tinggal, buah pucung sering disebut pucung, namun setelah melalui proses disimpan dahulu barulah pucung disebut keluwek. Untuk menjadikan pucung menjadi keluwek, buah pucung biasanya akan dibiarkan berhari-hari oleh pemiliknya. Buah-buah tersebut dibiarkan matang dan jatuh sendiri kemudian dikumpulkan dalam satu karung.

      Kluwek

      Buah sengaja dibiarkan basah oleh air hujan hingga dalam waktu 10 s/d 14 hari buah kluwek ini akan membusuk.Tujuannya supaya kulit atau sabutnya lebih mudah dikupas dan menghilangkan racun asam sianida yang terdapat pada biji kluwek. Setelah dikupas, akan didapatkan kulit yang keras seperti batok kelapa yang berisi daging berwarna putih. Daging inilah yang digunakan sebagai bumbu masak.

      Namun pada umumnya kluwek yang digunakan untuk memasak adalah kluwek berwarna hitam. Untuk membuatnya hitam, maka kluwek perlu diproses kembali agar didapat warna hitam. Di bawah ini ada beberapa cara supaya hasil keluwek
      1. Ambil biji kluwek sebanyak 20 biji, cuci, rebus selama 1 jam, keringkan. Ambil wadah tertutup, letakkan abu sekam di dasar wadah, letakkan kluwek, dan tutup kembali dengan abu sekam hingga seluruh permukaan tertutup abu. Diamkan selama 15 hari, bersihkan, kluwek siap digunakan.
      2. Biji kluwek dicuci bersih, direbus selama beberapa jam, didinginkan, di letakkan dalam lubang tanah yang ditutup tanah dan daun pisang selama 40 hari. Keluarkan dan bersihkan, akan diperoleh biji kluwek kecoklatan siap pakai.
      Keluwek  biasanya dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, daging bumbu kluwek, brongkos, serta sup konro. Buah pucung yang belum menjadi kluwek juga bisa dijadikan makanan yang sering disebut blibar. Proses pembuatan blibar sendiri perlu keahlian khusus agar racun yang ada bisa ternetralisir dan pucung bisa dikonsumsi tanpa membahayakan.

      Dari petani, biasanya pucung dijual pad pengepul masih dalam keadaan belum diolah, baru nanti setelah terkumpul pada umumnya para pengepullah yang memproses pucung menjadi kluwek. Harga pucung per 1 kg nya dijual sekitar 9.000. Baru setelah pucung menjadi kluwek harga akan lebih mahal sekitar 14.000.

      Itulah sekilas mengenai buah pucung dan proses pengolahan pucung menjadi keluwek. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi pembaca semuanya yang kebetulan belum mengetahui apa itu buah pucung.

      Tuesday, May 11, 2021

      Pengertian Tumbuhan Hijau Dan Makanannya

      Pengertian Tumbuhan Hijau Dan Makanannya. Seperti halnya manusia dan juga hewan, tumbuhan juga memerlukan makanan supaya dapat tumbuh. Untuk mencari makanannya, tumbuhan hijau memperolehnya dengan cara membuat dan menyusun makananya sendiri. Berikut ini beberapa pengertian tentang tumbuhan hijau dan juga makannya.

      A. Tumbuhan Hijau Dan Makananya
      1. Tumbuhan terdiri atas 2 macam, yaitu sebagai berikut. 1. Tumbuhan berhijau daun, Contohnya  : Padi, Mangga, Jambu, dan semua tumbuhan yang memiliki daun berwarna hijau. 2. Tumbuhan tidak berhijau daun, Contohnya  : Jamur, dan kapag.
      2. Tumbuhan hijau memerlukan cahaya.
      3. Pada daun yang berwarna hijau, terdapat hijau daun yang namanya klorofil. Zat ini sangat berguna untuk mengubah zat yang diserap dari dalam tanah menjadi zat-zat makanan. Zat hijau daun itu terletak dalam butir-butir hijau daun yang bulat-bulat bentuknya yang disebut kloropas.
      4. Kloroplas tersebar dalam satu sel. Sel daun merupakan daging daun yang terletak antara kulit daun.
      5. Zat klorofil hanya dapat mengolah makanan apabila ada cahaya matahari. Apabila klorofil terkena cahaya matahari, maka terjadilah perubahan zat yang diperoleh dari dalam tanah menjadi makanan, kemudian dialirkan keseluruh batangnya.
      6. Di dalam tumbuhan, seakan-akan ada pabrik yang membuat makanan bagi dirinya sendiri. Bahan makanan tersebut adalah karbon diolsida, oksigen, dan sejumlah bahan makanan itu masuk kedalam tumbuhan.
      7. Air diserap oleh bulu-bulu atau rambut akar. Rambut-rambut akar adalah bagian akar terhalus yang merupakan penonjolan kulit luar akar. Dari bulu-bulu kar, air diserap ke bagian pusat akar bulu yang kemudian diteruskan ke batang, kemudian diteruskan lagi ke cabang-cabang, ranting, daun, bunga dan juga buah.
      8. Karbon dioksida berupa gas, karbon dioksida sebagian besar diserap melalui liang-liang kecil pada permukaan daun. Liang-liang itu sangat kecil sekali, oleh karena itu tidak dapat dilihat, liang itu disebut mulut daun atau stomata. Stomata ini akan membuka pada saat siang hari dan akan menutuk pada malam hari.
      9. Berbagai mineral dibutuhkan oleh tumbuhan, yaitu sebagian besar nitrogen, belerang, fosfor, potasium, kalium, magnesium, sedikit unsur besi, tembaga, mangan, seng, kobalt, klor, boron, dan malibdenum. Empat belas unsur tersebut bersama karbon, hidrogen dan oksigen yang didapat dari udara merupakan bahan makanan utama bagi tumbuh-tumbuhan. Bila kekurangan dari salah satu dari unsur-unsur tersebut, tumbuhan tidak akan tumbuh normal.
      10. Kemampuan tumbuhan untuk membuat sari-sari makanan disebut similasi. Hasil asimilasi dikirim keseluruh bagian tumbuhan dan berguna untuk pertumbuhan, bernafas dan cadangan makanan.
      11. Air dalam tanah dan karbondioksida dari udara diolah menjadi proses fotosintetis. Hasil pengolahan itu berupa karbon diolsida dan oksigen. Pembuatan karbohidrat (zat tepung) oleh tumbuhan dapat terjadi bila cukup cahaya matahari. Reaksi fotosintetisdapat dituliskan sebagai berikut.
      12. Hasil fotosintetis diedarkan ke bagian seluruh tumbuhan melalui pembuluh tapis atau pembuluh ayak yang terdapat pada kulit batang.
      13. Sari-sari makanan hasil fotosintetis digunakan untuk tumbuh, pernapasan, dan disimpan menjadi cadangan makanan. Tempat menyimpan makanan berbeda-beda menurut jenis tumbuhannya.
      B. Tempat Menyimpan Cadangan Makanan Pada Tumbuhan.

      Monday, May 10, 2021

      Bayam Hidroponik

      Cara Menanam Bayam Hidroponik Supaya Pertumbuhan Maksimal
      OLEH JOYNIM FARM · DIPUBLIKASIKAN JULI 1, 2017 · DI UPDATE JULI 28, 2017

      FacebookTwitterGoogle+WhatsAppShare0
      Bagaimana cara menanam bayam hidroponik supaya pertumbuhan maksimal? Artikel ini saya tulis berdasarkan penelitian yang akan saya lakukan. Sampai saat artikel ini dipublikasikan penelitian sudah berjalan dan nantinya akan di update apabila ada perkembangannya.

      Sebelum melangkah lebih jauh tentang bagaimana riset ini saya lakukan, maka ada baiknya saya sampaikan motivasi saya kenapa saya melakukan ini.

      Alasan kenapa harus menanam bayam hidroponik



      Saya sendiri sangat menyukai sayur bayam. Saya tidak tahu pastinya kenapa, hanya suka saja. Apalagi kalau ditambah lauk ikan pindang goreng dan sambal terasi. Rasanya mantap sekali.

      Kedua, bayam mempunyai nilai kandungan gizi yang cukup tinggi. Bayam terkenal dengan kandungan mineral zat besinya (Fe) yang cukup tinggi. Akan tetapi ternyata tidak hanya itu saja.

      Selain zat besi, kandungan mineral dalam daun bayam antara lain adalah kalsium (Ca) dan mangan (Mn). Tidak hanya itu bayam juga sayur yang bagus sebagai sumber vitamin seperti vitamin A dan vitamin C. [1]

      Kandungan gizi yang tidak kalah penting dari bayam adalah kandungan asam folatnya. Bahkan kandungan asam folat yang terdapat pada bayam ternyata lebih tinggi dari gandum.[1]

      Asam folat memiliki manfaat yang luar biasa. Diantara manfaat asam folat adalah sebagai berikut:

      Proses pembentukan sel-sel tubuh.
      Mencegah anemia dan
      Menghindari bayi lahir cacat.[2]
      Bayam merah
      bayam merah hidroponik



      Bayam merah adalah salah satu topik penting dalam artikel ini. Kenapa, karena dalam proses penelitian bayam hidroponik ini, saya menggunakan bayam merah.

      Tentu, ada alasan mendasar kenapa saya memilih bayam merah ini. Pertama, katanya bayam merah memiliki kandungan gizi yang lebi bagus daripada bayam hijau. Kita cari referensinya nanti. Kedua, ketika saya beli bayam merah di supermarket, harganya lumayan mahal.

      Dari beberapa sumber yang cukup bisa dipercaya berikut adalah perbandingan antara bayam merah dan bayam hijau.

      Dalam 100 gram bayam, baik itu bayam merah dan bayam hijau, kandungan gizinya adalah sebagai berikut:[3]

      Bayam hijau Bayam Merah
      Energi 16 Kkal 41,2 Kkal
      Protein 0,9 gr 2,2 gr
      Lemak 0,4 gr 0,8 gr
      Karbohidrat 2,9 gr 6,3 gr
      Kalsium 166 mg 520 mg
      Serat 0,7 gr 2,2 gr
      Zat besi 3,5 mg 7 mg
      Vitamin C 41 mg 62 mg


      Menurut sumber yang lain, bayam merah vs bayam hijau adalah sebagai berikut:[4]

      Bayam Merah Bayam Hijau
      Energi (Kkal) 51 36
      Protein (gram) 4,6 3,5
      Lemak (gram) 0,5 0,5
      Karbohidrat (gram) 10 6,5
      Kalsium (mg) 368 267
      Fosfor (mg) 111 67
      Besi (mg) 2,2 3,9
      Vitamin A (SI) 5800 6090
      Vitamin B (mg) 0,08 0,08
      Vitamin C (mg) 80 80
      Air (gram) 82 87
      Cara menanam Bayam merah dengan cara hidroponik



      Menanam bayam merah dengan cara hidroponik memerlukan persiapan beberapa bahan-bahan yang diperlukan. Bahan tersebut antara lain bibit, pupuk atau nutrisi hidroponik dan media serta tempat media.

      Bibit bayam dapat diperoleh dengan membelinya di toko-toko pertanian. Harganya relatif terjangkau. Pengalaman saya kemarin dapat bibitnya dengan harga 20 ribu rupiah.

      bibit dan harga bayam merah



      Nutrisi hidroponik yang saya gunakan adalah AB-mix. Cara mendapatkan dan cara mempersiapkan nutrisi hidroponik ini sudah saya tulis di artikel sebelumnya. Silahkan di buka saja kalau ingin membacanya, cara mempersiapkan nutrisi hidroponik ab mix.

      Media yang saya gunakan adalah rock wool, netpot dan botol air mineral bekas. Botol mineral bekas saya modifikasi sedemikian rupa supaya dapat menghemat penggunaan larutan nutrisi. Mengingat ini untuk penelitian sederhana saya.

      media hidroponik bayam merah

      Langkah-langkah penyemaian bibit bayam merah sangat mudah. Kalau semua bahan yang diperlukan sudah tersedia, tidak sampai 15 menit, langkah penyemaian sudah selesai.

      Potong rockwool sesuai ukuran diameter bawah netpot.  Ukuran yang saya gunakan 3 cm x 3 cm. Rockwool saya beri 9 lubang untuk masuknya bibit bayam.

      Masukkan bibit bayam ke lubang-lubang pada rockwool. Per lubang saya beri 1 biji bibit bayam. Setela selesai basahi rockwool dengan air kemudian simpan dalam tempat gelap.

      penyemaian bibit bayam merah

      Biasanya 2 – 3 hari bibit sudah mulai berkecambah. Kalau sudah muncul daun baru saya pindakan ke media hidroponik.

      Prosedur penelitan bayam merah yang saya lakukan
      Alasan kenapa saya melakukan penelitian ini adalah saya merasa performa pertumbuhan bayam merah yang saya tanam kurang maksimal. Oleh karena itu saya akan berusaha mencari penyebab kenapa hal itu bisa terjadi.

      Gambar pertama pada artikel ini adalah bayam merah hidroponik yang saya tanam. Usianya baru sekitar 2 mingguan sejak bibit di semai. Sistem yang saya pakai adalah kultur air statis.

      Untuk mendapatkan performa yang lebih baik, berikut adalah rencana yang akan saya lakukan.

      Botol air mineral yang saya pakai berjumlah 6 botol. Masing-masing botol saya beri nomor 1 – 6.
      Botol No 1 , penggantian larutan nutrisi saya lakukan setiap 3 hari sekali.
      Botol no 2, penggantian larutan nutrisi saya lakukan setiap 6 hari sekali.
      Botol no 3, penggantian larutan nutrisi saya lakukan setiap 9 hari sekali.
      Botol No 4, Konsentrasi larutan nutrisi dua kali lebih pekat dan penggantian setiap 3 hari sekali.
      Botol No 5, Konsentrasi larutan nutrisi dua kali lebih pekat dan penggantian setiap 6 hari sekali.
      Botol No 6, Konsentrasi larutan nutrisi dua kali lebih pekat dan penggantian setiap 7 hari sekali.
      Memulai penelitian
      Setelah 2 – 3 hari penyemaian bibit bayam sudah mulai berkecambah. Akan tetapi saya mulai menggunakannya setelah usia 5 hari. Fotonya adalah seperti di bawah ini.

      bayam merah hidroponik setelah 4 hari di semai

      Seperti biasa dari 9 titik benih di tiap netpotnya, perkecambahan benih tidak seragam. Ada yang sudah cukup tinggi dan ada yang baru pecah benih. Klik pada gambar untuk ukuran yang lebih besar.

      Selanjutnya adalah mempersiapkan larutan nutrisi yang akan digunakan pada penelitian. Larutan nutrisi yang pertama sudah pernah saya tulis di artikel cara mempersiapkan nutrisi hidroponik. Silahkan di baca kalau belum pernah membacanya.

      Untuk larutan yang kedua, jumlah larutan stoknya di dua kalikan. Akan tetapi jumlah air pada larutan nutrisinya sama dengan yang pertama. Jadi, yang kedua lebih pekat dari yang pertama.

      larutan nutrisi hidroponik ab mix dengan konsentrasi yang berbeda

      Dapat dilihat seperti pada gambar, M adalah larutan yang pertama dan 2M adalah larutan yang kedua. Yang kedua menunjukkan warna yang lebih pekat dari pada yang pertama.

      Selanjutnya adalah mengisi tanaman bernomor 1,2 dan 3 dengan larutan pertama. Tanaman dengan nomor botol 4,5 dan 6 dengan larutan kedua.



      Sekarang tinggal menunggu perkembangannya. Terima kasih sudah mengikuti.

      Hasil adalah proses



      Saya agak sedikit kecewa dengan hasil percobaan ini. Kenapa, karena apa yang saya fikirkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan.

      Ternyata hidroponik itu tidak sesederhana dan semudah yang dibayangkan. Meskipun sepertinya mudah. Tinggal menyemai benih, menunggunya sampai tumbuh dan menaruhnya dalam netpot dengan diberi larutan nutrisi.

      Harapannya tanaman langsung tumbuh dengan subur dan menyenangkan. Tapi sisi baiknya saya jadi mengerti terhadap apa yang semestinya harus dan tidak harus dilakukan.

      Semua tanaman dalam ke 6 pot tersebut mati.

      Kegagalan ini saya bagikan supaya tidak saya ulangi lagi dan tidak dilakukan oleh orang lain yang masih pemula dalam memulai hidroponik.

      Pertama adalah pH larutan. Awalnya saya mengabaikan pH larutan nutrisi hidroponik ini. Saya kira semua akan baik saja dan pH tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

      Apabila pH larutan nilainya terlalu rendah atau tinggi maka akar tanaman tidak mampu untuk melakukan fungsinya dengan baik. Ia tidak akan mampu menyerap nutrisi dari larutan. Akibatnya pertumbuhan tidak maksimal bahkan mati.

      Setelah saya belajar lagi, akhirnya saya peroleh informasi bahwa pH yang baik adalah antara 6 – 7. Namun ada juga yang mengatakan kalau pH bisa diberikan pada kisaran antara 5,5 – 6,5. Tapi saya menggunakan pH antara 6 – 7 dan hasilnya cukup baik terhadap tanaman hidroponik saya.

      bayam merah hidroponik joynim farm

      Kedua adalah akar membutuhkan oksigen. Ketika kita membuat sistem hidroponik pastikan ada celah untuk udara bersirkulasi. Itu bisa dibuat dengan memberi beberapa lupang pada wadah hidroponiknya.

      Cara yang paling baik adalah dengan sistem hidroponik NFT. Dengan sistem ini suplai oksigen untuk akar akan berlimpah dan kekhawatiran akar akan kekurangan oksigen dapat di atasi

      Sunday, May 9, 2021

      Cara Membuat Bibit Jati Dengan Sistem Semai

      Pohon jati adalah tanaman keras yang kayunya sangat baik untuk digunakan sebagai bahan bangunan maupun perabotan rumah tangga, seperti, mebel, almari, meja dan lain sebagainya. Pohon jati dapat tumbuh di dataran rendah maupun didataran tinggi. Pohon jati memiliki pertumbuhan yang lambat, untuk bisa menghasilkan pohon jati yang siap dijadikan bahan bangunan memerlukan waktu yang lama atau tahunan. Ingin mengetahui lebih jauh tentang pohon jati baca artikel Pohon Jati dan Manfaat Serta Kegunaannya

      http://kemejingnet.blogspot.com

      Pohon jati berkembang biak secara Generatif yaitu benih yang berasal dari buah pohon jati tersebut, biasanya buah jati yang jatuh dari pohonya bisa berkecambah dan tumbuh dengan sendirinya, akan tetapi untuk menghasilkan bibit jati dalam jumlah banyak diperlukan pembibitan.

      Berikut ini akan saya share cara pembibitan pohon jati  :

      A.  Teknis Perlakuan Benih Jati
      1. Jemur benih sampai kering.
      2. Masukkan benih ke dalam karung.
      3. Rendam benih dalam air mengalir(sungai) selama kurang lebih 3 hari.
      4. Tiriskan benih dalam karung selama kurang lebih 3 hari ditempat yang panas sambil melakukan penyiraman pada waktu siang hari, setelah benih sudah mulai ada yang tingis/berkecambah, benih siap untuk ditabur.
      5. Rendam benih jati dalam larutan air dan air accu zur dengan perbandingan 10:1 selama 1-3 jam.
      6. Tiriskan benih jati dan taburlah dalam bedeng tabur.
      7. Khusus dengan cara nomor 5 setelah benih ditabur sebaiknya disungkup dengan plastik transparan.
      B.  Penaburan Benih Jati
      1. Siapkan bedeng tabur dengan media pasir kali setebal 7-10 cm.
      2. Buat ukuran bedeng tabur 1 x 5 m atau menyesuaikan lokasi.
      3. Tabur benih jati yang sudah di rendam pada media pasir yang sidah disiapkan dengan jarak kurang lebih 1 cm atau biji tidak tumpang tindih.
      4. Usahakan posisi biji tengkurep (bagian calon akar di sebelah bawah)
      5. Urug kembali bedeng tabur dengan pasir halus setebal 1 cm sampai benih tertutup rapat.
      6. Sungkup bedeng tabur dengan plastik transparan dengan rapat membentuk 1/2 lingkaran.
      7. Lakukan penyiraman rutin setiap hari utamakan penyiraman pada siang hari (cuaca panas)
      8. Kurang lebih 15 hari benih mulai berkecambah, lakukan penyapihan anakan setelah tumbuh 2-3 daun.
      C.  Penyapihan Bibit Jati
      1. Siram polybag (media) yang sudah disiapkan sampai basah dan merata.
      2. Lubangi media dalam polybag sedalam 1 cm, selanjutnya tanam anakan tersebut dengan hati-hati.
      3. Tekan tanah sekelilingnya sampai optimal.
      4.  Segera lakukan penyiraman saat bibit sudah di tanam di polybag/kantong plastik.
      Perawatan selama bibit dalam polybag sangat diperlukan agar bibit jati dapat tumbuh dengan baik, kurang lebih 4-5 bulan bibit jati dalam polybag sudah dapat ditanam atau dijual.

      Friday, May 7, 2021

      Daun Murbei Penggemuk Kambing

      “Pakani godong murbei, ngko wedusmu lak cepet lemu & klimis wulune“. Artinya adalah kambingmu kasih makan daun murbei, nanti kambingmu cepat gemuk dan bulunya mengkilat.

      Kalimat tersebut seolah menggambarkan bahwa secara tidak langsung peternak di pedesaan telah melakukan riset pakan ternak. Mereka tahu bahwa daun murbei bagus untuk pakan ternak.

      Saya yakin pengetahuan mereka tidak hanya sebatas itu. Peternak di pedesaan dengan pengalaman mereka, mereka mengetahui pakan-pakan apa saja yang baik dan tidak baik untuk kambing.

      Ilmu mereka lebih spesifik dan locally. Mereka lebih memahami potensi sumber daya lokal yang bisa dimanfaatkan.

      Coba deh, tanya peternak kambing yang ada di sekitar Anda. Kemudian tanyakan pakan apa yang baik untuk  ternak. Bisa ternak sapi, kambing atau domba. Dan dengarkan baik – baik jawaban mereka.

      Kandungan nutrisi
      Protein-untuk-pembentukan-jaringan-otot

      Ternyata kandungan nutrisi daun murbei sangat tinggi. Sehingga hal ini menyebabkan ia bagus untuk dijadikan sebagai pakan ternak.




      Kandungan protein kasar (PK) adalah 19,6 %. Bahkan dari beberapa sumber ada yang menyebutkan kalau nilai PK ini berkisar antara 15 – 35,9 %.[2]

      Tentunya nilai tersebut dipengaruhi dari berbagai faktor. Kualitas dari daun dipengaruhi juga oleh proses penanaman, pemupukan, jarak tanam, dan usia pemanennya.

      Tidak hanya itu, nilai kecernaan dari daun murbei juga sangat tinggi. Nilainya sebesar 81%. Nilai ini sangat tinggi.

      Secara keseluruhan nilai kandungan nutrisi dari daun murbei adalah sebagai berikut [1]:

      Nutrisi Bahan kering (BK)
      Protein Kasar 18,43
      Serat Kasar 10,52
      Lemak Kasar 2,89
      Kadar Air 85,47
      Kadar Abu 10,92
      BETN 57,24
      Dengan kandungan nutrisi yang sangat bagus tersebut, daun murbei dapat dikembangkan pemanfaatannya. Misalnya adalah dalam ternak unggas dan ruminansia.

      Penggunaan tepung daun murbei dalam ransum ayam petelur dapat memberikan kualitas telur yang lebih baik. Kualitas putih telur dari ayam dengan ransum tepung daun murbei menunjukkan kualitas yang lebih baik. [1]

      Sedangkan pemanfaatan daun murbei untuk ternak domba juga menunjukkan hasil yang sangat positif. Hal ini ditunjukkan pada penelitian yang juga menjadi salah satu rujukan postingan ini.

      Domba yang diberi ransum dengan daun murbei mengalami kenaikan berat badah harian 85% lebih besar.[2] Hal ini nanti akan dibahas lebih lanjut di paragraf – paragraf selanjutnya.

      Cara pemberian daun murbei untuk ternak kambing/domba
      Daun murbei dapat diberikan langsung ke ternak. Artinya diberikan dalam kondisi segar.

      Hal tersebut tidak jadi masalah karena daun murbei memiliki palatabilitas yang cukup tinggi. Daun ini memang cukup disukai oleh ternak.

      Apabila stoknya melimpah, maka daun murbei ini dapat di awetkan terlebih dahulu. Untuk penggunaan jangka panjang langkah pengawetan ini cukup efektif untuk dilakukan.

      Caranya sangat sederhana.

      Daun murbei hanya perlu dikeringkan. Menurut litbang pertanian, pengeringan daun murbei ini tidak menggunakan sinar matahari. Cukup diangin-anginkan selama 2 – 3 hari.[3]

      Kemudian daun murbei yang kering ditepung dengan cara digiling atau dengan cara yang lainnya. Selanjutnya disimpan.

      Cara yang sederhana, namun perlu diperhatikan bahwa kadar air yang baik adalah tidak lebih dari 12%. Hal ini untuk mencegah munculnya jamur selama penyimpanan.

      Pemberian dari tepung daun murbei ini dapat dicampurkan dengan bahan pakan yang lain. Jika jumlahnya terbatas, untuk pengiritan jumlah pemberian tepung daun murbei diberikan sebanyak 0,5 – 1 % dari berat badan.[3]

      Penelitian daun murbei untuk ternak
      daun murbei dan buah murbei

      Daun murbei dapat meningkatkan pertambahan bobot harian domba[2]



      Pada bagian penelitian ini domba diberi ransum yang terdiri dari pakan dasar dan konsentrat atau pakan suplement.

      Pakan dasar yang digunakan diantaranya adalah amoniasi jerami padi dan rumput raja. Sebenarnya ada satu lagi pakan dasar yang digunakan yaitu jerami gandum. Karena jerami gandum sulit ditemukan di Indonesia, maka tidak akan saya tuliskan dalam artikel ini.

      1. Domba muda diberi pakan dasar berupa rumput raja. Konsentrat atau suplementnya adalah daun murbei. Variasi daun murbei yang diberikan berturut – turut adalah 0%, 0,5 %, 1%, dan 1,5% dari bobot badan domba. Pertambahan bobot harian domba tersebut berturut – turut adalah sebesar 60, 75, 85 dan 101 gram/ekor/hari.

      2. Domba muda diberi pakan dasar berupa amoniasi jerami padi. Konsentratnya berupa biji lobak dan daun murbei yang bervariasi. Perbandingannya berturut-turut adalah 100:0, 75:25, 50:50, 75:25 dan 0:100. Pertambahan bobot harian domba muda tersebut berturut – turut adalah 58, 47,40, 46,55 gram/ekor/hari.

      Murbei dapat meningkatkan produksi susu kambing perah [2]
      Selain untuk meningkatkan pertambahan bobot harian domba, daun murbei juga dapat meningkatkan produksi susu pada kambing perah.

      Sebagaimana jurnal penelitiannya, semakin banyak jumlah daun yang diberikan ke kambing perah, semakin tinggi produksi susunya.

      Kambing perah diberi pakan rumput raja. Konsentrat atau pakan suplemennya adalah daun murbei dengan jumlah masing – masing adalah dengan variasi pemberian daun murbei 1, 1,8, 2,6 dan 3,4. Produksi susu berturut – turut adalah sebanyak 1.84, 2.1, 2.21 dan 2.29 kg/ekor/hari.

      Pengertian Pestisida Dan Pestisida Nabati

      Penggunaan pestisida di kalangan petani adalah hal yang tidak bisa dihindari. Pestisida sering digunakan untuk membasmi hama tanaman yang sering menggangu. Namun demikian sebenarnya penggunaan pestisida juga harus diperhatikan demi mengurangi dampak pada lingkungan.

      Pengertian Pestisida

      Pestisida adalah zat yang dapat bersifat racun, menghambat pertumbuhan/perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, mempengaruhi hormone, penghambat makan, membuat mandul, sebagi pemikat, (antrakan), penolak dan aktifitas lainnya yang mempengaruhi Organisme Penggangu Tanaman (OPT). Pestisida digunakan untuk mengurangi atau meminimalkan kehilangan hasil produksi akibat OPT.

      Macam pestisida menurut target sasaran OPT

      • Fungsisida.
      • Bakterisida. 
      • Moluskisida. 
      • Rodentisida.
      • Akarisida.
      • Insektisida. 
      • Nematisida.


      Macam pestisida menurut sumber bahan  :  Pestisida Nabati/Alami/Organik dan Pestisida organik sintetis.

      Penggunaan pestisida di lingkungan pertanian menjadi masalah yang sangat dilematis. Di satu sisi pestisida dipakai untuk menekan angka kehilangan hasil dari produksi pertanian, namun disisi lainnya penggunaan pestisida yang kurang bijaksana dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Dari hal-hal tersebut sebenarnya perlu digali dan dimasyarakatkan kalau penggunaan pestisida yang ramah lingkungan bisa dilakukan.

      pengertian-pestisida-dan-pestisida-nabati
      Buah Mahoni / Bahan Pestisida Nabati

      Pestisida Nabati

      Pestisida nabati adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Pestisida ini relative mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahun yang terbatas. Oleh karena terbuat dari bahan alami/nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemari lingkungan dan relative aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang.

      Pestisida nabati bersifat pukul dan lari (hit and run), artinya apabila diaplikasikan akan membunuh hama pada waktu itu dan setelah hama tebunuh maka residunya akan cepat menghilang di alam. Dengan demikian tanaman akan terbebas dari residu pestisida dan aman untuk dikonsumsi.

      Penggunaan pestisida nabati dimaksudkan bukan untuk meninggalkan dan menganggap tabu penggunaan pestisida sintetis, tetapi merupakan suatu cara alternative dengan tujuan agar pengguna (dalam hal ini petani) tidak hanya tergantung pada pestisida sintetis. Tujuan lainnya adalah agar penggunaan pestisida sintetis dapat diminimalkan sehingga kerusakan lingkungan yang diakibatkannya pun diharapkan bisa dikurangngi.

      Secara evolusi, tumbuhan telah mengembangkan bahan kimia sebagai alat pertahanan alami terhadap pengganggunya. Tumbuhan mengandung banyak bahan kimia yang merupakan poduksi  metabolit sekunder dan digunakan oleh tumbuhan sebagai alat pertahanan dari serangan organisme penggangu (OPT).

      Tumbuhan sebenarnya kaya akan bahan bioaktif, termasuk jenis tumbuhan yang mengandung bahan aktif pestisida. Ada lebih dari 2.400 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 235 famili dilaporkan mengandung bahan pestisida. Oleh karena itu, bila kita dapat mengolah tumbuhan ini sebagai bahan pestisida maka petani akan sangat terbantu untuk memanfaatkannya dari sumber daya alam setempat yang terdapat di sekitar nya.

      Sejak jaman dahulu penduduk Indonesia sudah menggunakan tumbuhan sebagai racun serangga atau racun ikan. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pestisida nabati adalah bahan telah tersedia di alam, cara pembuatannya mudah, menghasilkan produk pertanian yang bebas residu bahan kimia dan juga relatif aman serta meminimalkan kemungkinan terjadinya kerusakan lingkungan atau dengan kata lain ramah lingkungan. Inilah faktor pendorong atau peluang penggunaan pestisida nabati pada sistem budidaya tanaman organik.

      Demikian pengertian mengenai pestisida dan pestisida nabati. Mengenai berbagai tumbuhan yang menghasilkan insektisida nabati yang bisa digunakan dan dimanfaatkan, akan saya update pada artikel berikutnya, terima kasih semoga bermanfaat.

      Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida

      Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida - Tikus merupakan hama tanaman yang sering menggangu tanaman padi dan juga ketela. Banyaknya tikus yang ada, jika tidak dikendalikan tentu akan merusak tanaman yang membuat petani jadi gagal panen. Salah satu cara untuk mengendalikan hama tikus adalah dengan menggunakan racun Rodentisida.

      Rodentisida merupakan racun yang memang khusus untuk membasmi hama tikus, baik itu tikus yang ada di lahan pertanian maupun tikus yang ada di pekarangan rumah maupun didalam rumah. Penggunaan rodentisida ini juga aman karena tikus tidak akan mati ditempat, hal ini tentu tidak akan membuat tikus yang lain menjadi jera ketika melihat umpan yang ada.

      Cara-Pengendalian-Hama-Tikus-Dengan-Rodentisida

      Cara pengendalian hama tikus dengan rodentisida ini sangatlah mudah, karena racun rodentisida dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita, adapun ketika bahan harus dibeli harganya pun sangat murah dan masih terjangkau. Nah.. berikut ini Ceritatani akan bagikan bahan-bahan dan cara membuat racun rodentisida :

      Ramuan Alami Untuk Membuat Rodentisida

      Bahan-bahan :
      • 1 kg umbi gadung racun / Gadung KB
      • 10 kg Dedak (Katul)
      • 100 gram Tepung ikan
      • Kemiri, secukupnya
      • Air, secukupnya.
      Cara Membuat  :
      • Kupas umbi gadung, kemudian haluskan. Setelah umbi gadung halus lalu campurkan semua bahan menjadi satu kemudian diaduk sampai rata.
      • Buat adonan bahan menjadi bentuk pelet kering.
      • Perbandingan umbi dan bahan lain adalah 1 : 10
      Aplikasi pemakaian :
      • Tebarkan pelet di dekat sarang tikus atau di pematang sawah yang di serang hama tikus.
      Penggunaan bahan alami saat ini sangat dianjurkan, oleh sebab itu ramuan rodentisida alami dengan memanfaatkan bahan-bahan yang telah disebutkan diatas merupakan cara yang bisa digunakan agar lingkungan juga tetap aman dari penggunaan bahan-bahan kimia.
        Demikian Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida Alami yang bisa Ceritatani sampaikan pada kesempatan ini, semoga bermanfaat. Salam Tani.

        Cara Pemeliharaan Tanaman Sengon

        Pada artikel terdahulu pernah saya bahas tentang tehik penanaman tanaman sengon. Nah pada kesempatan ini akan kita bahas bagaimana cara pemeliharaan atau perawatan tanaman sengon itu. 

        Sebuah tanaman tentunya perlu perawatan secara intensif agar pertumbuhanya bisa optimal dan sekaligus bisa mencegah serta menanggulagi adanya penyakit yang mungkin saja bisa menyerang tanaman sengon. Setelah penanaman biasanya tidak semua bibit bisa tumbuh dengan baik, adakalanya pasti ada juga bibit yang mati. Oleh karena itu setelah masa penanaman tanaman sengon sebaiknya dilakukan penyulaman.

        Tanaman-Sengon

        Tehnik Pemeliharaan Tanaman Sengon

        1. Penyulaman.
        Penyulaman adalah menganti bibit sengon yang mati atau rusak, dengan bibit yang baru. Penyulaman dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada 2-4 minggu setelah penanaman dan setelah sengon berumur satu tahun. Penggantian bibit ini biasanya dilakukan pada pagi hari atau saat musim hujan.

        Bibit pengganti sebaiknya memiliki umur yang sama, sehingga pertumbuhan bibit tetap seragam. Karena itu, dalam jangka waktu satu tahun setelah penanaman, selalu siapkan bibit yang masih dalam polybag (tidak ditanam) sebanyak 10 % dari jumlah bibit yang ditanam pada penyulaman pertama (2 - 4 minggu) dan 20% dari jumlah bibit pada penyulaman kedua ( saat tanaman berumur 1 tahun ).

        2. Penyiangan.
        Penyiangan adalah mengendalikan tanaman pengganggu seperti gulma dan alang-alang dengan cara menghilangkan atau memotongnya. Penyiangan dapat dilakukan secara mekanis atau kimiawi. Cara mekanis dilakukan dengan mencabut alang-alang atau gulma menggnakan tangan. Sementara itu, cara kimiawi dapat dilakukan menggunakan herbisida seperti polaris atau roundup sesuai dosis yang tertera di label kemasan.

        3. Pemupukan.
        Tujuan pemupukan adalah menjaga ketersediaan unsur hara agar selalu tersedia di dalam tanah. Beberapa jenis pupuk organik yang dapat digunakan diantaranya pupuk cair, pupuk kandang, dan penggunaan mulsa. Pupuk kandang diberikan setiap enam bulan sekali dengan dosis 0,51 - 1 kg pertanaman. Sementar itu, pupuk pupuk cair diberikan setiap tiga bulan sekali dengan dosis 20 -60 liter/hektare melalui pencampuran dengan air saat penyiraman dan pemberian langsung di sekitar pohon sengon dengan radius 15 cm. Sementara itu, mulsa ditempatkan di sekitar pohon (10 cm dari pangkal pohon) hingga ketebalan 10 cm. Lapisan tebal ini mampu menjaga kelembaban tanah dan meningkatkan kualitas unsur hara tanah. Mulsa diberikan setiap satu tahun selama tiga tahun berturut-turut. Silahkan simak Cara Membuat Pupuk Kompos Alami.

        4. Pemangkasan dan Penjarangan.
        Pemangkasan dilakukan agar tinggi pohon bebas cabang tetap tinggi dan memudahkan pemanenan. Selain itu, pemangkasan juga berguna untuk mengurangi serangan penyakit jamur. Pemangkasan harus menggunakan peralatan yang tajam dan jangan sampai merusak batang utama. Pemangkasan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Pemangkasan biasanya dilakukan terhadap batang yabg rusak atau mati

        Selain pemangkasan, sengon juga perlu dijarangkan untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal, dan menebang pohon yang telah rusak. Penjarangan dilakukan setelah tanaman berumur tiga tahun. Caranya, lakukan penebangan pohon setiap satu pohon dan berselang satu pohon lagi disetiap barisan dan lajur penanamannya. Penjarangan dilakukan terhadap pohon yang terserang hama, pohon yang tertekan, batang utamanya bengkok, batangnya bercabang banyak, dan bentuk cabangnya seperti garpu.

        5. Pengendalian Hama Dan Penyakit.

        a. Hama Boktor.
        Awalnya hama boktor mulai bersarang di lubang sengon yang mengalami luka. Hama ini biasanya meletakkan telurnya dicelah luka di batang sengon tersebut. Jika batang telah berlubang, kemungkinan telur sudah menetas menjadi larva. Selanjutnya larva akan merasa lapar dan menggerek atau merusak jaringan kulit batang. Oleh karena itu ciri-ciri penyakit sengon yang terserang hama boktor adalah adanya serbuk gerek halus yang menempel di permukaan kulit batang. Secara umum, pengendalian hama boktor dapat dilakukan dengan bernagi teknik, diantaranya teknik silvikultur, manual, mekanis, biologis, dan terpadu.
        • Pengendalian melalui teknik silvikultur dilakukan dengan cara menyeleksi atau memilih bibit sengon yang memiliki ketahanan atau resistensi yang tinggi terhadap hama boktor. Selain itu, lakukan juga pemangkasan, penjarangan dan pemusnahan bagian pohon yang terserang hama boktor.
        • Pengendalian secara manual dilakukan dengan mengambil dan membuang hama boktor dengan cara mencongkel dan menyeset kulit batang tepat di titik serangan, sehingga larva boktor terlepas dari batang dan jatuh ke lantai hutan. Teknik ini memerlukan ketrampilan dalam megenali tanda dan gejala awal serangan hama boktor.
        • Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan cara membelah batang sengon yang terserang hama boktor. Selain itu, batang yang terserang dibakar sehingga hama berjatuhan ke tanah dan segera dimusnahkan.
        • Pengendalian secara biologis menggunakan predator atau patogen yang merupakan musuh alami hama boktor, diantaranya jamur parasit (Beauveria bassiana) dan kumbang kulit kayu (Clinidium sculptilis).
        • Penegendalian secara terpadu dengan cara-cara menggabungkan dua teknik atau lebih. Misalnya, dengan cara menebang dan membakar batang pohon yang terserang agar tidak menjadi sumber infeksi bagi pohon lainnya.
        b. Penyakit Karat Puru.
        Penyebab penyakit karat puru adalah jamur uromycladium teppeianum. Jamur ini dapat menular dengan cepat karena spora yang dihasilkannya. Ciri-ciri penyakit karat puru adalah adanya pembengkakan (gall) akibat jamur di cabang-cabang, pucuk ranting, tangkai daun, dan daun sengon. Warna Gall yang awalnya hijau dapat berubah menjadi cokelat. Serangan dapat terjadi pada semua umur pohon sengon, mulai persemaian, hingga tanaman sengon yang sudah besar. Jika terjadi serangan pada sengon muda (umur 1 - 2 tahun), kerusakkannya dapat menjadi serius, yakni batang utama rusak dan cacat.

        Penyakit karat puru yang terjadi saat persemaian hanya dapat dikendalikan dengan pencabutan dan pemusnahan bibit. Selain itu, pengawasan transportasi bibit dan kayu tebangan perlu dijaga agar penularannya tidak menyebar lebih jauh. Upaya menghilangkan gall dan bagian tanaman yang terserang perlu dilakukan sedini mungkin sebelum gall membesar dan warnanya cokelat.

        Penyakit karat puru dapat dibasmi dengan penggunaan spirtus, kapur, garam, dan belerang. Berikut teknik pengendaliannya.
        • Bersihkan bagian tanaman yang terserang dengan cara melepaskan gall lalu semprot dengan spirtus.
        • Campurkan 5 kg kapur dan 0,5 kg garam di dalam wadah berisi 5 -10 liter air. Setelah itu semprotkan campuran kapur garam ke bagian tanaman yang terserang.
        • Campurkan 1 kg belerang dan 1 kg kapur di dalam wadah berisi 10 - 20 liter air. Setelah itu, semprotkan cairan belerang kapur ke bagian tanaman yang terserang.
        c. Penyakit Jamur Akar Merah.
        Penyakit jamur akar merah akibat Ganoerma sp. Dapat dideteksi berdasarkan keberadaan jamur di pangkal batang yang berwarna merah kecoklatan. Jika dilakukan pengamatan lebih lanjut, ada bagian daun yang menipis hingga dapat menyebabkan kematian. Keberadaan jamur ini biasanya ditemukan saat musim hujan. 

        Pengendalian serangan Ganoderma sp. dapat dilakukan dengan cara membersihkan batang sengon yang telah terserang dan membuat parit isolasi. Selain itu, pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbentuk pasta (Formac). Teknik pemberiannya dengan cara mengoleskan pada akar tanaman sengon sesuai dosis yang tertera di label kemasan.

        Demikian mengenai cara pemeliharaan tanaman sengon yang bisa saya sampaikan, semoga apa yang tertulis diatas bisa bermanfaat.

        Search This Blog