Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

12 Tipe Tumbuhan Hias Gantung Ini Dapat Mempercantik Suasana Rumah

Bahagia berkebun serta memandang mekarnya bunga di halaman? Hobi menanam bunga memanglah identik dengan keelokan, atmosfer fresh serta bau semerbak yang membuat perasaan bahagia riang. Tetapi bila keadaan rumah ataupun taman tidak membolehkan, tumbuhan hias gantung dapat jadi pemecahan peningkat semangat serta keelokan di rumah.

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Showing posts with label pohon. Show all posts
Showing posts with label pohon. Show all posts

Monday, May 31, 2021

Tehnik Dan Cara Mencangkok Pohon Buah

Tehnik Dan Cara Mencangkok Pohon Buah - Mencangkok sama halnya dengan setek, namun nutrisi yang didapat bibit cangkok berasal dari induknya. Setelah batang yang dicangkok mulai berakar barulah dipisahkan dari induknya. Bila ingin mencangkok sebaiknya pilih pohn induk yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, serta pohon telah berbuah setidaknya sebanyak tiga kali.

Cara mencangkok sebaiknya pilihlah induk yang tampak kuat, subur, dan tidak terserang hama penyakit. Cabang untuk cangkok dipilih yang berukuran sebesar pensil, berwarna cokelat muda dan kulitnya halus. Bentuk cabang tegap lurus, pajangnya sekitar 20-30 cm. Cabang tersebut memiliki daun yang banyak dan sedah pernah berbuah.

Silahkan baca juga  :  Tehnik Pembuatan Bibit Okulasi dan Sambungan

Tehnik Cara Mencangkok Pohon Buah

Berikut ini tiga langkah cara mencangkok.

1. Pilih cabang tanaman yang akan dicangkok. Buat keratan melingkar pada kulit kayunya dengan jarak 2-3 cm. Kupas kulit kayu yang sudah dikerat, lalu bersihkan kambiumnya yang tampak seperti lendir . Caranya kerik lendir tersebut dengan punggung pisau, biarkan beberapa saat hingga kering.

2. Bungkus luka dengan media lembab berupa tanah dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi. Media lain yang dapat digunakan adalah moss basah. Hancurkan kertas koran lembab, atau serabut kelapa. Kemudian media dibungkus dengan plastik. Ikat bagian bawah dan atas dengan tali supaya media tidak lepas dan lembab.

3. Potong cangkokan apabila sudah terlihat banyak akar yang keluar dari bungkusan, yaitu sekitar 1-3 bulan setelah pencangkokan. Pemotongan dilakukan sekitar 2 cm dibawah cangkokan dengan menggunakan gergaji. daun pada cangkokan bila perlu dikurangi untuk mencegah penguapan yang berlebihan. Cangkokan yang telah dipotong siap untu ditanam, tetapi sebaiknya diberi naungan.

Benih/bibit adalah adalah modal dasar dalam berkebun untuk buah-buahan unggul. kesalahan dalam memilih bibit akan sulit memperoleh hasil yang baik, walaupun dikelola dengan sempurnya. oleh karena itu usahakan untuk memilih benih yang benar-benar baik bila akan melakukan pencangkokan.

Demikian cara mencangkok pohon buah-buahan yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk semua.

Sunday, May 16, 2021

Cara Pemupukan Dan Pemeliharaan Pohon Pisang

Cara Pemupukan Dan Pemeliharaan Pohon Pisang. Pisang adalah salah satu buah yang mempunyai manfaat sebagai sumber fitamin bagi tubuh manusia. Bahkan banyak dari para ahli gizi yang menganjurkan untuk mengkonsumsi buah pisang secara rutin sebagai asupan nutrisi bagi tubuh.

Budidaya tanaman pisang merupakan peluang usaha pertanian yang masih potensial, karena buah pisang sangat digemari oleh sluruh lapisan masyarakat, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri. Bahkan buah pisang bisa menembus pasar luar negeri asalkan asalkan buah pisang yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Pupuk-Pohon-Pisang

Cara membudidayakan pohon pisang sebenarnya sangat sederhana dan mudah dilakukan, namun terkadang yang menjadi masalah adalah dari segi perawatnnya yang kurang diperhatikan, oleh karena itu hasilnyapun menjadi kurang maksimal.

Untuk mendapatkan hasil buah pisang yang berkualitas, tentunya perlu dilakukan perawatan dan pemupukan pada pohon pisang. Hal yang sering terjadi umumnya para petani kurang memperhatikan dua hal yang telah disebutkan diatas.

Cara Pemupukan Pohon Pisang
Pempukan pohon pisang dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang maupun pupuk Urea, SP-36, atau KCl, dengen komposisi sebagai berikut  :
  • UREA 207 (kg/ha) Berikan 2x setahun, dalam larikan yang mengitari rumpun lalu ditutup tanah.
  • SP-36 138 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun ).
  • KCl 608 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun ).
  • Pupuk Kandang 0,8-10 (kg/ha)
Tehnik Lain Pemupkan Pohon Pisang
Tehnik pemupukan ini bisa anda lakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Buat lubang pada pokok pohon pisang yang telah ditebang.
  • Masukkan campuran pupuk Urea, SP-36 dan KCL pada lubang yang telah dibuat.
  • Perbandingan campuran pupuk tiap lubang adalah 1:1
  • Tutup lubang dengan tanah.
Tehnik ini sangat bermanfaat karena pembusukan pohon pisang yang telah ditebang sekaligus akan menjadi pupuk alami beserta campuran pupuk yang telah ada.

Pemeliharaan Pohon Pisang
  • Usahakan dalam satu rumpun hanya ada 3 – 4 batang saja.
  • Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).
  • Setelah 5 tahun rumpun dibongkar diganti tanaman baru.
  • Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah.
  • Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
  • Buang/Pangkas daun kering.
  • Pengairan harus terjaga. Dengan disiram atau mengisi parit saluran air.
  • Pasang mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tetapi mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
Pemeliharaan Buah
  • Buang jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir.
  • Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus kantung plastik bening polietilen tebal 0,5 mm, diberi lubang diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakan kantung menutupi 15 -45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
  • Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.
Penanggulanggan Penyakit
Seperti tanaman lain pohon pisangpun tiidak luput dari yang namanya penyakit yang menyerang, oleh karena itu usahakan untuk selalu merawat tanaman agar penyakit yang ada bisa ditanggulangi secara dini.

Untuk mengetahui ciri-ciri penyakit pada pohon pisang dan cara penangulangannya silahkan anda baca artikel lain di blog ini tentang Ciri-Ciri Pohon Pisang Terkena Penyakit

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya pisang, memang diperlukan pola tanam dan cara pemeliharaan yang baik. Oleh karena itu agar usaha yang kita lakukan bisa mendapatkan hasil yang maksimal tentu dibutuhkan kerja keras dan pola yang benar.

Demikian postingan kali ini, mengenai cara pemupukan dan pemeliharaan pohon pisang, semoga apa yang saya share ini bisa bermanfaat bagi semua. Salam

Friday, May 7, 2021

Cara Pemeliharaan Tanaman Sengon

Pada artikel terdahulu pernah saya bahas tentang tehik penanaman tanaman sengon. Nah pada kesempatan ini akan kita bahas bagaimana cara pemeliharaan atau perawatan tanaman sengon itu. 

Sebuah tanaman tentunya perlu perawatan secara intensif agar pertumbuhanya bisa optimal dan sekaligus bisa mencegah serta menanggulagi adanya penyakit yang mungkin saja bisa menyerang tanaman sengon. Setelah penanaman biasanya tidak semua bibit bisa tumbuh dengan baik, adakalanya pasti ada juga bibit yang mati. Oleh karena itu setelah masa penanaman tanaman sengon sebaiknya dilakukan penyulaman.

Tanaman-Sengon

Tehnik Pemeliharaan Tanaman Sengon

1. Penyulaman.
Penyulaman adalah menganti bibit sengon yang mati atau rusak, dengan bibit yang baru. Penyulaman dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada 2-4 minggu setelah penanaman dan setelah sengon berumur satu tahun. Penggantian bibit ini biasanya dilakukan pada pagi hari atau saat musim hujan.

Bibit pengganti sebaiknya memiliki umur yang sama, sehingga pertumbuhan bibit tetap seragam. Karena itu, dalam jangka waktu satu tahun setelah penanaman, selalu siapkan bibit yang masih dalam polybag (tidak ditanam) sebanyak 10 % dari jumlah bibit yang ditanam pada penyulaman pertama (2 - 4 minggu) dan 20% dari jumlah bibit pada penyulaman kedua ( saat tanaman berumur 1 tahun ).

2. Penyiangan.
Penyiangan adalah mengendalikan tanaman pengganggu seperti gulma dan alang-alang dengan cara menghilangkan atau memotongnya. Penyiangan dapat dilakukan secara mekanis atau kimiawi. Cara mekanis dilakukan dengan mencabut alang-alang atau gulma menggnakan tangan. Sementara itu, cara kimiawi dapat dilakukan menggunakan herbisida seperti polaris atau roundup sesuai dosis yang tertera di label kemasan.

3. Pemupukan.
Tujuan pemupukan adalah menjaga ketersediaan unsur hara agar selalu tersedia di dalam tanah. Beberapa jenis pupuk organik yang dapat digunakan diantaranya pupuk cair, pupuk kandang, dan penggunaan mulsa. Pupuk kandang diberikan setiap enam bulan sekali dengan dosis 0,51 - 1 kg pertanaman. Sementar itu, pupuk pupuk cair diberikan setiap tiga bulan sekali dengan dosis 20 -60 liter/hektare melalui pencampuran dengan air saat penyiraman dan pemberian langsung di sekitar pohon sengon dengan radius 15 cm. Sementara itu, mulsa ditempatkan di sekitar pohon (10 cm dari pangkal pohon) hingga ketebalan 10 cm. Lapisan tebal ini mampu menjaga kelembaban tanah dan meningkatkan kualitas unsur hara tanah. Mulsa diberikan setiap satu tahun selama tiga tahun berturut-turut. Silahkan simak Cara Membuat Pupuk Kompos Alami.

4. Pemangkasan dan Penjarangan.
Pemangkasan dilakukan agar tinggi pohon bebas cabang tetap tinggi dan memudahkan pemanenan. Selain itu, pemangkasan juga berguna untuk mengurangi serangan penyakit jamur. Pemangkasan harus menggunakan peralatan yang tajam dan jangan sampai merusak batang utama. Pemangkasan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Pemangkasan biasanya dilakukan terhadap batang yabg rusak atau mati

Selain pemangkasan, sengon juga perlu dijarangkan untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal, dan menebang pohon yang telah rusak. Penjarangan dilakukan setelah tanaman berumur tiga tahun. Caranya, lakukan penebangan pohon setiap satu pohon dan berselang satu pohon lagi disetiap barisan dan lajur penanamannya. Penjarangan dilakukan terhadap pohon yang terserang hama, pohon yang tertekan, batang utamanya bengkok, batangnya bercabang banyak, dan bentuk cabangnya seperti garpu.

5. Pengendalian Hama Dan Penyakit.

a. Hama Boktor.
Awalnya hama boktor mulai bersarang di lubang sengon yang mengalami luka. Hama ini biasanya meletakkan telurnya dicelah luka di batang sengon tersebut. Jika batang telah berlubang, kemungkinan telur sudah menetas menjadi larva. Selanjutnya larva akan merasa lapar dan menggerek atau merusak jaringan kulit batang. Oleh karena itu ciri-ciri penyakit sengon yang terserang hama boktor adalah adanya serbuk gerek halus yang menempel di permukaan kulit batang. Secara umum, pengendalian hama boktor dapat dilakukan dengan bernagi teknik, diantaranya teknik silvikultur, manual, mekanis, biologis, dan terpadu.
  • Pengendalian melalui teknik silvikultur dilakukan dengan cara menyeleksi atau memilih bibit sengon yang memiliki ketahanan atau resistensi yang tinggi terhadap hama boktor. Selain itu, lakukan juga pemangkasan, penjarangan dan pemusnahan bagian pohon yang terserang hama boktor.
  • Pengendalian secara manual dilakukan dengan mengambil dan membuang hama boktor dengan cara mencongkel dan menyeset kulit batang tepat di titik serangan, sehingga larva boktor terlepas dari batang dan jatuh ke lantai hutan. Teknik ini memerlukan ketrampilan dalam megenali tanda dan gejala awal serangan hama boktor.
  • Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan cara membelah batang sengon yang terserang hama boktor. Selain itu, batang yang terserang dibakar sehingga hama berjatuhan ke tanah dan segera dimusnahkan.
  • Pengendalian secara biologis menggunakan predator atau patogen yang merupakan musuh alami hama boktor, diantaranya jamur parasit (Beauveria bassiana) dan kumbang kulit kayu (Clinidium sculptilis).
  • Penegendalian secara terpadu dengan cara-cara menggabungkan dua teknik atau lebih. Misalnya, dengan cara menebang dan membakar batang pohon yang terserang agar tidak menjadi sumber infeksi bagi pohon lainnya.
b. Penyakit Karat Puru.
Penyebab penyakit karat puru adalah jamur uromycladium teppeianum. Jamur ini dapat menular dengan cepat karena spora yang dihasilkannya. Ciri-ciri penyakit karat puru adalah adanya pembengkakan (gall) akibat jamur di cabang-cabang, pucuk ranting, tangkai daun, dan daun sengon. Warna Gall yang awalnya hijau dapat berubah menjadi cokelat. Serangan dapat terjadi pada semua umur pohon sengon, mulai persemaian, hingga tanaman sengon yang sudah besar. Jika terjadi serangan pada sengon muda (umur 1 - 2 tahun), kerusakkannya dapat menjadi serius, yakni batang utama rusak dan cacat.

Penyakit karat puru yang terjadi saat persemaian hanya dapat dikendalikan dengan pencabutan dan pemusnahan bibit. Selain itu, pengawasan transportasi bibit dan kayu tebangan perlu dijaga agar penularannya tidak menyebar lebih jauh. Upaya menghilangkan gall dan bagian tanaman yang terserang perlu dilakukan sedini mungkin sebelum gall membesar dan warnanya cokelat.

Penyakit karat puru dapat dibasmi dengan penggunaan spirtus, kapur, garam, dan belerang. Berikut teknik pengendaliannya.
  • Bersihkan bagian tanaman yang terserang dengan cara melepaskan gall lalu semprot dengan spirtus.
  • Campurkan 5 kg kapur dan 0,5 kg garam di dalam wadah berisi 5 -10 liter air. Setelah itu semprotkan campuran kapur garam ke bagian tanaman yang terserang.
  • Campurkan 1 kg belerang dan 1 kg kapur di dalam wadah berisi 10 - 20 liter air. Setelah itu, semprotkan cairan belerang kapur ke bagian tanaman yang terserang.
c. Penyakit Jamur Akar Merah.
Penyakit jamur akar merah akibat Ganoerma sp. Dapat dideteksi berdasarkan keberadaan jamur di pangkal batang yang berwarna merah kecoklatan. Jika dilakukan pengamatan lebih lanjut, ada bagian daun yang menipis hingga dapat menyebabkan kematian. Keberadaan jamur ini biasanya ditemukan saat musim hujan. 

Pengendalian serangan Ganoderma sp. dapat dilakukan dengan cara membersihkan batang sengon yang telah terserang dan membuat parit isolasi. Selain itu, pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbentuk pasta (Formac). Teknik pemberiannya dengan cara mengoleskan pada akar tanaman sengon sesuai dosis yang tertera di label kemasan.

Demikian mengenai cara pemeliharaan tanaman sengon yang bisa saya sampaikan, semoga apa yang tertulis diatas bisa bermanfaat.

Search This Blog