Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

12 Tipe Tumbuhan Hias Gantung Ini Dapat Mempercantik Suasana Rumah

Bahagia berkebun serta memandang mekarnya bunga di halaman? Hobi menanam bunga memanglah identik dengan keelokan, atmosfer fresh serta bau semerbak yang membuat perasaan bahagia riang. Tetapi bila keadaan rumah ataupun taman tidak membolehkan, tumbuhan hias gantung dapat jadi pemecahan peningkat semangat serta keelokan di rumah.

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Showing posts with label Serba Serbi Tani. Show all posts
Showing posts with label Serba Serbi Tani. Show all posts

Thursday, May 20, 2021

Harga Kemukus Stabil, Prospek Cerah Bagi Petani Budidaya Kemukus

Ceritatani.com - Stabilnya harga kemukus pada beberapa tahun terakhir ini, tentu menjadi kabar yang menggembirakan bagi petani budidaya kemukus. Pada tahun 2016 ini harga kemukus malah cenderung naik, saat ini harga kemukus yang masih basah dari petani  ke pengepul mencapai 30 ribu perkilonya, sedangkan untuk harga kemukus kering mecapai 75 ribu perkilonnya.

Berbeda dari tahun 2015, harga kemukus pada tahun ini cenderung stabil dan meningkat dibanding sebelumnya yang hanya mencapai 15 ribu perkilonya. Dengan harga 30 ribu kemukus basah perkilonya tentu semakin membuat petani budidaya kemukus semangat untuk membudidayakannya.

Harga-Buah-Kemukus-Basah

Budidaya kemukus tentu mempunyai prospek yang cukup bagus kedepannya, karena saat ini kebutuhan akan kemukus sebagai rempah untuk berbgai produk olahan jamu dan obat-obatan semakin meningkat, apalagi saat ini jumlah populasi kemukus semakin berkurang dari tahun ketahun.

Buah kemukus kering digunakan sebagai bumbu rempah dalam masakan, terutama masakan Indonesia. Kegunaan lain adalah sebagai penguat rasa pada gin dan rokok. Namun kegunaan penting kemukus adalah sebagai bahan farmakope dan sumber minyak atsiri (oleum cubebae).

Adapun cara budidaya kemukus sendiri sebenarnya cukup mudah dilakukan, karena pola tanam kemukus bisa dilakukan dengan berbagai cara baik itu pembibitan melalui setek maupun melalui sulurnya langsung yang ditanam. Mengenai tumbuhan kemukus dan cara budidayanya silahkan Anda baca Mengenal Tumbuhan Kemukus Dan Cara Budidayanya

Dengan stabilnya harga kemukus dari tahun ketahun, seharusnya para petani harus menangkap peluang ini sebagai salah satu usaha tani yang mempunyai prospek yang cerah kedepannya, sehingga petani bisa mendapatkan hasil serta keuntungan dari usaha budidaya pertanian yang produktif dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Semoga bermanfaat, Salam Tani.

Wednesday, May 12, 2021

Proses Pengolahan Pucung Menjadi Keluwek

Seperti pernah saya tulis di artikel Mengenal manfaat pohon pucung keluwek bahwa pucung yang masih mentah sangatlah berbahaya bila dikonsumsi, karena pucung mengandung asam sianida yang sifatnya sangat beracun. Agar kandungan racun yang ada dalam buah pucung perlu dilakukan proses pengolahan pucung agarmenjadi kluwek

Pada daerah tempat saya tinggal, buah pucung sering disebut pucung, namun setelah melalui proses disimpan dahulu barulah pucung disebut keluwek. Untuk menjadikan pucung menjadi keluwek, buah pucung biasanya akan dibiarkan berhari-hari oleh pemiliknya. Buah-buah tersebut dibiarkan matang dan jatuh sendiri kemudian dikumpulkan dalam satu karung.

Kluwek

Buah sengaja dibiarkan basah oleh air hujan hingga dalam waktu 10 s/d 14 hari buah kluwek ini akan membusuk.Tujuannya supaya kulit atau sabutnya lebih mudah dikupas dan menghilangkan racun asam sianida yang terdapat pada biji kluwek. Setelah dikupas, akan didapatkan kulit yang keras seperti batok kelapa yang berisi daging berwarna putih. Daging inilah yang digunakan sebagai bumbu masak.

Namun pada umumnya kluwek yang digunakan untuk memasak adalah kluwek berwarna hitam. Untuk membuatnya hitam, maka kluwek perlu diproses kembali agar didapat warna hitam. Di bawah ini ada beberapa cara supaya hasil keluwek
  1. Ambil biji kluwek sebanyak 20 biji, cuci, rebus selama 1 jam, keringkan. Ambil wadah tertutup, letakkan abu sekam di dasar wadah, letakkan kluwek, dan tutup kembali dengan abu sekam hingga seluruh permukaan tertutup abu. Diamkan selama 15 hari, bersihkan, kluwek siap digunakan.
  2. Biji kluwek dicuci bersih, direbus selama beberapa jam, didinginkan, di letakkan dalam lubang tanah yang ditutup tanah dan daun pisang selama 40 hari. Keluarkan dan bersihkan, akan diperoleh biji kluwek kecoklatan siap pakai.
Keluwek  biasanya dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, daging bumbu kluwek, brongkos, serta sup konro. Buah pucung yang belum menjadi kluwek juga bisa dijadikan makanan yang sering disebut blibar. Proses pembuatan blibar sendiri perlu keahlian khusus agar racun yang ada bisa ternetralisir dan pucung bisa dikonsumsi tanpa membahayakan.

Dari petani, biasanya pucung dijual pad pengepul masih dalam keadaan belum diolah, baru nanti setelah terkumpul pada umumnya para pengepullah yang memproses pucung menjadi kluwek. Harga pucung per 1 kg nya dijual sekitar 9.000. Baru setelah pucung menjadi kluwek harga akan lebih mahal sekitar 14.000.

Itulah sekilas mengenai buah pucung dan proses pengolahan pucung menjadi keluwek. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi pembaca semuanya yang kebetulan belum mengetahui apa itu buah pucung.

Tuesday, April 20, 2021

Kolang Kaling Dan Proses Pengolahannya

Pohon aren atau enau (Arenga Pinnata) merupakan pohon yang menghasilkan bahan-bahan industri. Hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan karena nilai ekonomi dan salah satu manfaat yang didapat dari ponon aren adalah Kolang-kaling.

Kolang kaling, bagi anda yang menyukai manisan maupun es buah tentunya sudah tidak asing lagi dengan kolang kaling. Buah kolang kaling dapat anda temui dengan mudah di pasar, terutama pasar tradisional bayak pedagang yang menjualnya terutama kalau di bulan ramadhan.

Kolang-Kaling

Kolang-kaling pada bahas Belanda desebut juga dengan Glibbertjes, yang artinya adalah buah dari pohon aren (Arenga pinnata). Buah kolang-kaling ini dikenal mempunyai kadar air yang cukup tinggi, yaitu hingga 93 %. Selain airnya biji kolang-kaling juga memiliki kandungan protein sebesar 0,69 %, serta kandungan karbohidarat sebesar 4 gram. Buah kolang-kaling ni juga kaya akan kandungan potasium, besi, kalium, vitamin A, vitamin B, vitamin C.

Ok, kembali ke pokok bahasan tentang proses pengolahan kolang-kaling. Walaupun memang seperti yang kita ketahui bahwa buah kolang kaling ini sangat populer dengan dijadikan campuran es buah ataupun cendol, buah yang semakin ramai ketika hadir bulan puasa ini, namun sebagian dari anda terutama bagi yang tinggal di perkotaan tentunya belum tau cara pengolahan nya. Silahkan anda baca dengan seksama bagimana proses pengolahan kolang-kaling ini agar anda tau bagaimana para petani menghasilkan buah kolang-kaling yang siap untuk dikonsumsi.

Berikut cara pengolahannya  :

1.  Memilih Buah  :  Untuk menghasilkan kolang-kaling yang pas, biasanya para petani terlebih dahulu mengambil satu buah kolang-kaling dari tandannya, kemudian membelahnya untuk mengetahui apakah buah kolang-kaling tersebut sudah siap untuk diolah atau belum atau mungkin malah sudah kadaluarsa, kenapa demikian,?... karena kalau buah masih terlalu muda hasilnya akan kurang maksimal, begitupun juga kalau buah sudah terlau tua karena kolang-kaling tidak bisa dikonsumsi.
  • Buah yang masih terlalu muda  :   Apabila buah masih terlalu muda, buah kolang-kaling belum bisa diolah karena teksturnya masih terlalu lembek.
  • Buah yang siap diolah  :  Ciri-ciri buah kolang-kaling yang siap untuk diolah adalah, tekstur buah sudah kenyal, nah buah inilah yang siap untuk diolah.
  • Buah yang sudah kadaluarsa  :  Buah yang sudah kadaluarsa ciri-cirinya sudah keras bila diambil sudah menyerupai batu akik, buah yang sudah seperti ini tidak bisa lagi untuk diolah, biasanya oleh para petani buah ini dibiarkan saja sampai berguguran sendiri, ataupun menjadi santapan musang. Musang luwak diketahui sebagai salah satu hewan yang menyukai buah enau  ini, dan secara tidak langsung berfungsi sebagai hewan pemencar biji enau, ini salah satu pengembang biakkan pohon aren secara alami dengan bantuan binatang. 
2.  Mengambil Buah  :  Setelah didapat buah yang pas untuk diolah, para petani akan mengambil buah yang pas tersebut dari pohon aren (bagi anda yang tida biasa jangan coba-coba memegang buah kolang kaling ini, karena bila getahnya mengenai kulit maka anda akan merasakan gatal-gatal yang amat sangat). Setelah buah diambil dari pohonnya kemudian para petani akan membawanya pulang untuk diolah namun ada juga yang langsung mengolahnya di sekitar pohon aren tersebut tentunya dengan membawa peralatan yang dibawanya dari rumah. Dalam satu pohon aren bisa terdapat beberapa tandan buah kolang-kaling yang siap untuk diolah. Setiap satu tandan buah kolang-kaling bisa menghasilkan sekitar 15 sampai dengan 25 kg kolang-kaling yang siap untuk dikonsumsi.

http://kemejingnet.blogspot.com

3.  Merebus Buah  :  Untuk menghasilkan kolang-kaling yang siap untuk dikonsumsi, buah kolang-kaling perlu direbus sekitar 30 menit, karena dalam satu tandan terdapat banyak buahnya tentunya perlu waktu berulang-ulang untuk merebusnya.
Kenapa Buah kolang-kaling perlu direbus,?  :
  • Mempermudah cara pengambilan biji kolang-kalingnya.
  • Menghilangkan ras gatal dari getahnya.
  • Biji kolang-kaling siap untuk dikonsumsi walaupun belum diolah menjadi makanan lain.
4.  Mengambil Bijinya  :  Setelah buah direbus sekitar 30 menit kemudian diambilah biji kolang-kaling tersebut dengan cara membelahnya, dalam satu buah kolang-kaling bisa terdapat 2 biji dan paling banyak 3 biji kolang-kaling. Sampai tahap ini pengolahan Buah kolang-kaling sudah selesai dan tinggal merendam biji-biji yang sudah terkumpul tersebut dengan air bersih selama 1 malam dan kolang-kaling siap untuk dikonsumsi untuk dijadikan, manisan, kolak, campuran es buah atau dijual ke pasar.

http://kemejingnet.blogspot.com

Demikian cara pengolahan kolang-kaling, semoga bisa menambah wawasan kita semua, dan tentunya bisa menambah pengetahuan kita tentang kekayaan alam yang ada di Negeri kita Indonesia.

Saturday, March 27, 2021

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Untuk menghasilkan gula aren yang siap dikonsumsi, tentunya melalui beberapa proses tahapan yang harus dilakukan dan salah satunya yaitu penyadapan nira. Namun yang akan saya bahas disini adalah proses pengolahan nira menjadi gula aren.





Proses Pengolahan Gula Aren

1. Setelah nira diambil setiap pagi dan sore hari, para petani nira lalu untuk menghasilkan gula aren, nira lalu dipanaskan dalam tungku selama kurang lebih 5-6 jam.

Gula-Aren

2. Setelah kira-kira 5-6 jam dan nira suda mulai mengental barulah gula aren siap untuk dicetak kedalam cetakan.

Gula-Aren

3. Cetakan yang umum dipakai oleh para petani umumnya terbuat dari tempurung kelapa, namun ada juga yang menggunakan bambu dan dakon.

Gula-Aren

4. Setelah gula aren dalam cetakan mengering, barulah gula bisa diambil, dalam penyimpanan gula aren, biasaya para petani membalutnya dengan daun jati atau dengan daun pisang yang sudah mengering (kelaras bahasa jawa). Hal itu dilakukan agar kondisi gula tetap kering dan baik sebelum dijual.

Pada saat ini harga gula aren dari petani dalam kisaran harga 15 sampai dengan 17 ribu. Para petani biasanya menjual gula aren pada pedagang pengepul maupun dijual ke pasar tradisional.

Demikian proses pengolahan gula aren yang bisa saya sampaikan, semoga memberi wawasan dan pengetahuan Anda, terutama bagi Anda yang belum tahu tentang gula aren. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Salam manis seperti gula aren.

Tuesday, March 16, 2021

Hutan Adalah Sumber Kehidupan

Mendengar kata "hutan" dalam benak setiap orang pasti akan muncul beragam bayangan. Pepohonan besar penghasil kayu. alam nan indah sekaligus mengerikan, Tebing dan jurang dengan sungai sungai yang besar, Banyak binatang buas berkeliaran, semisal ular, harimau dan sebagainya.

Namun sosok hutan bukanlah sekedar "bayang-bayang" itu, melainkan suatu ciptaan dan karunia Tuhan YME yang nilainya tiada terkira bagi kehidupan di muka bumi ini. Hutan adalah tulang punggung alam semesta, ekosistem yang rumit, tempat unsur-unsur yang tak terbilang banyaknya, sama-sama hidup dan saling mempengaruhi.

Hutan

Hutan memainkan peranan penting dalam keseimbangan biologis alam. Unsur-unsur itu meliputi pohon, perdu, semak-semak, dan tumbuhan lainnya, binatang, jasad renik, tanah dengan semua bahan organik dan anorganik, air dan iklim mikronya.

Berikut ini beberapa alasan mengapa hutan sangat berharga bagi kehidupan  :

  1. Menghasilkan oksigen sekitar 5 ton O2/ha/tahun. Untuk kepentingan hutan itu sendiri dikonsumsi 2,5 ton. Sisanya yang 2,5 ton bebas dikonsumsi oleh manusia, kurang lebih untuk kebutuhan 10 orang.
  2. Menyerap zat-zat yang berbahaya, seperti karbon dioksida, belerang dioksida dan zat-zat beracun lainnya. Seratus meter persegi hutan dapat menyerap 400 kg CO2/tahun dan mengubahnya menjadi oksigen.
  3. Dengan segala macam tumbuhan yang ada didalamnya, hutan membantu mengurangi tingkat kebisingan, dan melindungi kualitas kehidupan manusia.
  4. Mengubah suhu pada musim panas, hutan mengurangi temperatur yang tinggi. Sementara pada musim dingin hutan membantu meningkatkan suhu rendah. Hutan dapat menyimpan sinar matahari, dan menggurangi sinar yang menerobos ke tanah.
  5. Mengurangi bencana akibat angin kencang.
  6. Meningkatkan curah hujan, mengubah kelembaban udara dari halimun (kabut) menjadi hujan.
  7. Melindunggi tanah dari erosi, sehingga mengurangi bahaya banjir di daerah dataran.
  8. Memperkaya kandungan air tanah dan sumber mata air.
  9. Meningkatkan kualitas air. Air dari hutan sangat bersih, tanpa kandungan garam omonium, nitrat dan bakteri, dengan unsur-unsur kandungan mineral lebih bermanfaat dan tingkat pH yang baik.
  10. Mengurangi penguapan tanah, Meningkatkan kelembaban yang menyebabkan banyak tumbuh dan hidup beragam tanaman dan binatang. Meningkatkan kualitas tanah tanpa menghilangkan unsur-unsur di dalamnya. Unsur-unsur organik (daun, cabang, dan sebagainya) yang berguguran ke tanah dan akan meningkatkan mutu tanah.
  11. Memeberi perlindungan bagi segenap flora dan fauna. Hutan menciptakan kondisi yang baik bagi kelangsungan hidup beragam jenis binatang dan tanaman, sehingga memelihara keaneka ragaman hayati.
  12. Menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Tajuk daun yang rimbun bisa mengurangi sinar matahari langsung, menyerap sinar inframerah. Dengan demikian sinar matahari di hutan kaya kan sinar hijau yang menyejukkan.
  13. Memproduksi biomas yang benar, seperti kayu, rumput dan dedaunan. Hutan juga bisa digunakan untuk tempat bersantai menikmati indahnya alam dalam suasana yang sepi bebas polusi dan kaya akan udara segar serta keindahan.
Hutan memberikan kesempatan kerja yang luas, sehingga mengurangi pengangguran. Tidak bisa dipungkiri kalau hutan membantu meningkatkan kualitas hidup manusia.Hilangnya areal hutan merupakan masalah yang harus menjadi perhatian. Ancaman terhadap hutan terutama disebabkan kebakaran. Periode musim panas dengan curah hujan rendah merupakan saat rawan kebakaran sekaligus ancaman bagi hutan dan segala bntuk kehidupan didalamnya.

Kerusakan akibat kebakaran hutan, ditambah dengan penjarahan hutan secara besar-besaran jelas akan mendatangkan malapetaka, ekonomi, dan lingkungan serta kualitas hidup umat manusia khususnya di Indonesia. Untuk menanggulanginya marilah kita jaga hutan kita bersama-sama.

Friday, March 5, 2021

Perbedaan Gula Aren/Gula Merah Dan Gula Jawa/Gula Kelapa

Petanimillenial.com - Perbedaan Gula Aren/Gula Merah Dan Gula Jawa/Gula Kelapa. Bagi orang yang belum begitu faham akan gula tradisional, kebanyakan pasti mengira kalau gula aren dan gula jawa itu sejenis atau sama saja. Namun pada kenyataanya gula aren dan gula jawa itu beda, karena dihasilkan dari pohon yang berbeda pula.

Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira, Sedangkan gula jawa adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon kelapa. Adapun dari segi fisik dan rasa, ada beberapa perbedaan yang sangat kentara dari kedua jenis gula ini.

Ciri Ciri Gula Aren
  • Gula aren dibuat dari hasil penyadapan nira pohon aren.
  • Gula aren lebih gelap dibandingkan gula kelapa. Warnanya agk cokelat kehitaman
  • Gula aren memiliki aroma gula yang sangat khas keharumannya.
  • Pada umumnya, gula aren dicetak agak besar, dengan menggunakan tempurung kelapa.
Perbedaan Gula Aren Dan Gula Jawa
Gula Aren/Gula Merah

Karena memiliki aroma yang khas, gula aren sering digunakan untuk berbagai macam bahan makanan dan juga minuman khas daerah, seperti campuran kopi dan juga bandrek dan yang lainnya.

Baca Juga :  Proses Pengolahan Gula Aren

Ciri Ciri Gula Jawa/Kelapa
  • Gula jawa terbuat dari nira yang diambil dari pohon kelapa.
  • Warna gula jawa atau gula kelapa terlihat lebih terang, cokelat agak kuning keputihan.
  • Adapun aroma tidak begitu mencolok seperti gula aren.
  • Rasa gula jawa juga tidak terlalu manis seperti gula aren.
  • Hasil cetakan gula jawa lebih kecil, biasanya dicetak dengan menggunakan dakon maupun potongan bambu (Namun tidak semua tempat sama)
Perbedaan Gula Aren Dan Gula Jawa
Gula Jawa/Gula Kelapa
Dari perbedaan tersebut, tentunya kedua jenis gula yang dihasilkan dari fermentasi nira itu mempunyai ciri khas sendiri-sendiri. Pilihan orang pun berbeda-beda dalam mengkonsumsi gula ini, ada yang lebih suka gula aren, namun ada juga yang lebih memilih gula jawa.

Dalam memilih jenis gula tradisional sebaiknya Anda juga harus berhati-hati, karena saat ini banyak gula yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia serta gula yang dihasilkan dari daur ulang yang sudah ditambah dengan bahan gula pasir.

Itulah Perbedaan Gula Aren Dan Gula Jawa, semoga artikel ini bermanfaat bagi semua. Mengenai gula hasil daur ulang akan saya ulas pada artikel selanjuntnya, Salam Petani Millenial

Thursday, March 4, 2021

Sirih Cina Atau ketumpang air,Tumbuhan Ini Sering Dianggap Gulma, Ternyata Banyak Manfaatnya

 

Daun Sirih Cina/Ketumpang Air

  • Sirih cina, atau sirih bumi, atau ketumpang air dan sebutan nama-nama lokal lain biasa dibuang atau dicabut begitu saja, tanpa dimanfaatkan. Ternyata, tanaman ini kaya manfaat, superfood. Ia tanaman obat-obatan juga bisa jadi sayur alias menu makanan.
  •  Tumbuhan ini seringkali dianggap gulma karena kerap tumbuh di sela-sela tanaman budidaya. Ia biasa tumbuh liar di pot, pinggir sungai, pekarangan atau halaman sekitar rumah, terutama di tempat udara lembab ketika musim hujan.
  •  Septiana Kurniasari, Dosen Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura mengatakan, sirih cina mengandung beberapa senyawa, antara lain, minyak essensial, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid.
  •  Tumbuhan ini secara tradisional bermabffat dalam mengobati beberapa penyakit, seperti abses, bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal dan sakit perut. Manfaat lain juga sebagai obat sakit kepala, dan demam.   
  •  

 

 

Ada yang menyebut tumbuhan ini sirih cina atau ketumpang air. Ada juga bilang sirih bumi. Masih banyak nama-nama lokal dari tumbuhan dengan nama latin Peperomia pellucida ini.

Tumbuhan ini seringkali dianggap gulma karena kerap tumbuh di sela-sela tanaman budidaya. Ia biasa tumbuh liar di pot, pinggir sungai, pekarangan atau halaman sekitar rumah, terutama di tempat udara lembab ketika musim hujan.

Ketika mengecek lapak-lapak penjualan online, sirih cina mulai diperjualbelikan dengan harga bervariasi, dan lumayan tinggi, per kilogram ada sampai lebih Rp75.000. Satu batang bibit ada seharga Rp500, Rp1.000, dan beberapa batang ada yang Rp3.000 atau lebih.

Sabhana Azmy, sarjana Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor mengatakan, sirih cina merupakan tumbuhan herbal dari Amerika Serikat tetapi tumbuh liar dan mudah didapat di Indonesia. Ia biasa muncul di pekarangan, atau tempat lembab

“Tetapi juga banyak ditemui di sawah dan tepi parit.”


 

Daunnya berbentuk seperti daun sirih tetapi lebih kecil dan lebih tebal serta berair dengan tekstur lunak. Juga mempunyai perakaran dangkal dan batang sekulen (berair) berwarna cerah. “Tinggi tumbuhan sekitar 15 cm-45 cm,” katanya, kepada Mongabay, baru-baru ini.

Heyne (1987) dalam buku berjudul “Tumbuhan Berguna Indonesia” menjelaskan, tumbuhan ini setinggi 10–20 cm dengan batang tegak, lunak dan berwarna hijau muda. Daun tunggal dengan kedudukan spiral, bentuk lonjong, panjang 1-4 cm, lebar 1,5–2 cm, ujung runcing, pangkal bertoreh, tepi rata, pertulangan melengkung, permukaan licin, lunak, dan berwarna hijau.

Bunga berbentuk bulir, terletak di ujung batang atau di axila daun, panjang bulir 2–3 cm, tangkai lunak, berwarna putih kekuningan. Akar serabut, putih dan perakaran tidak dalam.

Ketumpang air merupakan tumbuhan tidak terlalu berair alias sedikit kering. Bahkan, tumbuhan ini biasa ditemukan menempel pada tembok atau gulma di pot-pot bunga.

 

Manfaat sirih cina?

Ganiyat Oloyede, Patricia Onocha, dan Bamidele B Olaniran Universitas Ibadan, dalam buku ‘Skrining fitokimia, toksisitas, antimikroba dan antioksidan ekstrak daun sirih cina dari Nigeria’ menyebutkan, tumbuhan ini secara tradisional bermanfaat dalam mengobati beberapa penyakit, seperti abses, bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal dan sakit perut. Manfaat lain juga sebagai obat sakit kepala, dan demam.


 

Hasil penelitian Susie O Sio menyatakan, tumbuhan ini sebagai alternatif pengobatan asam urat.

Menurut Mappa, T., H.J., E. and K.N., 2013, dalam hasil penelitian berjudul “Formulasi Gel Ekstrak Daun Sasaladahan (Peperomia pellucid L.) dan Uji Efektivitasnya terhadap Luka Bakar pada Kelinci pada Jurnal Ilmiah Farmasi, memberikan penjelasan sirih cina ini sebagai obat penyembuhan luka.

Lalu, peneliti dari Institut Teknologi California Eric J Fielding Sebastien Leprince, dan Anthony Sladen dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis dalam penelitiannya menjelaskan, potensi tumbuhan suruhan sebagai senyawa antikanker, antimikroba dan antioksidan.

Septiana Kurniasari, Dosen Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura mengatakan, sirih cina mengandung beberapa senyawa, antara lain, minyak essensial, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid.

“Dari kandungan itu, sirih cina memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri, sebagai antiseptik dan antimikroba,” katanya kepada Mongabay, baru-baru ini.

Dalam pengobatan tradisional, katanya, sirih cina bermanfaat dalam mengobati beberapa macam penyakit, seperti bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal dan sakit perut.

“Bisa juga untuk obat sakit kepala, demam, asam urat, menyembuhkan luka, antikanker dan antihipertensi,”katanya Nia, sapaan akrabnya.

 

Nissa Wargadipura, pendiri Pesantren Ekologi Ath Thaariq, Garut, mengenal tumbiuhan ini sebagai sirih bumi. Sirih cina atau sirih bumi ini termasuk wildfood atau pangan liar. “Sirih bumi ini masuk superfood. Meskipun, mungkin di kalangan petani dianggap gulma. Kenapa? Bisa jadi rantai pengetahuan lokal tentang ini sudah hampir terputus. Maka ini tugas kita untuk menginformasikan lewat media apapun, katanya.

Sirih bumi ini, sebenarnya termasuk tanaman obat, seperti buat menurunkan darah tinggi, mendinginkan dingin perut kalau panas. “Kalau panas dalam, obatnya ini. Cara mengkonsumsinya, bisa dimakan langsung atau buat minuman macam teh. Kalau untuk pangan ia satu bahan untuk pecel.”

Nissa dan keluarga biasa jadikan sirih bumi sebagai obat maupun makanan. “Kami biasa untuk bakwan. Bahan bakwan harus dicampur dengan makanan yang lain.”

Tanaman ini, katanya, bisa dikonsumsi semua dari akar, batang daun dan buah. “Jadi bahan pecel sangat enak.”

Wednesday, March 3, 2021

Memepercepat Pohon Agar Cepat Berbuah

Alkisah pada jaman dahulu kala di tanah Jawa ada sebuah cerita tentang peristiwa gerhana bulan. Cerita ini akhirnya menjadi sebuah mitos yang sampai sekarangpun masih ada yang menggunakan tradisi tersebut.

Dalam mitos tersebut dikisahkan bahwa terjadinya gerhana bulan disebabkan karena adanya seorang raksasa yang berusaha menelan bulan yang ditandai dengan terlihatnya fenomena bentuk korona bulan yang tidak utuh seperti tercaplok dalam cengkeraman mulut raksasa. Untuk itu warga desa perlu untuk menggurungkan niat raksasa tersebut dengan cara menabuh kentongan bertalu-talu untuk menghalau agar sang bulan segera dilepaskan oleh sang raksasa sehingga bumi menjadi terang kembali.

Ada hal yang menarik dalam tradisi ini, selain membunyikan kentongan merekapun beramai-ramai mencari pohon-pohon tanamannya terutama yang lama tak kunjung berbuah untuk dibangunkan dari tidurnya dengan cara memukul-mukul pangkal batangnya. Dengan demikian maka si pohon akan dapat ikut menyaksikan peristiwa itu, dan sebagai rasa terima kasih terhadap tuannya yang membangunkannya maka si pohon pun akan segera berbuah.

Mitos-Buah

Dalam kisah mitos diatas bila dipandang sekilas utamanya bila dihubungkan dengan gejala alam dalam ilmu Falak memang tidaklah ketemu nalar. Namun dibalik itu apabila dicermati ternyata terdapat sebuah nasehat terselubung pada masyarakat yang pada waktu itu kebanyakan hidup secara agraris dan suatu kiat agar selalu tersedia bahan pangan yang berkesinambungan dari sawah dan tegalannya.

Adapun substansi pada kiat tersebut pada hakekatnya adalah memacu tanaman yang dalam hal ini adalah pohon yang sudah berumur fisiologis berbuah atau pohon yang lama tak kunjung menghasilkan akan segera berbuah. Dan cara inipun bila dihubungkan dengan teknik pertanian ternyata ada juga benarnya.

Sebagaimana diketahui dalam batang tanaman terdapat 2 macam berkas pembuluh pengangkutan yang fungsinya mungkin mirip dengan pembuluh darah yakni pembuluh darah tapis (pholem) dan pembuluh kayu (xylem).

Pembuluh tapis letaknya dalam kulit dan berfungsi untuk mengangkut hasil asimilasi dari daun untuk didistribusikan ke seluruh sel tanaman kebawah,. sedangkan  berkas pembuluh kayu letaknya pada bagian kayu yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat-zat terlarut dari akar keatas. Dengan demikian maka kiranya nenek moyang kita pada jaman dahulu walaupun hanya dengan menggunakan nalurinya tetapi ternyata cukup cerdas juga menyiasati filosofi tanaman.

Faktanya dengan memukul-mukul batang pohon bagian bawah maka kulit batang akan terluka sehingga berkas pembuluh tapis (pholem) yang ada di dalamnyapun menjadi terputus. Dengan terputusnya pembuluh tapis ini maka proses pengangkutan hasil asimilasi berupa glukosa sebagai pembentuk bermacam-macam karbohidrat seperti, gula, pati dan senyawa organik lain seperti protein, lemak dan lain-lain menjadi tidak bisa sampai ke bawah.

Hasil-hasil asimilasi ini sebetulnya dapat didistribusikan merata keseluruh sel dan akan menjadi terakumulasi pada sel-sel tersebut yang oleh tanaman digunakan untuk memacu tumbuhnya pembungaan yang nantinya akan menjadi buah yang digunakan untuk menyimpannya sebagi cadangan makanan.

Hal serupa masih sering terjadi dan bisa dijumpai di daerah pedesaan yakni ada sementara petani yang mungkin berdasarkan mitos atau tradisi tertentu mereka melakukannya dengan membungkus batang pohon buahnya menggunakan tikar usang yang diikat dengan kawat ataupun dipaku dan sebagainya. Kiat itupun pada hakekatnya sama seperti hal yang sudah disebutkan diatas yaitu mengganggu aktivitas pembuluh tapis (pholem) agar pohon cepat berbuah.

Pada bulan Januari-Februari berdasarkan hitungan pranoto-mongso kejawen adalah tiba mongso kepitu. pada mongso ini oleh para petani masih dipercayai dan dianggap tabu untuk melakukan penanaman, karena banyaknya cacing yang keluar dari sarangnya.

Secara logika dalam hal ini memang dapat dimaklumi karena ketika mongso ini tiba biasanya antara hujan deras dan terik panas saling bergantian dan itu menjadikan buruknya aerasi tanah akibat tingginya kelembaban dan suhu di dalam tanah. Dalam hal ini proses pernafasan akar tanaman baru untuk menghasilkan energi yang digunakan menyerap hara disekitarnya menjadi tidak optimal, sehingga tanaman baru akan terhambat pertumbuhannya (tidak cepat bangun)

Itulah mitos-mitos kejawen didalam hal tumbuhan. Percaya nggak percaya tentang mitos-mitos tersebut, tergantung kita yang menyikapi dari sudut mana kita memandangnya. Sekian, semoga bermanfaat.

Monday, June 12, 2017

Harga Vanili Melambung Tinggi, Banyak Petani Yang Gigit Jari

Vanili yang dahulu di masa jayanya sempat disebut dengan emas hijau karena harganya yang melambung tinggi, kini sebutan itu pantas untuk disandangya kembali. Pasalnya saat ini harga vanili kemabali melambung tinggi dan bahkan melampaui harga emas yang sebenarnya. Melambungnya harga vanili saat ini, bisa dikatakan membuat para petani yang dulu berbudidaya vanili menjadi gigit jari.

Kenapa banyak petani yang gigit jari dengan melambungnya harga vanili ini?

Sedikit flashback ke beberapa tahun yang lalu, harga vanili sempat tinggi sebelum akhirnya harga vanili turun drastis yang tadinya ratusan ribu perkilonya hingga hanya puluhan ribu saja. Dengan turunya harga vanili yang sangat signifikan, banyak petani yang berbudidaya vanili kemudian tidak lagi tertarik untuk merawatnya.

Disaat harga vanili murah dan banyak petani yang lalai memelihara tanaman vanilinya, kini tiba-tiba harga vanili kembali melambung tinggi,  tentu saat ini banyak petani budidaya vanili yang gigit jari karena tidak lagi bisa panen vanili di saat harganya melambung kembali.

Vanili-Emas-Hijau

Harga Vanili Basah

Vanili memiliki harga yang berbeda atara vanili basah dan vanili kering, di Jawa Tengah, tepatnya di tempat saya tinggal di Kabupaten Purworejo, harga vanili basah mencapai 700 ribu rupiah per kilogramnya.  Harga tersebut bisa saja terus naik dengan kondisi permintaan pasar yang semakin meningkat.

Harga Vanili Kering

Sedangkan untuk harga vanili kering di tempat saya tinggal saat ini mencapai 1 juta rupiah per kilogramnya.  Harga tersebut akan terus meningkat dengan kondisi pasar yang ada. Seperti yang banyak diberitakkan media online besar, harga vanili di Sulawesi Utara bisa mencapai 3,7 juta per kilogramnya.

Ada sesuatu yang bisa dipetik dari melambungnya harga vanili ini, yaitu "Jangan Pernah Menyia-nyiakan Sesuatu". Hal ini lah yang tidak sadar ataupun sadar telah dilakukan oleh banyak petani yang tadinya memiliki tanaman vanili. Di saat harga vanili turun drastis banyak petani yang meyia-nyiakannya, giliran kini harganya melambung tinggi, petani hanya bisa gigit jari karena tidak lagi memiliki vanili.

Sebenarnya disaat harga vanili murah di tempat saya tinggal harga vanili juga masih lumayan karena masih dikisaran puluhan ribu. Namun karena terbiasa dengan harga vanili yang tinggi, kemudian vanili menjadi terlupakan dan tidak dirawat lagi.

Dengan melambungnya harga vanili, tentu akan banyak lagi petani yang membudidayakan vanili seperti dulu lagi dan mudah-mudahan harga vanili akan tetap stabil sampai kapanpun agar para petani budidaya vanili bisa merasakannya.

Bagaimana, Anda tertarik untuk menjadi petani budidaya vanili, jika iya, silahkan baca artikel saya yang sebelumnya tentang Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Monday, May 8, 2017

Vanili, Emas Hijau Yang Kini Memudar

Vanili, Emas Hijau Yang Kini Memudar. Vanili atau nama latinya (Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan. Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong. Tanaman vanili dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian di Meksiko, negara asal tanaman tersebut. Nama daerah dari vanili adalah Panili atau Perneli. (Wkipedia)

Vanili

Pohon Vanili
Vanili pernah juga disebut emas hijau karena harhanya yang mahal mirip dengan harga emas, namun itu dulu sekitar tahun 90 an sampai dengan tahun 2000. Sekarang kepopuleran vanili sedikit memudar karena harganya yang anjlok di pasaran.

Pohon vanili biasa tumbuh melekat pada pohon atau tonggak yang telah disediakan oleh si penanan. Batang tanaman vanili kira-kira sebesar jari, berwarna hijau, agak lunak, beruas dan berbuku. Panjang rata-rata 15 cm. 

Daun Vanili
Daun vanili merupakan daun tunggal. Letaknya berselang-seling pada masing-masing buku. Warnanya hijau terang, dengan kepanjangan 10-25 cm serta lebar 5-7 cm. Bentuk daun pipih, berdaging, bulat telur, jorong atau lanset dengan ujung lancip. Tulang daun sejajar, tampak setelah daun tersebut tua atau mengering, sedangkan pada waktu daun masih muda tidak jelas kelihatan.

Bunga Vanili
Rangkaian bunga vanili adalah bunga tandan yang terdiri dari 15-20 bunga. Bunga keluar dari ketiak daun bagian pucuk batang. Bentuk bunganya duduk, berwarna hijau-biru agak pucat, panjang 4-8 cm dan berbau agak harum.

Bunga vanili terdiri dari 6 daun bunga (3 sepal, 3 petal) yang terletak dalam dua lingkaran. Daun bunga bagian luar (sepal) sedikit lebih besar daripada bagian dalam petal. Satu dari petalnya berubah bentuk, menggulung seperti corong yang disebut bibir (rostelum).

Buah-Dan-Bunga-Vanili

Reproduksi Vanili
Agar vanili bisa menhasilkan buah perlu mendapatkan bantuan manusia untuk mengawinkan. Putik pada bunga vanili tertutup oleh bibir, sehingga penyerbukan secara alamiah terhalang, kepala sari (anther) berisi dua butir tepung sari, letaknya lebih tinggi daripada kepala putik. Keistimewaan dari bunga vanili yaitu kepala putiknya berisi cairan perekat. Bila tepung sari diletakkan disana akan segera menempel dan terjadilah pembuahan.

Bunga vanili yang telah mekar hanya dapat bertahan satu hari. Jika bunga yang telah mekar itu tidak segera dikawinkan, akan layu dan kemudian rontok. Oleh sebab itu harus sering keliling kebun untuk mengontrol perkembangan vanili.

Saat yang baik untuk mengawinkan bunga vanili adalah pada pagi hari. Hari-hari basah dan kering sekali tidak baik untuk penyerbukan. Berhasil atau tidaknya penyerbukan akan tampak setelah dua atau tiga hari. Bunga yang berhasil diserbuki akan berubah warnanya menjadi lebih pucat. Enam buah daun bunganya akan layu tetapi tangkai bunganya tetap menempel pada tandan bunga. Bunga yang tidak berhasil diserbuki akan gugur. Setelah terjadi pembuahan antara 10-15 buah, bunga pada tandan yang masih kuncup sebaiknya dipangkas, agar zat makanan yang dihisap oleh tanaman diakumulasikan pada pembentukan dan pembesaran buah.

Pada waktu bunga mekar, panjang bakal buah 2-4 cm dengan garis tengah 5 mm. Satu minggu setelah penyerbukan bakal buah itu dapat mencapai panjang 8-10 cm. Lima minggu kemudian buah telah mencapai panjang maksimal 20-25 cm, dengan garis tengah 1,5 cm. Setelah buah mencapai perkembangan yang maksimal, lima atau enam bulan kemudian buah akan masak.

Warna buah mula-mula hijau muda, kemudian hijau tua disertai dengan garis-garis kuning menjelang masak. Buah yang telah masak berwarna coklat tua. Jika dibiarkan masak di pohon, buah akan pecah menjadi dua bagian, dan menyebarkan aroma vanili. Biji buah kecil-kecil, banyak sekali jumlahnya, berwarna hitam dan berukuran kira-kira 0,2 mm.

Cara Budidaya
Untuk membudidayakan pohon vanili sangatlah muda, potong batang vanili sekitar2 atau tiga ruas dan tanam pada tempat yang basah, akan lebih baik lagi bila ditanam di polybag, dan ketika telah tumbuh tunas barulah dipindahkan ke ladang penanaman.

Demikian mengenai Vanili si emas hijau yang kini memudar, semoga untuk tahun-tahun kedepan harga vanili akan kembali naik, agar para petani yang membudidayakan tanaman vanili kembali bergairah dalam merawatnya. Sekian semoga bermanfaat.

Search This Blog