Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

12 Tipe Tumbuhan Hias Gantung Ini Dapat Mempercantik Suasana Rumah

Bahagia berkebun serta memandang mekarnya bunga di halaman? Hobi menanam bunga memanglah identik dengan keelokan, atmosfer fresh serta bau semerbak yang membuat perasaan bahagia riang. Tetapi bila keadaan rumah ataupun taman tidak membolehkan, tumbuhan hias gantung dapat jadi pemecahan peningkat semangat serta keelokan di rumah.

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Tuesday, April 20, 2021

Kolang Kaling Dan Proses Pengolahannya

Pohon aren atau enau (Arenga Pinnata) merupakan pohon yang menghasilkan bahan-bahan industri. Hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan karena nilai ekonomi dan salah satu manfaat yang didapat dari ponon aren adalah Kolang-kaling.

Kolang kaling, bagi anda yang menyukai manisan maupun es buah tentunya sudah tidak asing lagi dengan kolang kaling. Buah kolang kaling dapat anda temui dengan mudah di pasar, terutama pasar tradisional bayak pedagang yang menjualnya terutama kalau di bulan ramadhan.

Kolang-Kaling

Kolang-kaling pada bahas Belanda desebut juga dengan Glibbertjes, yang artinya adalah buah dari pohon aren (Arenga pinnata). Buah kolang-kaling ini dikenal mempunyai kadar air yang cukup tinggi, yaitu hingga 93 %. Selain airnya biji kolang-kaling juga memiliki kandungan protein sebesar 0,69 %, serta kandungan karbohidarat sebesar 4 gram. Buah kolang-kaling ni juga kaya akan kandungan potasium, besi, kalium, vitamin A, vitamin B, vitamin C.

Ok, kembali ke pokok bahasan tentang proses pengolahan kolang-kaling. Walaupun memang seperti yang kita ketahui bahwa buah kolang kaling ini sangat populer dengan dijadikan campuran es buah ataupun cendol, buah yang semakin ramai ketika hadir bulan puasa ini, namun sebagian dari anda terutama bagi yang tinggal di perkotaan tentunya belum tau cara pengolahan nya. Silahkan anda baca dengan seksama bagimana proses pengolahan kolang-kaling ini agar anda tau bagaimana para petani menghasilkan buah kolang-kaling yang siap untuk dikonsumsi.

Berikut cara pengolahannya  :

1.  Memilih Buah  :  Untuk menghasilkan kolang-kaling yang pas, biasanya para petani terlebih dahulu mengambil satu buah kolang-kaling dari tandannya, kemudian membelahnya untuk mengetahui apakah buah kolang-kaling tersebut sudah siap untuk diolah atau belum atau mungkin malah sudah kadaluarsa, kenapa demikian,?... karena kalau buah masih terlalu muda hasilnya akan kurang maksimal, begitupun juga kalau buah sudah terlau tua karena kolang-kaling tidak bisa dikonsumsi.
  • Buah yang masih terlalu muda  :   Apabila buah masih terlalu muda, buah kolang-kaling belum bisa diolah karena teksturnya masih terlalu lembek.
  • Buah yang siap diolah  :  Ciri-ciri buah kolang-kaling yang siap untuk diolah adalah, tekstur buah sudah kenyal, nah buah inilah yang siap untuk diolah.
  • Buah yang sudah kadaluarsa  :  Buah yang sudah kadaluarsa ciri-cirinya sudah keras bila diambil sudah menyerupai batu akik, buah yang sudah seperti ini tidak bisa lagi untuk diolah, biasanya oleh para petani buah ini dibiarkan saja sampai berguguran sendiri, ataupun menjadi santapan musang. Musang luwak diketahui sebagai salah satu hewan yang menyukai buah enau  ini, dan secara tidak langsung berfungsi sebagai hewan pemencar biji enau, ini salah satu pengembang biakkan pohon aren secara alami dengan bantuan binatang. 
2.  Mengambil Buah  :  Setelah didapat buah yang pas untuk diolah, para petani akan mengambil buah yang pas tersebut dari pohon aren (bagi anda yang tida biasa jangan coba-coba memegang buah kolang kaling ini, karena bila getahnya mengenai kulit maka anda akan merasakan gatal-gatal yang amat sangat). Setelah buah diambil dari pohonnya kemudian para petani akan membawanya pulang untuk diolah namun ada juga yang langsung mengolahnya di sekitar pohon aren tersebut tentunya dengan membawa peralatan yang dibawanya dari rumah. Dalam satu pohon aren bisa terdapat beberapa tandan buah kolang-kaling yang siap untuk diolah. Setiap satu tandan buah kolang-kaling bisa menghasilkan sekitar 15 sampai dengan 25 kg kolang-kaling yang siap untuk dikonsumsi.

http://kemejingnet.blogspot.com

3.  Merebus Buah  :  Untuk menghasilkan kolang-kaling yang siap untuk dikonsumsi, buah kolang-kaling perlu direbus sekitar 30 menit, karena dalam satu tandan terdapat banyak buahnya tentunya perlu waktu berulang-ulang untuk merebusnya.
Kenapa Buah kolang-kaling perlu direbus,?  :
  • Mempermudah cara pengambilan biji kolang-kalingnya.
  • Menghilangkan ras gatal dari getahnya.
  • Biji kolang-kaling siap untuk dikonsumsi walaupun belum diolah menjadi makanan lain.
4.  Mengambil Bijinya  :  Setelah buah direbus sekitar 30 menit kemudian diambilah biji kolang-kaling tersebut dengan cara membelahnya, dalam satu buah kolang-kaling bisa terdapat 2 biji dan paling banyak 3 biji kolang-kaling. Sampai tahap ini pengolahan Buah kolang-kaling sudah selesai dan tinggal merendam biji-biji yang sudah terkumpul tersebut dengan air bersih selama 1 malam dan kolang-kaling siap untuk dikonsumsi untuk dijadikan, manisan, kolak, campuran es buah atau dijual ke pasar.

http://kemejingnet.blogspot.com

Demikian cara pengolahan kolang-kaling, semoga bisa menambah wawasan kita semua, dan tentunya bisa menambah pengetahuan kita tentang kekayaan alam yang ada di Negeri kita Indonesia.

Friday, March 26, 2021

Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

Dengan turunnya harga vanili yang drastis, hal itu menyebabkan para petani, sekarang ini kurang berminat untuk membudidayakannya lagi. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, karena bisa-bisa tanaman vanili akan serta produksi vanili akan semakin berkurang.

Kalau dilihat dari propeknya sebenarnya budidaya vanili itu sangat menguntungkan, apalagi jika suatu saat harga vanili kembali naik lagi seperti dulu. Memang budidaya vanili itu memerlukan perlakuan yang sedikit ekstra karena untuk menghasilkan buah vanili kita harus melakukan penyerbukan dengan cara mengawinkan bunga vanili.

BUAH VANILI



Cara Pembibitan Vanili

Untuk mendapatkan bibit vanili bisa dilakukan dengan cara memencarkan pohon vanili yang sudah ada, karena sangat jarang ada penjual bibit vanili di pasaran, kalaupun tentu kita harus mendatangi para petani budidaya vanili.

Adapun untuk memperbanyak bibit vanili, bisa dilakukan dengan dua cara yaitu  :

1. Cara pembibitan vanili yang pertama adalah dengan memencarkan langsung pohon vanili yang ada dan langsung ditanam di lahan. Caranya, potong pohon panili dengan panjang 3-4 ruas, kemudian langsung ditanam dilahan pada saat musim penghujan tiba.

Adapun cara yang pertama ini, kadang kurang efektif, karena tingkat pertumbuhannya bisa kurang maksimal.

2. Cara pembibitan vanili yang kedua, adalah dengan cara menanamnya terlebih dahulu didalam polybag. Adapun caranya  :
  • Siapkan polybag yang telah diisi dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang.
  • Ambil pohon vanili kemudian potong-potong 3-4 ruas.
  • Tanam potongan pohon vanili pada polybag.
  • Setelah pohon vanili ditanam di polybag, kemudian tutup dengan plastik (Dicungkup).
  • Buka cungkup setelah kurang lebih 2 minggu.
  • Setelah dua minggu, vanili pasti sudah tumbuh, tunas muda disetiap ruasnya.
  • Rawat bibit vanili dalam polybag dengan baik, dengan cara disiram air secukupnya setiap hari.
  • Jika tunas muda telah memanjang, baru bibit vanili siap untuk ditanam dilahan, tentunya penanaman vanili yang bagus adalah saat musim penghujan mulai tiba.
Cara yang kedua ini bisa dibilang cukup efektif dalam pertumbuhannya dibandingkan dengan cara yang pertama, karena pohon vanili yang ditanam di polybag terlebih dahulu tentu telah memiliki akar yang cukup kuat ketika nantinya dipindah kelahan, selain itu bibit vanili dalam polybag telah tumbuh tunasnya.
BUNGA VANILI
                                                      

Cara Penanaman Vanili

Pohon vanili biasa ditanam dengan cara menempatkan pada pohon yang nantinya akan dijadikan merambat pohon vanili. Untuk memudahkan nantinya dalam proses mengawinkan bunganya, sebaiknya pohon vanili ditanam pada pohon induk yang tidak terlalu tinggi.

Bila Anda ingin membudidayakan vanili dengan serius, sebaiknya Anda telah mempersiapkan lahan yang sudah ditanami pohon yang akan dijadikan rambatan. Sedangkan untuk pohon rambatannya Anda bisa memanfaatkan pohon Gamal atau yang sering disebut dengan "Resede".

Pohon Resede adalah pohon yang sering diambil daunnya untuk makanan ternak kambing. Pohon resede ini sangat cocok bila digunakan untuk rambatan pohon vanili karena teksturnya yang tidak terlalu tinggi.

Demikian Cara Budidaya Vanili yang bisa Ceritatani sampaikan, walau harga buah vanili saat ini sedikit menurun, tidak ada salahnya kalau pohon vanili ini tetap dibudidayakan, siapa tau suatu saat harga vanili akan naik kembali, dan bahkan bisa melampaui harga emas, karena dulu vanili sepat disebut-sebut sebagai Emas Hijau. Semoga bermanfaat dan Salam Tani.


Thursday, March 18, 2021

Beberapa Penyebab Tanaman Porang busuk dan Cara Pencegahannya

PetaniMillenial.com - Porang masih menjadi tren pertanian saat ini, bukan hanya karena soal harga dan adanya pasar tapi juga jadi solusi pertanian didaerah dataran tinggi. Terlebih pergantian musim yang tidak menentu, porang menjadi tanaman yang kuat dimusim kering.

Ada kendala yang kini mulai jadi keresahan petani porang yaitu porang busuk, porang dimakan ulat, batang porang menguning, tanaman porang membusuk, daun porang kering mengapa itu terjadi dan bagaimana menanganinya?

Berikut penyebab dari beberapa masalah porang diatas, yaitu:


 

1. Terlalu lembab
Porang asalnya adalah tanaman liar yang mampu beradaptasi dengan baik dilingkungan dengan kelembaban kurang hingga kering. Terlalu banyak air malah akan berefek buruk pada tanaman porang, itulah sebabnya tanaman porang lebih agus ditanam didataran tinggi.

Cara penanganan:
Jika menanam porang di lingkungan dengan sumber air dan kelembaban tinggi, maka buatkan pundukan yang tinggi untuk tanaman porang yang memungkinkan batang porang jika dilalui air tidak tergenang.

Jika menanam dipolybag, maka usahakan jangan terlalu sering diberi air cukup tanah terlihat basah maksimal 1 kali sehari saja.

2. Jarak tanam sempit
Jarak tanam terlalu sempit tidak bagus untuk tanaman berdaun lebar, hal itu dapat menutupi sinar matahari masuk ke tanah akibatnya batang berjamur dan busuk, sinar matahari penting untuk mengontrol kelembaban.

Cara penanganan:
Tanam porang dengan jarak tertentu dimana matahari dapat menyinari tanah batang porang. Berdasarkan berbagai sumber jarak tanam yang pas yautu 1m x 30 cm. 1 meter jarak samping dan 30 cm berbaris jika menggunakab pundukan dilahan terbuka. Tidak terkecuali pada porang polybag.

Untuk yang sudah terlanjur, menurut kami daripada nanti berefel buruk lebih baik di pindahkan dan buatkan jarak tanam baru.

3. Katak yang ditanam masih muda
Penyebab benih tidak tumbuh bertunas dan busuk salah satunya adalah katak benih yang ditanam masih muda.

Cara Penanganan:
Pastikan katak yang ditanam sudah layak tanam, menurut petani porang berpengalaman katak tanam layak porang yaitu yang jatuh langsung dari pohonnya untuk memastikan dapat ditanam dengan baik.

4. Umbi yang ditanam belum habis masa istirahat atau dormannya.
Menanam porang mudah perawatannyapun mudah, namun menanam porang harus mengikuti sedikita aturan agar dapat tumbuh dengan baik. Porang memiliki masa istirahat setelah dipanen, artinya tidak dapat langsung ditanam, porang yang belum siap tanam dan dipaksakan bisa jadi sebab porang membusuk tidak tumbuh.

Cara Penanganan:
Ikuti aturan penanaman, tanam porang dibulan 9 dan paling lambat bulan 10. Pastikan be ih porang yang akan ditanam sudah melewati beberpa bulan masa panen.

5. Umbi tanaman yang masih seger/blum masa panen.

Nah bagi anda para pemula jika ingin membeli benih porang, jangan membeli atau menanam benih porang hasil caplok dari porang yang batangnya masih hidup segar atau belum masa panen. Gunakan benih porang dari hasil panen yang benar dan baik. Seperti poin 4 porang memiliki masa istirahat apalagi jika langsung di ambil dari batang segar.

6. Penyimpanan umbi
Tidak kalah penting penyimpanan umbi hasil panen, jangan disekap ditempat dimana sirkulasi udara tertutup, pastikan umbi disimpan ditempat sirkulasi udara baik atau sedikit mendapat penyinaran matahari, umbi tidak ditumpuk padat.

Cara penanganan:
Pastikan tempat penyimpanan tidak lembab, jika anda membeli umbi dengan pengiriman jarak jauh gunakan kardus atau bahan dimana tidak terlalu kedap udara yang membuat umbi atau benih disekap.

7. Umbi keinjak sehingga umbi penyok rusak bagian dalamnya.

Hati-hati jangan sampai benih keinjak penyok yang membuat bagian dalamnya koyak, ini akan berakhir menjadi busuk atau tidak tumbuh ketika ditanam.

8. Selain cara-cara penangan diatas,
Jika menemukan umbi porang dimakan ulat atau rusak, segera dipisahkan, dijemur dan dipotong bagian yang rusak agar tidak menulari yang lain.

Kesimpulannya:
Penyebab tanaman porang busuk yaitu:

  • Terlalu lembab
  • Jarak tanam sempit
  • Katak yang ditanam masih muda
  • Umbi yang ditanam belum habis masa istirahat atau dormannya
  • Umbi tanaman yang masih seger/blum masa panen.
  • Penyimpanan umbi tidak baik
  • Umbi keinjak sehingga umbi penyok rusak bagian dalamnya

Bisa tambahkan tips dan pengalaman anda dibawah, terimakasih.

 

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

 

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.


SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl,intensitas cahaya 40-50 %, dengan suhu 22-30 0C, curah hujan ideal 1.500 – 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 – 7.

PEMBIBITAN
Pilih bibit tanaman yang subur, segar, sehat, daun banyak, batang kokoh, bebas hama & penyakit, percabangan 2-4 arah dan ada tunas baru
 



PERSIAPAN LAHAN
 
Pembukaan lahan sebaiknya pada musim kemarau. Bersihkan alang-alang dan gulma lain serta tanaman keras yang mengganggu masuknya sinar matahari. Lahan miring sebaiknya dibuat terasering. Buat saluran-saluran pembuangan air. Berikut ini hal-hal yang berkaitan dengan persiapan lahan :

Jarak Tanam Jarak tanam yang umum 8 x 12 m atau 10 x 10 m
Tanaman pelindung diperlukan jika budidaya dilakukan dalam Skala luas di tempat terbuka,tanaman yang bisa digunakan antara lain lamtoro, turi, gamal, sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan.
Lubang Tanam ukuran 50 cm2. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama + 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang matang 20 kg + 5 gr Natural GLIO + 10 kg Dolomit sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam.

PENANAMAN
Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . 1 botol

SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk lalu siramkan setiap pohon atau siramkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air per pohon.

PENGAIRAN
Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanaman berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Penyiraman paling baik pagi hari.

PEMANGKASAN
Pangkas terhadap tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas. Durian dengan teknologi organik NASA

PEMUPUKAN
Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat, misal sebagai berikut : Umur (Hari) Pukan (kg/ph) NPK (kg/ph) Frekuensi per-tahun 1-3 30-50 0.5-1.0 3-4 4-6 75-150 1.5-2.5 2-3 15-10 200-300 3.0-5.0 1-2 Pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi. Waktu pemupukan pupuk kandang sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman. Siramkan pupuk organik SUPERNASA (0-3 thn) dan POWER NUTRITION (diatas 3 thn) dengan cara sesuai di atas . Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot. Pertumbuhan Durian yang telah menggunakan Produk Organik NASA Pohon Durian yang telah menggunakan Produk NASA, pertumbuhan buah duriannya sangat lebat.

PEMBUAHAN DI LUAR MUSIM
Caranya mengatur pembungaan di setiap pohon durian per blok, yaitu jika menginginkan panen durian bulan Agustus – November, maka sekitar bulan Maret tanaman pada blok diberi pupuk 1,5-2 kg NPK + 1 sendok makan POWER NUTRITION per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali. Selain itu kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika waktu pengeringan turun hujan, tanah di sekeliling tanaman dalam radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air. Setelah bunga mekar dan menjadi buah atau 2 bulan setelah bunga mekar, tanaman diberi pupuk NPK dosis 0,5 – 1 kg per tanaman. Setelah terbentuk buah, usahakan tanaman tidak mengeluarkan tunas daun karena dapat menyebabkan terjadinya perebutan unsur hara antara buah dan daun, sehingga perlu disiram POWER NUTRITION lagi (1 botol untuk 30-50 pohon).

PENYERBUKAN
Tidak semua bunga bisa menjadi buah karena bunga durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga tidak banyak serangga penyerbuk. Selain itu juga tidak semua bunga durian muncul secara bersamaan, padahal penyerbukan berhasil jika serbuk sari dan kepala putik harus matang secara bersamaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penyerbukan buatan, caranya sapukan kuas halus pada bunga mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan varietas yang lain.

PERAWATAN BUAH
Penyeleksian buah setelah berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik, jarak ideal buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Untuk mencegah kerontokan buah setelah buah berumur 10 hari sejak terbentuk, lebih bagus jika diberikan pupuk makro NPK (0,5-1 kg/pohon) ditambah POWER NUTRION (1 botol untuk 30-50 pohon).


PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
 
1. Penggerek Batang (Batocera sp. , Xyleutes sp.) Menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Pengendalian; sanitas kebun, potong dan musnahkan batang, dahan, atau ranting yang parah terserang, tutup bekas lubang gerekan dengan kapas yang sudah diberi PESTONA + POC NASA atau disemprotkan.
2. Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis ) Gejala buah menjadi busuk berulat dan akhirnya rontok. Semprotkan sejak awal dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 sejak buah berumur 1 minggu, Gunakan perangkap Natural METILAT.
3. Kutu Putih ( Pseudococus sp.) Hama ini menyerang dengan mengisap cairan dan bisa sebagai pembawa penyakit embun jelaga dan penyebaran dibantu semut. Gejala serangan daun keriting dan merana, sehingga bunga dan buah bisa rontok. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
4. Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.) Ketiga ulat menyerang dengan cara memakan daun sehingga berlubang dan rusak. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
5. Penyakit Kanker Batang (Phytophthora palmivora) Gejala serangan adanya luka yang mengeluarkan lendir warna merah pada kulit batang bagian bawah dekat tanah. Setelah batang busuk, pucuk-pucuk tanaman akan mengering, daun layu dan rontok, dan akhirnya mati. Pengendalian dengan sanitasi kebun, memperlebar jarak tanam, menekan gulma, pemangkasan, sejak awal sebelum tanam sebarkan Natural GLIO atau oleskan pada batang yang luka kemudian tutup dengan parafin, kerok batang terserang sampai warna coklat tidak kelihatan kemudian semprot PESTONA + POC NASA.
6. Penyakit Busuk Akar (Jamur Fusarium sp.) Jika dibelah, pada bagian korteks akan tampak warna coklat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak coklat. Tanaman yang terserang dimusnahkan dan dibakar serta bekas lubang tanam ditaburi kapur + Natural GLIO, perbaiki sistem drainase serta sejak awal pakai Natural GLIO sebagai pencegahan.
7. Penyakit Bercak Daun (Jamur Colletotrichum sp.) Gejala adanya bercak-bercak besar kering pada daun tanaman yang akhirnya berlubang. Potong daun terserang, semprotkan Natural GLIO + POC NASA sebagai pencegahan gunakan fungisida berbahan aktif tembaga.
8. Penyakit Jamur Upas (pink disease) Gejala munculnya cairan kuning pada bagian batang terserang dan diselimuti dengan benang-benang jamur berwarna mengkilat berbentuk seperti laba-laba sehingga menyebabkan kematian pada batang. Potong bagian terserang, kurangi kelembaban, Oleskan Natural GLIO + POC NASA pada bagian terserang atau fungisida berbahan aktif tembaga
9. Penyakit Akar Putih (JamurRigodoporus lignosus) Daun kuning kemudian coklat sebelum akhirnya mengerut dan gugur. Buang semua tanaman inang dari areal kebun, gunakan Natural GLIO sebagai pencegahan.
10. Penyakit Busuk Buah ( Jamur Phytophthora sp.) Gejala adanya bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk dan pada bagian terserang terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih. Gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai tindakan pencegahan, sanitasi kebun. Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki. Buah Durian sebesar Helm Full face.

PEMANENAN
Waktu panen berbeda tergantung jenis varietas. Jenis monthong sekitar 125 – 135 hari setelah bunga mekar, jenis chanee sekitar 110 – 116 hari setelah bunga mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Cara penen dengan memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah.
info dan pemesanan pupuk

Tuesday, March 16, 2021

Hutan Adalah Sumber Kehidupan

Mendengar kata "hutan" dalam benak setiap orang pasti akan muncul beragam bayangan. Pepohonan besar penghasil kayu. alam nan indah sekaligus mengerikan, Tebing dan jurang dengan sungai sungai yang besar, Banyak binatang buas berkeliaran, semisal ular, harimau dan sebagainya.

Namun sosok hutan bukanlah sekedar "bayang-bayang" itu, melainkan suatu ciptaan dan karunia Tuhan YME yang nilainya tiada terkira bagi kehidupan di muka bumi ini. Hutan adalah tulang punggung alam semesta, ekosistem yang rumit, tempat unsur-unsur yang tak terbilang banyaknya, sama-sama hidup dan saling mempengaruhi.

Hutan

Hutan memainkan peranan penting dalam keseimbangan biologis alam. Unsur-unsur itu meliputi pohon, perdu, semak-semak, dan tumbuhan lainnya, binatang, jasad renik, tanah dengan semua bahan organik dan anorganik, air dan iklim mikronya.

Berikut ini beberapa alasan mengapa hutan sangat berharga bagi kehidupan  :

  1. Menghasilkan oksigen sekitar 5 ton O2/ha/tahun. Untuk kepentingan hutan itu sendiri dikonsumsi 2,5 ton. Sisanya yang 2,5 ton bebas dikonsumsi oleh manusia, kurang lebih untuk kebutuhan 10 orang.
  2. Menyerap zat-zat yang berbahaya, seperti karbon dioksida, belerang dioksida dan zat-zat beracun lainnya. Seratus meter persegi hutan dapat menyerap 400 kg CO2/tahun dan mengubahnya menjadi oksigen.
  3. Dengan segala macam tumbuhan yang ada didalamnya, hutan membantu mengurangi tingkat kebisingan, dan melindungi kualitas kehidupan manusia.
  4. Mengubah suhu pada musim panas, hutan mengurangi temperatur yang tinggi. Sementara pada musim dingin hutan membantu meningkatkan suhu rendah. Hutan dapat menyimpan sinar matahari, dan menggurangi sinar yang menerobos ke tanah.
  5. Mengurangi bencana akibat angin kencang.
  6. Meningkatkan curah hujan, mengubah kelembaban udara dari halimun (kabut) menjadi hujan.
  7. Melindunggi tanah dari erosi, sehingga mengurangi bahaya banjir di daerah dataran.
  8. Memperkaya kandungan air tanah dan sumber mata air.
  9. Meningkatkan kualitas air. Air dari hutan sangat bersih, tanpa kandungan garam omonium, nitrat dan bakteri, dengan unsur-unsur kandungan mineral lebih bermanfaat dan tingkat pH yang baik.
  10. Mengurangi penguapan tanah, Meningkatkan kelembaban yang menyebabkan banyak tumbuh dan hidup beragam tanaman dan binatang. Meningkatkan kualitas tanah tanpa menghilangkan unsur-unsur di dalamnya. Unsur-unsur organik (daun, cabang, dan sebagainya) yang berguguran ke tanah dan akan meningkatkan mutu tanah.
  11. Memeberi perlindungan bagi segenap flora dan fauna. Hutan menciptakan kondisi yang baik bagi kelangsungan hidup beragam jenis binatang dan tanaman, sehingga memelihara keaneka ragaman hayati.
  12. Menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Tajuk daun yang rimbun bisa mengurangi sinar matahari langsung, menyerap sinar inframerah. Dengan demikian sinar matahari di hutan kaya kan sinar hijau yang menyejukkan.
  13. Memproduksi biomas yang benar, seperti kayu, rumput dan dedaunan. Hutan juga bisa digunakan untuk tempat bersantai menikmati indahnya alam dalam suasana yang sepi bebas polusi dan kaya akan udara segar serta keindahan.
Hutan memberikan kesempatan kerja yang luas, sehingga mengurangi pengangguran. Tidak bisa dipungkiri kalau hutan membantu meningkatkan kualitas hidup manusia.Hilangnya areal hutan merupakan masalah yang harus menjadi perhatian. Ancaman terhadap hutan terutama disebabkan kebakaran. Periode musim panas dengan curah hujan rendah merupakan saat rawan kebakaran sekaligus ancaman bagi hutan dan segala bntuk kehidupan didalamnya.

Kerusakan akibat kebakaran hutan, ditambah dengan penjarahan hutan secara besar-besaran jelas akan mendatangkan malapetaka, ekonomi, dan lingkungan serta kualitas hidup umat manusia khususnya di Indonesia. Untuk menanggulanginya marilah kita jaga hutan kita bersama-sama.

Sunday, March 14, 2021

Cara Budidaya Porang Dan Jenis Porang Yang Punya Nilai Ekonomi Tinggi

Pohon Porang

Porang merupakan tumbuhan tipe umbi yang bernilai ekonomi besar. Tumbuhan ini terkenal sebab cerita petaninya yang jadi miliarder sehabis sukses bisnis ekspor porang.


Kesuksesan si petani pasti tidak terlepas dari belajar metode tanam porang yang benar sekalian ketahui tipe porang yang laku di pasaran.

Bisa jadi sebagian warga Indonesia masih asing dengan tumbuhan satu ini. Di sebagian wilayah di Jawa, tumbuhan porang diketahui pula dengan nama iles- iles, suatu tumbuhan berjenis umbi dari spesies Amorphophallus Muelleri Blume.

Tumbuhan yang masih dikira liar ini memiliki banyak glukomannan, suatu zat gula lingkungan serta serat larut dari ekstrak pangkal tumbuhan.

Ekstrak ini setelah itu terbuat jadi tepung mannan yang bisa digunakan buat kebutuhan industri pangan semacam pembuatan konnyaku ataupun shirataki.

Tepung mannan pula banyak digunakan oleh industri farmasi, kertas, tekstil, karet, cat, kosmetik, plastik, pemurnian mineral, serta penjernihan air.

Tubuh Karantina Pertanian mengatakan tumbuhan porang bernilai strategis sebab memiliki kesempatan yang lumayan besar buat ekspor.

Tercatat, ekspor porang pada 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor Rp11, 31 miliyar ke Jepang, Cina, Vietnam, Australia, serta yang lain.

Dengan kemampuan ekonomi sebesar itu, sayangnya sepanjang ini porang belum banyak dibudidayakan walaupun berkembang produktif di Pulau Jawa. Buat itu, kesempatan membudidayakan porang pasti dapat dimanfaatkan buat menaikkan pundi- pundi rupiah Kamu.

Metode Tanam Porang yang Benar

A. Ketentuan Budidaya Tumbuhan Porang

Saat sebelum menanam terdapat 3 perihal yang wajib jadi atensi semacam berikut.

Tanah: Kriteria tanah buat menanam porang haruslah gembur, tidak sangat basah dengan kandungan pH tanah berkisar 6 sampai 7. Struktur tanah ialah pencampuran dengan tanah liat berpasir dan terbebas dari gulma.

Hawa: Hawa yang sesuai buat menanam porang merupakan dataran besar dengan ketinggian 100 sampai 600 mdpl, dengan kebutuhan sinar matahari yang lumayan.

Area: Tumbuhan porang memerlukan tumbuhan lain buat berkembang ialah inang ataupun tempat tumbuhan porang bernaung. Tipe tumbuhan yang baik menaungi tumbuhan porang merupakan pisang, jahe, pinang, mahoni, jati, serta sonokeling.

B. Tahapan Menanam Porang

Sehabis mengenali ketentuan budidaya porang, berikut tahapan menanam porang:

1. Bilas lahan

Keberadaan gulma di lahan hendak mengusik perkembangan tumbuhan porang. Kamu dapat menimbun rumput yang tercabut sampai membusuk di dalam tanah buat dimanfaatkan selaku pupuk natural.

2. Waktu Penanaman

Terdapat 2 masa waktu yang pas menanam porang. Bila memakai biji, masa hujan mulai Oktober sampai Desember merupakan waktu terbaik buat menanam porang.

Buat menanamnya, kamu wajib terlebih dulu melaksanakan pembibitan dengan menanam biji dalam polybag.

Bila pembibitan tidak hanya biji, hingga masa kemarau merupakan waktu terbaik buat metode menanam porang dari katak. Kamu tidak membutuhkan polybag bila menanam memakai umbi ataupun katak.

3. Jarak Tanam

Ada perbandingan jarak tanam pada tipe bibit porang. Jarak tanam ini hendak mempengaruhi pada waktu panen.

Bila menanam memakai tipe bibit katak hingga jarak tanam yang sempurna berkisar 35 sampai 80 centimeter, sebaliknya buat tipe umbi berkisar 35 sampai 90 centimeter.

Tetapi jarak tanam ini dapat diperlebar cocok kemauan apabila tipe umbi yang ditanam berdimensi lumayan besar.

Akumulasi ataupun perlebaran jarak hendak terus menjadi mempermudah proses panen dan membuat tumbuhan porang berbuah lebih banyak.

4. Metode menanam porang

Saat sebelum menanam, siapkan lahan bertanam porang terlebih dulu. Berikut langkah- langkah mempersiapkan lahan tanam buat porang:

Siapkan ajir ataupun batang bambu buat menegakkan tanaman

Buat jarak antar ajir 1 m x 1 m spesial buat bibit umbi serta katak

Setelahnya buat lubang tanam dengan dimensi 20 centimeter x 20 centimeter x 20 centimeter. Tetapi Kamu bisa menyesuaikannya dengan dimensi bibit yang dipakai

Masukkan bibit porong ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap atas

Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm

Selaku catatan, apabila memakai biji tipe katak hingga mata tunas jangan dibalik supaya tumbuhan bisa berkembang dengan baik.

Bila memakai biji, masukkan pangkal ke dalam lubang secara hati- hati supaya pangkal tumbuhan tidak rusak serta yakinkan menutup lubang dengan rata.

Bila memakai bibit umbi, Kamu tidak butuh sangat memedulikan peletakan bakal tunas menghadap atas ataupun dasar.

Pemberian pupuk dasar dicoba saat sebelum umbi ditanam dengan memakai pupuk bokashi yang dicampur dengan top soil sebanyak separuh kilo per lubang. Sebaliknya buat bibit katak, pupuk bokashi dicampur pada tanah dekat ajir.

C. Metode Pengembangbiakan Porang

Budidaya tumbuhan porang bisa dicoba secara vegetatif serta generatif. Paling tidak terdapat 3 metode buat mengembangbiakkan tumbuhan porang.

1. Pengembangbiakan Bintil ataupun Katak

Bibit katak tidaklah katak hewan, melainkan bintil porang yang timbul pada pangkal serta tangkai daun bercorak cokelat kehitaman.

Porang katak umumnya timbul dikala masa panen, katak setelah itu ditaruh hingga masa penghujan datang, kemudian tanam katak pada tanah yang sudah disiapkan.

2. Pengembangbiakan Biji ataupun Buah

Dalam kurun waktu 4 tahun porang hendak berbunga, setelah itu hendak berganti jadi buah ataupun biji. Satu tongkol buah sanggup menciptakan 250 butir yang bisa digunakan selaku bibit tetapi wajib disemai terlebih dulu.

3. Pengembangbiakan dengan Umbi

Buat porang yang berdimensi kecil dapat diperoleh dari hasil pengurangan tumbuhan porang yang telah rapat. Hasil pengurangan tumbuhan porang ini dapat dimanfaatkan kembali selaku bibit.

Sebaliknya buat umbi porang yang berdimensi besar, Kamu bisa membelahnya terlebih dulu jadi sebagian bagian. Setelahnya bagian itu dapat ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.

D. Pemupukan Tumbuhan Porang

Pupuk yang bagus buat tumbuhan porang merupakan memakai pupuk organik.

Pupuk organik terfermentasi umumnya digunakan pada sesi dini pemupukan, sebaliknya pupuk anorganik semacam NPK diberikan pada dikala tumbuhan porang berkembang besar.

Waktu sempurna buat memupuk tumbuhan porang merupakan sehabis lahan disiangi, sehingga nutrisi bisa terserap sempurna. Proses penyiangan ialah aktivitas pencabutan gulma yang terletak pada sela tumbuhan sekalian menggemburkan tanah.

Tipe Porang yang Laku di Pasaran

Porang tidak memiliki tipe tertentu, tetapi terdapat 4 tumbuhan yang menyamai persis porang sampai susah dibedakan.

Untuk pendatang baru yang membudidayakan porang, mungkin besar hendak terkecoh dari wujud daun, batang, serta yang lain. 4 tumbuhan seragam porang di antara lain, ialah:

Suweg( Amorphophallus campanulatus forma hortensis)

Walur( Amorphophallus campanulatus forma sylvestris)

Iles- iles puti( Amoraphophallus variabilis)

Blodor

Berikut identitas yang membedakan tumbuhan porang dengan 4 tumbuhan yang lain yang kerap rancu disamakan:

Porang:

Pohon Porang


Daun lebar dengan ujung daun lancip serta bercorak hijau muda

Kulit batang porang lebih halus serta bercorak belang hijau putih

Umbi pada porang tidak mempunyai bintil serta berserat halus bercorak kuning

Ada katak( bibit porang) di tiap pertemuan cabang

Suweng:

Pohon Suweg



Daun lebih kecil dengan ujung daun lancip bercorak hijau muda mengilap

Kulit pada batang terasa lebih agresif serta bercorak belang hijau putih

Umbi mempunyai bintil dengan serat halus bercorak putih

Tidak terdapat katak di tiap pertemuan cabang

Walur:

Daun kecil dengan ujung daun lancip bercorak hijau muda mengilap

Kulit batang agresif serta bercorak cenderung ungu hijau dengan garis- garis putih

Ada banyak bintil pada umbi serta terasa agresif, tetapi serat terasa halus bercorak putih

Tidak terdapat katak di tiap pertemuan cabang

Iles- iles putih:

Daun kecil dengan ujung runcing bercorak hijau tua

Kulit batang halus dengan warna keunguan

Ada bintil pada permukaan umbi, serat umbi terasa halus

Tidak terdapat katak di tiap pertemuan cabang

Perbandingan sangat mencolok merupakan, tumbuhan porang mempunyai bubil ataupun katak pada tiap pertemuan cabang daun. Tanpa terdapatnya bubil ataupun bibit porang, tumbuhan porang susah dibedakan.

Belajar metode menanam porang serta tipe porang yang laku dipasaran dapat jadi referensi kamu mengawali bisnis porang. Pasti trial and error hendak terjalin dalam proses menanam, tetapi dengan terus menggali data serta berupaya, usaha kamu tentu berbuah hasil. Selamat berupaya.

Monday, March 8, 2021

Cepokak atau terong pipit Pohon Terong Yang Awet Berbuah

Cepokak ataupun terong pipit merupakan terong yang berukukuran sangat kecil dibanding dengan terong terong yang lain. Wujud dari terong ini bundar kecil serta bercorak hijau. terong tipe ini umumnya berkembang secara liar di dekat aliran sungai ataupun ditengalan.

Walaupun ukurannya mini, terong ini memiliki sebagian manfaat. Terong ini bisa menyehatkan mata, memiliki sedikit zat besi, vit A, C serta B1. Tidak hanya itu di dalam terong pipit pula tercantum 2% protein, 0. 1% lemak, 7, 9 karbohidrat serta banyak memiliki fosfor.
 
Cepokak

Terong tipe ini biasanya sangat kokoh serta bisa bertahan lama di bermacam masa baik kemarau ataupun penghujan. Para pelakon pembibitan kerap berexperimen dengan menggunakan batang dasar dari terong ini buat dijadikan bahan bibit sambung.

Sebab ciri dari terong cepoka ataupun terong ini yang dapat berkembang kokoh serta tahan lama, hingga apabila disambung dengan terong sayur yang besar hingga hasilnya tumbuhan terong hendak kokoh serta dapat berbuah agak lama apabila dibanding dengan terong biasa pada biasanya.

Nah berikut ini hendak aku sampaikan tehnik menyambung terong Cepoka/ Terong mini dengan terong sayur. Buat lebih detailnya tentang metode pembibitan sambung Silahkan baca postingan Tehnik Pembuatan Bibit Okulasi serta Sambungan.

Bahan-bahan
  1. Bahan serta perlengkapan yang butuh dipersiapkan
  2. Tumbuhan/ batang dasar yang hendak disambung.
  3. Entres/ batang atas yang hendak disambungkan
  4. Pisau/ Silet
  5. Tali rafia
  6. Plastik
Metode Menyambung
  1. Potong batang dari terong cepoka/ terong mini( seleksi batang yang tegak lurus serta masih agak muda)
  2. Belah Kurang Lebih 3 cm
  3. Runcingkan entres/ batang atas menyamai pisau tatah. Gunting daun sampai tinggal 1/ 4 nya.
  4. Masukkan entres yang telah diruncingkan ke batang dasar yang telah dibelah tadi.
  5. Ikat dengan tali rafia pada sambungan, lilitan tali usahan dari dasar keatas.
  6. Tutup sambungan dengan plastik serta ikat.
  7. Tunggu 2- 3 minggu apabila sambungan tidak layu. berarti sambungan sukses serta plastik penutup telah boleh dibuka.
Cepokha

Supaya perawatan dapat optimal, hendaknya tanam di polybag yang besar serta dapat ditaruh di samping rumah sekalian selaku hiasan. Apabila ingin ditanam di polybag serta ingin disambung upayakan Chepoka ditanam semenjak kecil serta dikala tumbuhan telah agak besar barulah dicoba penyambungan..

Demikian tentang tumbuhan terong chepoka serta metode menyambungnya, mudah- mudahan saja dapat berguna, mohon maaf apabila banyak salah kata dalam penyampaian.

Friday, March 5, 2021

Perbedaan Gula Aren/Gula Merah Dan Gula Jawa/Gula Kelapa

Petanimillenial.com - Perbedaan Gula Aren/Gula Merah Dan Gula Jawa/Gula Kelapa. Bagi orang yang belum begitu faham akan gula tradisional, kebanyakan pasti mengira kalau gula aren dan gula jawa itu sejenis atau sama saja. Namun pada kenyataanya gula aren dan gula jawa itu beda, karena dihasilkan dari pohon yang berbeda pula.

Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira, Sedangkan gula jawa adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon kelapa. Adapun dari segi fisik dan rasa, ada beberapa perbedaan yang sangat kentara dari kedua jenis gula ini.

Ciri Ciri Gula Aren
  • Gula aren dibuat dari hasil penyadapan nira pohon aren.
  • Gula aren lebih gelap dibandingkan gula kelapa. Warnanya agk cokelat kehitaman
  • Gula aren memiliki aroma gula yang sangat khas keharumannya.
  • Pada umumnya, gula aren dicetak agak besar, dengan menggunakan tempurung kelapa.
Perbedaan Gula Aren Dan Gula Jawa
Gula Aren/Gula Merah

Karena memiliki aroma yang khas, gula aren sering digunakan untuk berbagai macam bahan makanan dan juga minuman khas daerah, seperti campuran kopi dan juga bandrek dan yang lainnya.

Baca Juga :  Proses Pengolahan Gula Aren

Ciri Ciri Gula Jawa/Kelapa
  • Gula jawa terbuat dari nira yang diambil dari pohon kelapa.
  • Warna gula jawa atau gula kelapa terlihat lebih terang, cokelat agak kuning keputihan.
  • Adapun aroma tidak begitu mencolok seperti gula aren.
  • Rasa gula jawa juga tidak terlalu manis seperti gula aren.
  • Hasil cetakan gula jawa lebih kecil, biasanya dicetak dengan menggunakan dakon maupun potongan bambu (Namun tidak semua tempat sama)
Perbedaan Gula Aren Dan Gula Jawa
Gula Jawa/Gula Kelapa
Dari perbedaan tersebut, tentunya kedua jenis gula yang dihasilkan dari fermentasi nira itu mempunyai ciri khas sendiri-sendiri. Pilihan orang pun berbeda-beda dalam mengkonsumsi gula ini, ada yang lebih suka gula aren, namun ada juga yang lebih memilih gula jawa.

Dalam memilih jenis gula tradisional sebaiknya Anda juga harus berhati-hati, karena saat ini banyak gula yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia serta gula yang dihasilkan dari daur ulang yang sudah ditambah dengan bahan gula pasir.

Itulah Perbedaan Gula Aren Dan Gula Jawa, semoga artikel ini bermanfaat bagi semua. Mengenai gula hasil daur ulang akan saya ulas pada artikel selanjuntnya, Salam Petani Millenial

Thursday, March 4, 2021

Berikut Ciri-Ciri Pohon Pisang Terkena Penyakit Dan Penyebabnya

Petanimillenial.com - Berikut Ciri-Ciri Pohon Pisang Terkena Penyakit Dan Penyebabnya. Penyakit pohon pisang umumnya disebabkan oleh bakteri jamur, penyakit ini serin disebut layu pusarium. Jenis penyakit lain yang sering menyerang pohon pisang adalah buahnya yang keras dan tidak bisa dikonsumsi. Penyakit ini sering disebut bangkak.

Keluhan yang paling banyak terjadi di kalangan petani budidaya pisang adalah, pohon pisang layu setelah ditanam, buah menjadi keras dan tidak bisa dikonsumsi. Adapun penyebab terjadinya penyakit pada pohon pisang bisa terjadi karena beberapa hal.

Ciri-Ciri Pohon Pisang Terkena Penyakit Dan Penyebabnya

Berikut ini beberapa penyebab penyebab terjadinya penyakit pada pohon pisang serta ciri-cirinya :

1. Penyebab Penyakit Pohon Pisang
  • Bibit yang ditanam telah terjangkit penyakit.
  • Drainase disekitar tanaman pisang kurang lancar.
  • Tertular karena alat misalnya, cangkul ataupun sabit.
  • Tertular karena serangga.
2. Ciri-ciri Pohon Pisang Terkena penyakit.

A. Ciri-ciri yang disebabkan jamur atau layu pusarium.
  • Daun yang paling tua pelepahnya patah.
  • Batang pisang pecah-pecah.
  • Bonggol/akar hitam.
B. Ciri-ciri yang disebabkan bakteri.
  • Daun utama/yang paling muda layu.
  • Pelepah ada cairan merah atau biasa disebut darah pisang.
  • Apabila salah satu pohon pisang sudah terserang penyakit, maka pohon yang lainpun dapat tertular juga. 

Adapun untuk mencegah tejadi penyakit pada pohon pisang dan cara penanggulangannya adalah dengan cara perawatan yang teliti, baik itu dari saat menentukan bibit pada awal tanam, serta cara perawatannya. Untuk lebih jelasnya bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit pada pohon pisang, silahkan Anda Baca Cara Mencegah Penyakit Pohon Pisang Dan Cara Penanggulangannya.

Demikian mengenai ciri-ciri pohon pisang yang terserang penyakit dan penyebabnya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Salam Tani.

Budidaya Pisang Peluang Menjanjikan

Budidaya Pisang Peluang Menjanjikan. Pisang adalah salah satu buah yang menjadi favorit bagi masyarakat Indonesia. Buah pisang bisa dijadikan berbagai jenis makanan olahan yang enak dikonsumsi. Tidaklah salah kalau jenis pertanian budidaya pisang juga sangat menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup para petani.

Namun pada umumnya para petani masih jarang yang mau menekuni budidaya ini secara serius dengan menanam jumlah pisang dalam jumlah yang banyak. Kebanyakan pohon pisang hanya ditanam sebagai pelengkap, misalnya dipingir sawah atau disekitar pekarangan.

Pohon-Pisang-Ambon

Harga buah pisang saat ini bisa dikatakan cukup bagus, apalagi dibulan-bulan tertentu, satu tandan pisang ambon yang bagus bisa mencapai harga 150 ribu. Melihat hal tersebut sebenarnya bertani pisang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik.

Kenapa saya katakan bertani pisang sangat menjanjikan?

Bisa anda kalkulasi sendiri apabila satu tandan buah pisang bisa laku katakanlah 50 ribu, bila Anda mempunyai 4 tandan pisang itu artinya hasil yang akan didapatkan berarti 200 ribu. Pasti Anda yang sedang membaca artikel ini akan menjawah "ah itu kan panennya tidaktidak bisa sering". Jawaban itu memang betul kalau Anda hanya memiliki beberapa rumpun pohon pisang saja.

Namun, bila anda memiliki lahan seluas 1 hektar dan kesemuanya ditanami pohon pisang, bisa Anda bayangkan berapa tandan buah pisang yang bisa Anda panen setiap harinya.

Berikut ini beberapa tips agar budidaya pisang bisa panen sesering mungkin  :

1. Sediakan lahan yang cukup luas untuk budidaya pisang.
2. Tanamlah pohon pisang secara teratur dengan jarak yang sesuai.
3. Rawat dengan baik agar pohon pisang tumbuh subur dan terhindar dari penyakit.
4. Pilihlah jenis pisang yang memiliki nilai jual tinggi.

Sering kali orang menilai kalau sesuatu yang bernilai sedikit itu kurang bagus untuk dikembangkan, namun sebenarnya walaupun nilainya sedikit tapi kalau jumlahnya banyak tentu hal itu hasil yang akan didapat juga banyak, dan itu adalah rumusnya orang berdagang.

Demikian pula dengan budidaya pisang ini, walau terkadang harga pisang kurang begitu mahal setiap tandannya, namun jika jumlahnya banyak tentu akan banyak juga hasil yang akan didapat dari berbudidaya pisang ini.

Demikian sekelumit tentang budidaya pisang yang ternyata juga menjanjikan bila memang dikelola dengan baik. Bagimana, Anda berniat untuk bertani pisang?, Selamat berkarnya semoga Anda menjadi orang yang sukses dari berbudidaya pisang. Sekian, semoga bermanfaat.

Sirih Cina Atau ketumpang air,Tumbuhan Ini Sering Dianggap Gulma, Ternyata Banyak Manfaatnya

 

Daun Sirih Cina/Ketumpang Air

  • Sirih cina, atau sirih bumi, atau ketumpang air dan sebutan nama-nama lokal lain biasa dibuang atau dicabut begitu saja, tanpa dimanfaatkan. Ternyata, tanaman ini kaya manfaat, superfood. Ia tanaman obat-obatan juga bisa jadi sayur alias menu makanan.
  •  Tumbuhan ini seringkali dianggap gulma karena kerap tumbuh di sela-sela tanaman budidaya. Ia biasa tumbuh liar di pot, pinggir sungai, pekarangan atau halaman sekitar rumah, terutama di tempat udara lembab ketika musim hujan.
  •  Septiana Kurniasari, Dosen Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura mengatakan, sirih cina mengandung beberapa senyawa, antara lain, minyak essensial, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid.
  •  Tumbuhan ini secara tradisional bermabffat dalam mengobati beberapa penyakit, seperti abses, bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal dan sakit perut. Manfaat lain juga sebagai obat sakit kepala, dan demam.   
  •  

 

 

Ada yang menyebut tumbuhan ini sirih cina atau ketumpang air. Ada juga bilang sirih bumi. Masih banyak nama-nama lokal dari tumbuhan dengan nama latin Peperomia pellucida ini.

Tumbuhan ini seringkali dianggap gulma karena kerap tumbuh di sela-sela tanaman budidaya. Ia biasa tumbuh liar di pot, pinggir sungai, pekarangan atau halaman sekitar rumah, terutama di tempat udara lembab ketika musim hujan.

Ketika mengecek lapak-lapak penjualan online, sirih cina mulai diperjualbelikan dengan harga bervariasi, dan lumayan tinggi, per kilogram ada sampai lebih Rp75.000. Satu batang bibit ada seharga Rp500, Rp1.000, dan beberapa batang ada yang Rp3.000 atau lebih.

Sabhana Azmy, sarjana Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor mengatakan, sirih cina merupakan tumbuhan herbal dari Amerika Serikat tetapi tumbuh liar dan mudah didapat di Indonesia. Ia biasa muncul di pekarangan, atau tempat lembab

“Tetapi juga banyak ditemui di sawah dan tepi parit.”


 

Daunnya berbentuk seperti daun sirih tetapi lebih kecil dan lebih tebal serta berair dengan tekstur lunak. Juga mempunyai perakaran dangkal dan batang sekulen (berair) berwarna cerah. “Tinggi tumbuhan sekitar 15 cm-45 cm,” katanya, kepada Mongabay, baru-baru ini.

Heyne (1987) dalam buku berjudul “Tumbuhan Berguna Indonesia” menjelaskan, tumbuhan ini setinggi 10–20 cm dengan batang tegak, lunak dan berwarna hijau muda. Daun tunggal dengan kedudukan spiral, bentuk lonjong, panjang 1-4 cm, lebar 1,5–2 cm, ujung runcing, pangkal bertoreh, tepi rata, pertulangan melengkung, permukaan licin, lunak, dan berwarna hijau.

Bunga berbentuk bulir, terletak di ujung batang atau di axila daun, panjang bulir 2–3 cm, tangkai lunak, berwarna putih kekuningan. Akar serabut, putih dan perakaran tidak dalam.

Ketumpang air merupakan tumbuhan tidak terlalu berair alias sedikit kering. Bahkan, tumbuhan ini biasa ditemukan menempel pada tembok atau gulma di pot-pot bunga.

 

Manfaat sirih cina?

Ganiyat Oloyede, Patricia Onocha, dan Bamidele B Olaniran Universitas Ibadan, dalam buku ‘Skrining fitokimia, toksisitas, antimikroba dan antioksidan ekstrak daun sirih cina dari Nigeria’ menyebutkan, tumbuhan ini secara tradisional bermanfaat dalam mengobati beberapa penyakit, seperti abses, bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal dan sakit perut. Manfaat lain juga sebagai obat sakit kepala, dan demam.


 

Hasil penelitian Susie O Sio menyatakan, tumbuhan ini sebagai alternatif pengobatan asam urat.

Menurut Mappa, T., H.J., E. and K.N., 2013, dalam hasil penelitian berjudul “Formulasi Gel Ekstrak Daun Sasaladahan (Peperomia pellucid L.) dan Uji Efektivitasnya terhadap Luka Bakar pada Kelinci pada Jurnal Ilmiah Farmasi, memberikan penjelasan sirih cina ini sebagai obat penyembuhan luka.

Lalu, peneliti dari Institut Teknologi California Eric J Fielding Sebastien Leprince, dan Anthony Sladen dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis dalam penelitiannya menjelaskan, potensi tumbuhan suruhan sebagai senyawa antikanker, antimikroba dan antioksidan.

Septiana Kurniasari, Dosen Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura mengatakan, sirih cina mengandung beberapa senyawa, antara lain, minyak essensial, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid.

“Dari kandungan itu, sirih cina memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri, sebagai antiseptik dan antimikroba,” katanya kepada Mongabay, baru-baru ini.

Dalam pengobatan tradisional, katanya, sirih cina bermanfaat dalam mengobati beberapa macam penyakit, seperti bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal dan sakit perut.

“Bisa juga untuk obat sakit kepala, demam, asam urat, menyembuhkan luka, antikanker dan antihipertensi,”katanya Nia, sapaan akrabnya.

 

Nissa Wargadipura, pendiri Pesantren Ekologi Ath Thaariq, Garut, mengenal tumbiuhan ini sebagai sirih bumi. Sirih cina atau sirih bumi ini termasuk wildfood atau pangan liar. “Sirih bumi ini masuk superfood. Meskipun, mungkin di kalangan petani dianggap gulma. Kenapa? Bisa jadi rantai pengetahuan lokal tentang ini sudah hampir terputus. Maka ini tugas kita untuk menginformasikan lewat media apapun, katanya.

Sirih bumi ini, sebenarnya termasuk tanaman obat, seperti buat menurunkan darah tinggi, mendinginkan dingin perut kalau panas. “Kalau panas dalam, obatnya ini. Cara mengkonsumsinya, bisa dimakan langsung atau buat minuman macam teh. Kalau untuk pangan ia satu bahan untuk pecel.”

Nissa dan keluarga biasa jadikan sirih bumi sebagai obat maupun makanan. “Kami biasa untuk bakwan. Bahan bakwan harus dicampur dengan makanan yang lain.”

Tanaman ini, katanya, bisa dikonsumsi semua dari akar, batang daun dan buah. “Jadi bahan pecel sangat enak.”

Wednesday, March 3, 2021

Mengenal Tanaman Porang, Tanaman yang Bikin Banyak Petani Kaya Mendadak

Petanimillenial.com.Tanaman porang tengah jadi perbincangan. Dahulu, tanaman jenis umbi-umbian ini hampir tak dilirik untuk dibudidaya. Bahkan di beberapa daerah, porang sering dianggap sebagai makanan ular. Umbi dari porang banyak dicari di pasaran luar negeri, seperti Jepang dan Korea. Tepung umbinya dipakai sebagai bahan baku kosmetik dan obat. Di Madiun, semenjak dibudidayakan petani dari tahun 1970-an, porang menjadi komoditas tanaman perkebunan yang menjanjikan bagi petani setempat. Harga porang iris kering yang terus melonjak dari tahun ke tahun menjadikan banyak petani yang banting setir menanam porang. Dikutip dari harian Kompas, 7 Mei 2013, hampir semua hasil umbi porang di Madiun diekspor sebagai bahan baku ramen atau mi tradisional Jepang, serta untuk bahan konyaku dan kosmetik. Namun, petani di Madiun menjual dalam bentuk umbi basah sehingga harganya rendah, sekitar Rp 2.500 per kilogram (kg). Setiap 1 hektar tanaman porang menghasilkan umbi basah hingga 16 ton, atau mendatangkan penghasilan sekitar Rp 40 juta.

Umbi Porang

 

Baca juga:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Porang, Tanaman yang Bikin Banyak Petani Jadi Miliarder", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2020/02/05/130900126/mengenal-porang-tanaman-yang-bikin-banyak-petani-jadi-miliarder?page=all.
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Baca Juga: Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Pendapatan yang diterima petani lebih besar bila bisa memberikan nilai tambah pada umbi porang. Caranya dengan mengolah jadi chips (irisan tipis) atau tepung. Chips porang dihargai hingga Rp 27.000 per kg dan tepung porang dihargai hingga Rp 600.000 per kg. Petani porang di Madiun pun menerima bantuan tiga alat pengolah porang jadi chips dari pemerintah pusat. Beberapa petani bahkan kaya-raya berkat tanaman ini. Paidi contohnya, petani porang asal Madiun yang sebelumnya berprofesi sebagai pemulung ini menjadi miliarder berkat porang. Kesuksesannya tak dibawa sendiri, dia juga mengajak petani-petani di kampung halamannya menanam porang. Awal mula perkenalannya dengan porang saat dia bertemu temannya di Desa Klangon, Kecamatan Seradan, Kabupaten Madiun. Di daerah itu, banyak petani membudidayakan porang. Dari informasi di internet, porang banyak dicari perusahaan-perusahaan besar dunia. "Setelah saya cek, ternyata porang menjadi bahan makanan dan kosmetik yang dibutuhkan perusahaan besar di dunia," ungkap PAIDI PORANG . Melihat peluang yang besar, dirinya pun berinisiatif menanam porang di kampung halamannya. Porang rupanya tumbuh subur di lahan perbukitan di desanya meski ditanam di bawah pohon jati. 

Pohon Porang

 

Baca Juga: Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Dalam satu hektar, Paidi bisa memanen umbi porang hingga 70 ton. Selain itu, di Jawa Timur, mulai banyak bermunculan pabrik pengolahan porang untuk diekspor. Ditanya omzet yang ia dapatkan dari pengembangan porang di Desa Kepel, Paidi mengatakan sudah mencapai miliaran rupiah. "Sudah di atas satu miliar," kata Paidi.

Tanaman porang tengah jadi perbincangan. Dahulu, tanaman jenis umbi-umbian ini hampir tak dilirik untuk dibudidaya. Bahkan di beberapa daerah, porang sering dianggap sebagai makanan ular. Umbi dari porang banyak dicari di pasaran luar negeri, seperti Jepang dan Korea. Tepung umbinya dipakai sebagai bahan baku kosmetik dan obat. Di Madiun, semenjak dibudidayakan petani dari tahun 1970-an, porang menjadi komoditas tanaman perkebunan yang menjanjikan bagi petani setempat. Harga porang iris kering yang terus melonjak dari tahun ke tahun menjadikan banyak petani yang banting setir menanam porang. Dikutip dari harian Kompas, 7 Mei 2013, hampir semua hasil umbi porang di Madiun diekspor sebagai bahan baku ramen atau mi tradisional Jepang, serta untuk bahan konyaku dan kosmetik. Namun, petani di Madiun menjual dalam bentuk umbi basah sehingga harganya rendah, sekitar Rp 2.500 per kilogram (kg). Setiap 1 hektar tanaman porang menghasilkan umbi basah hingga 16 ton, atau mendatangkan penghasilan sekitar Rp 40 juta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Porang, Tanaman yang Bikin Banyak Petani Jadi Miliarder", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2020/02/05/130900126/mengenal-porang-tanaman-yang-bikin-banyak-petani-jadi-miliarder?page=all.
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Tanaman porang tengah jadi perbincangan. Dahulu, tanaman jenis umbi-umbian ini hampir tak dilirik untuk dibudidaya. Bahkan di beberapa daerah, porang sering dianggap sebagai makanan ular. Umbi dari porang banyak dicari di pasaran luar negeri, seperti Jepang dan Korea. Tepung umbinya dipakai sebagai bahan baku kosmetik dan obat. Di Madiun, semenjak dibudidayakan petani dari tahun 1970-an, porang menjadi komoditas tanaman perkebunan yang menjanjikan bagi petani setempat. Harga porang iris kering yang terus melonjak dari tahun ke tahun menjadikan banyak petani yang banting setir menanam porang. Dikutip dari harian Kompas, 7 Mei 2013, hampir semua hasil umbi porang di Madiun diekspor sebagai bahan baku ramen atau mi tradisional Jepang, serta untuk bahan konyaku dan kosmetik. Namun, petani di Madiun menjual dalam bentuk umbi basah sehingga harganya rendah, sekitar Rp 2.500 per kilogram (kg). Setiap 1 hektar tanaman porang menghasilkan umbi basah hingga 16 ton, atau mendatangkan penghasilan sekitar Rp 40 juta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Porang, Tanaman yang Bikin Banyak Petani Jadi Miliarder", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2020/02/05/130900126/mengenal-porang-tanaman-yang-bikin-banyak-petani-jadi-miliarder?page=all.
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Memepercepat Pohon Agar Cepat Berbuah

Alkisah pada jaman dahulu kala di tanah Jawa ada sebuah cerita tentang peristiwa gerhana bulan. Cerita ini akhirnya menjadi sebuah mitos yang sampai sekarangpun masih ada yang menggunakan tradisi tersebut.

Dalam mitos tersebut dikisahkan bahwa terjadinya gerhana bulan disebabkan karena adanya seorang raksasa yang berusaha menelan bulan yang ditandai dengan terlihatnya fenomena bentuk korona bulan yang tidak utuh seperti tercaplok dalam cengkeraman mulut raksasa. Untuk itu warga desa perlu untuk menggurungkan niat raksasa tersebut dengan cara menabuh kentongan bertalu-talu untuk menghalau agar sang bulan segera dilepaskan oleh sang raksasa sehingga bumi menjadi terang kembali.

Ada hal yang menarik dalam tradisi ini, selain membunyikan kentongan merekapun beramai-ramai mencari pohon-pohon tanamannya terutama yang lama tak kunjung berbuah untuk dibangunkan dari tidurnya dengan cara memukul-mukul pangkal batangnya. Dengan demikian maka si pohon akan dapat ikut menyaksikan peristiwa itu, dan sebagai rasa terima kasih terhadap tuannya yang membangunkannya maka si pohon pun akan segera berbuah.

Mitos-Buah

Dalam kisah mitos diatas bila dipandang sekilas utamanya bila dihubungkan dengan gejala alam dalam ilmu Falak memang tidaklah ketemu nalar. Namun dibalik itu apabila dicermati ternyata terdapat sebuah nasehat terselubung pada masyarakat yang pada waktu itu kebanyakan hidup secara agraris dan suatu kiat agar selalu tersedia bahan pangan yang berkesinambungan dari sawah dan tegalannya.

Adapun substansi pada kiat tersebut pada hakekatnya adalah memacu tanaman yang dalam hal ini adalah pohon yang sudah berumur fisiologis berbuah atau pohon yang lama tak kunjung menghasilkan akan segera berbuah. Dan cara inipun bila dihubungkan dengan teknik pertanian ternyata ada juga benarnya.

Sebagaimana diketahui dalam batang tanaman terdapat 2 macam berkas pembuluh pengangkutan yang fungsinya mungkin mirip dengan pembuluh darah yakni pembuluh darah tapis (pholem) dan pembuluh kayu (xylem).

Pembuluh tapis letaknya dalam kulit dan berfungsi untuk mengangkut hasil asimilasi dari daun untuk didistribusikan ke seluruh sel tanaman kebawah,. sedangkan  berkas pembuluh kayu letaknya pada bagian kayu yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat-zat terlarut dari akar keatas. Dengan demikian maka kiranya nenek moyang kita pada jaman dahulu walaupun hanya dengan menggunakan nalurinya tetapi ternyata cukup cerdas juga menyiasati filosofi tanaman.

Faktanya dengan memukul-mukul batang pohon bagian bawah maka kulit batang akan terluka sehingga berkas pembuluh tapis (pholem) yang ada di dalamnyapun menjadi terputus. Dengan terputusnya pembuluh tapis ini maka proses pengangkutan hasil asimilasi berupa glukosa sebagai pembentuk bermacam-macam karbohidrat seperti, gula, pati dan senyawa organik lain seperti protein, lemak dan lain-lain menjadi tidak bisa sampai ke bawah.

Hasil-hasil asimilasi ini sebetulnya dapat didistribusikan merata keseluruh sel dan akan menjadi terakumulasi pada sel-sel tersebut yang oleh tanaman digunakan untuk memacu tumbuhnya pembungaan yang nantinya akan menjadi buah yang digunakan untuk menyimpannya sebagi cadangan makanan.

Hal serupa masih sering terjadi dan bisa dijumpai di daerah pedesaan yakni ada sementara petani yang mungkin berdasarkan mitos atau tradisi tertentu mereka melakukannya dengan membungkus batang pohon buahnya menggunakan tikar usang yang diikat dengan kawat ataupun dipaku dan sebagainya. Kiat itupun pada hakekatnya sama seperti hal yang sudah disebutkan diatas yaitu mengganggu aktivitas pembuluh tapis (pholem) agar pohon cepat berbuah.

Pada bulan Januari-Februari berdasarkan hitungan pranoto-mongso kejawen adalah tiba mongso kepitu. pada mongso ini oleh para petani masih dipercayai dan dianggap tabu untuk melakukan penanaman, karena banyaknya cacing yang keluar dari sarangnya.

Secara logika dalam hal ini memang dapat dimaklumi karena ketika mongso ini tiba biasanya antara hujan deras dan terik panas saling bergantian dan itu menjadikan buruknya aerasi tanah akibat tingginya kelembaban dan suhu di dalam tanah. Dalam hal ini proses pernafasan akar tanaman baru untuk menghasilkan energi yang digunakan menyerap hara disekitarnya menjadi tidak optimal, sehingga tanaman baru akan terhambat pertumbuhannya (tidak cepat bangun)

Itulah mitos-mitos kejawen didalam hal tumbuhan. Percaya nggak percaya tentang mitos-mitos tersebut, tergantung kita yang menyikapi dari sudut mana kita memandangnya. Sekian, semoga bermanfaat.

Friday, February 26, 2021

Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya

Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya - Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membasi hama, terutama hama tanaman penggangu yang ada di sekitar kita. Hama tersebut bisa berupa Tumbuhan penggangu, Serangga maupun hewan lain terutama yang sering menggangu pertanian. Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan dengan jenis hama yang akan diberantas.

Jenis pestisida digolongkan menjadi, Insektisida, Herbisida, Nematisida, Fungisida dan Rodentisida. Meskipun pestisida sangat dibutuhkan untuk memberantas hama tanaman pertanian, namun pengguaan pestisida kimia dengan kadar yang tinggi dan berkelanjutan juga akan kurang baik bagi lingkungan sekitar dan kehidupan.

Sebenarnya banyak bahan alami yang ada di sekitar kita yang dapat digunakan untuk membasi hama penyakit, bahan-bahan alami tersebut dapat dibuat menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi kehidupan. Berikut ini Ceritatani rekomendasikan macam-macam pestisida nabati dan cara membuatnya, untuk mengurangi pemakaian pestisida kimia.

9 Macam Pestisida Nabati Dan Cara Pembuatannya

Alam sekitar kita, sebenarnya telah menyediakan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati. Setiap bahan memiliki kandungan senyawa sendiri-sendiri serta dapat digunakan untuk mengendalikan hama atau penyakit Tanaman. Bahan-bahan yang ada dan kadang kita kosumsi ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Untuk itu, mulai sekarang kita coba gunakan pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pemakaian pestisida nabati ini bisa menjadi solusi efesien bagi biaya budidaya pertanian serta kelestarian lingkungan.

1. Pestisida Nabati Dari Umbi Gadung

Umbi gadung mempunyai kandungan senyawa kimia diosgenin, steroid, saponin, alkaloid dan fenol.  Kandungan senyawa dalam umbi gadung ini mampu mengendalikan ulat dan hama jenis penghisap (Hemiptera) contoh: kepik, walang sangit, dan wereng.

Cara membuat pestisida umbi gadung sangat mudah dan murah bisa anda buat dengan peralatan dapur di rumah anda, proses yaitu:

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Gadung

Ekstrak umbi

Bahan dan Alat :

  • ½ kg umbi gadung
  • 10 liter air
  • Alat penumbuk/ Blender
  • Saringan
  • Cara Pembuatan :
  • Bahan ditumbuk halus peras dengan kain halus. Tambahkan 10 liter air. Aduk hingga merata.
  • Cara Penggunaan :
  • Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Berbagai macam ulat dan hama pengisap

Ekstrak umbi Gadung + Mimba

Bahan dan Alat :

  • 2 buah umbi gadung
  • 1 kg mimba
  • 20 liter air1
  • 10 gr deterjen
  • Alat penumbuk/Blender
  • Saringan
  • Cara Pembuatan :
  • Bahan ditumbuk halus Tambahkan 20 liter air dan 10 g deterjen. Aduk hingga rata.
  • Diamkan selama 24 jam. Saring dengan kain halus
  • Cara Penggunaan :
  • Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Berbagai macam ulat dan hama pengisap

Pelet Umbi gadung Racun + Umbi gadung

Bahan dan Alat :
  • 1 kg umbi gadung
  • 10 kg dedak padi/jagung
  • 1 ons tepung ikan
  • 1 buah kemiri
  • Air
  • Cara Pembuatan :
  • Haluskan umbi gadung. Tambahkan dengan 10 kg dedak/jagung, tepung ikan dan kemiri beri sedikit air. Aduk adonan hingga rata. Buat menjadi pelet.
  • Cara Penggunaan :
  • Tempatkan di tempat yang sering dikunjungi tikus
  • OPT Sasaran :
  • Tikus

Ekstrak Gadung dan Tembakau

Bahan dan Alat :
  • 1 kg gadung
  • 1 ons tembakau
  • Air secukupnya
  • Cara Pembuatan :
  • Gadung dikupas, dicuci dan diparut tambah dengan 3 gelas air biarkan selama 12 – 24 jam. Tembakau direndam dalam 2 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam . satukan bahan tadi, aduk hingga merata. Saring
  • Cara Penggunaan :
  • Ambil larutan dengan dosis 2 – 2.5 gelas untuk 1 tangki sprayer. Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang. Pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Hama – hama padi

Ekstrak gadung

Bahan dan Alat :
  • 1 kg gadung
  • Air secukupnya
  • Kain saring
  • Cara Pembuatan :
  • Gadung dikupas, dicuci, dan diparut lalu diperas dengan kain bersih
  • Cara Penggunaan :
  • Ambil larutan dengan dosis 5 – 10 ml/liter air. Semprotkan ke seluruh tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Walang sangit dan OPT padi

2. Pestisida Nabati Dari Biji Mimba

Mimba merupakan tanaman yang tumbuh dipinggir jalan atau dipematang sawah. Tumbuhan ini kadang tidak sengaja ditanam. Daunnya dijadikan makanan ternak kambing dan domba. Mimba mempunyai kandungan senyawa kimia: azadirachtin Salanin, nimbenin, meliantriol. Bagian mimba yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah biji dan daun.

Kandungan senyawa inilah yang memungkinkan mimba dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat, hama pengisap, jamur dan bakteri. Hama pengisap ini bisa dari beberapa jenis diantaranya dari jenis hemiptera seperti : kepik, walang sangit dan wereng, jenis Lepidoptera yaitu kupu –kupu dengan tipe penghisap berupa belalai, yaitu: penggerek  batang, penggerek buah, ulat, dll atau dari jenis Tisanoptera yaitu sebangsa kutu dengan tipe penghisap berujung tajam.

Cara pembuatan pestisida nabati dari biji mimba:

  • 200-300 gram biji mimba sebanyak 200 – 300 gr ditumbuk halus atau
  • hasil tumbukan biji mimba di direndam dalam 10 liter air dan didiamkan cukup 1 malam.
  • Larutan diaduk sampai sudah campur semua lalu saring dengan kain halus.
  • Larutan kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit.
  • Cara pembuatan pestisida nabati dari daun mimba:
  • 1 kilogram daun mimba kering ditumbuk sampai halus
  • Kemudian direndam selama semalam dalam 10 liter air
  • Larutan diaduk pelan-pelan sampai rata lalu di saring dengan kain halus.
  • kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit tanaman.


3. Pestisida Nabati Srikaya dan Nona Seberang

Tanaman srikaya yang manis rasanya tersebut bisa digunakan sebagai pestisida nabati loh. Yang dimanfaatkan dari srikaya adalah bijinya. Biji srikaya mempunyai kandungan senyawa kimia annonain dan resin. Pestisida nabati srikaya ini dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama jenis pengisap dan ulat.

Untuk membuat pestisida nabati dari srikaya dapat dilakukan beberapa tahapan sebagai berikut:

  • 15-25 gram biji srikaya ditumbuk sampai halus, dapat juga diblender dengan blender tepung.
  • Tepung atau serbuk biji srikaya direndam dengan 1 liter air dan 1 gram detergen
  • Aduk semua campuran sampai homogen
  • Larutan kemudian disaring dengan menggunakan kain halus
  • Hasilnya disemprotkan pada tanaman


4. Pestisida Nabati Daun Pepaya

Kandungan : Papain
Kegunaan : mengendalikan ulat dan hama pengisap.

Cara pembuatan :

  • Rajang kira-kira 1 kg daun pepaya yang  segar.
  • Daun pepaya yang telah dirajang kemudian direndam    dalam 10 liter air dan 2 sdm minyak tanah dan 50 gram detergen/ sabun colek selama semalam.
  • Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.
  • Larutan yang telah di saring kemudian disemprotkan ke pertanaman.


5. Pestisida Nabati Biji Jarak

Biji jarak yang biasanya diolah menjadi minyak jarak ini dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Dalam bentuk larutan dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat dan hama pengisap. Dalam bentuk serbuk atau tepung pestisida biji jarak dapat digunakan untuk mengendalikan nematode.

Untuk membuat pestisida biji jarak dapat dilakukan cara berikut ini:

  • 0,75 gram biji jarak ditumbuk sampai halus
  • Dimasukkan dalam 2 liter air kemudian dipanaskan selama 10 menit
  • Larutan disaring dengan kain halus, bisa menggunakan kain sifon.
  • Ditambah dengan 10 liter air , kemudian diaduk
  • Larutan disemprotkan ke tanaman.

6. Pestisida Nabati Daun Sirsak

Tanaman sirsak ini juga merupakan tanaman buah yang sangat digemari. Buahnya terasa manis dan masam. Buah sirsak ini paling nikmat bila dibuat jus sirsak. Tetapi dalam hal ini daun sirsak dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Daun sirsak mengandung senyawa kimia golongan annanoin dan resin. Senyawa kimia ini dapat mengendalikan hama trips. Cara pembuatannya bagaimana ya ? begini caranya :

  • 50-100 lembar daun sirsak ditumbuk sampai halus.
  • Hasil tumbukan daun direndam dalam 5 liter air dan 15 gr detergen (sabun colek atau lainnya).
  • Diamkan rendaman selama 12 jam (semalam)
  • Saring dengan kain halus
  • Tiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air atau 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan.
  • Disemprotkan pada tanaman


7. Pestisida Nabati Daun Sirsak dan Jeringau

Pestisida kali ini merupakan kombinasi antara daun sirsak dan jeringau (deringu). Keduanya apabila digabungkan memiliki kandungan senyawa kimia yang banyak, diantaranya : arosone, kalomenol, kolomen, kalameone, metil eugenol, eugenol. Kombinasi 2 jenis pestisida nabati ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama wereng coklat pada padi.

Berikut ini cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak dan jeringau:

  • 1 genggam daun sirsak dan 1m genggam rimpang jeringau dan 20 siung bawang putih ditumbuk halus.
  • Hasil tumbukan bahan tersebut direndam dengan 20 liter air dan 20 gram detergen.
  • Semua larutan direndam selama 2 hari
  • Saring semuanya dengan kain halus
  • Untuk aplikasi penyemprotan 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan
  • Semprotkan ke tanaman yang diserang hama wereng.


8. Pestisida Nabati Daun Sirsak dan Tembakau

Pestisida nabati berikut ini juga kombinasi antara 2 bahan yaitu daun sirsak dan tembakau. Ya tembakau yang biasa di buat untuk rokok ini juga bisa digunakan untuk mengendalikan hama loh. Hama yang dapat dikendalikan dengan pestisida ini adalah belalang dan ulat.

Cara pengendaliannya dapat dilaksanakan cara berikut ini:

  • 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.
  • Bahan dimasukkan dalam 20 liter air dan 20 gr detergent (bisa sabun colek).
  • Aduk rata dan diamkan selama semalam
  • Saring dengan kain halus.
  • larutan pekat ini dapat digunakan 4 kali penyemprotan (4 kali knapsack sprayer).
  • Larutan disemprotkan ke tanaman.

9. Pestisida Nabati Mindi

Ternyata daun mindi juga dapat digunakan sebagai pertisida nabati. Pestisida daun mindi ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman. Dalam bentuk rendaman daun mindi dapat digunakan untuk mengusir belalang, sedangkan biji mindi segar dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat plutella xylostella

Cara membuat pestisida nabati mindi sama seperti cara pembuatan pestisida yang lain. Caranya yaitu:

  • 150 gram daun mindi pucuk segar direndam dalam 1 liter air selama 24 jam.
  • Hasil rendaman disaring dengan kain halus
  • 1 liter larutan diencerkan menjadi 20 liter.
  • Kemudian disemprotkan ke tanaman
Penggunaan pestisida memang diperlukan untuk pengendalian hama tanaman penggangu, namun akan lebih bijak bila penggunaan pestisida yang menggandug kimia untuk dikurangi agar lingkungan tetap terjaga kelestariannya dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan pestisida alami.

Itulah Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya yang bisa Ceritatani sampaikan semoga ada manfaatnya untuk pertanian.

Friday, February 19, 2021

Cara Menanam Emas Hijau Agar Cepat Berbuah

 


Vanili atau vanilla merupakan salah satu jenis tanaman penghasil bubuk vanili yang memiliki aroma harum dan manis, tanaman vanili memiliki nama latin Vanilia planifola dengan bentuk buah penghasil bubuk berbentuk menyerupai kacang polong. Tidak hanya vanilla, konon banyak orang yang menyebutnya dengan nama panili atau perneli.


 

Vanili dapat hidup di iklim tropis dengan curah hujan 1000-3000 mm/tahun, dan suhu udara optimal 20oC-25oC. Selain itu kelembaban udara sekitar 60%-80% dan ketinggian tempat 300-800 m dpl. Tanah sebagai media tanam dianjurkan yang gembur, lempung berpasir kerikil, mudah menyerap air, dan pH tanah + 5,7 – 7. Tanaman vanili membutuhkan tegakan sebagai tempat menjalar. Tegakan dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman vanili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.Kandungan gizi pada vanili tergolong tinggi, diantaranya adalah serat, mineral, vitamin A, B, E.

Selain aromanya yang dapat digunakan sebagai peningkat selera makan, aroma pada vanili juga dijadikan sebagai obat penenang yang dicampurkan ke dalam essential oil (minyak aroma terapi). Selain itu, perlu diketahui terdapat fakta dari beberapa penelitian yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi vanili secara rutin, maka anda dapat mengatasi dan menghindari depresi berat.

Dan karena vanili memiliki antioksidan tinggi, dengan mengkonsumsi vanili, anda dapat menghindari penyakit kanker, manfaat lainnya yaitu kandungan Vitamin E yang tinggi dapat membuat kulit anda menjadi lebih kencang dan awet muda. Banyak sekali manfaat dari tanaman vanili tentunya membuat banyak orang ingin membudidayakannya, bukan hanya sebagai tanaman konsumsi sendiri tapi bisa dimanfaatkan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

Berikut adalah cara menanam vanili agar cepat berbuah.

  1. Lahan Tanam

Vanili merupakan salah satu jenis tumbuhan tropis, sehingga sangat cocok jika dibudidayakan di Indonesia yang mempunyai iklim tropis, oleh karena itu pula persiapan lahan tanam mudah dilakukan. Anda tidak perlu menyiapkan rumah kaca ataupun ruangan khusus, walau begitu ada hal yang perlu anda perhatikan dalam pemilihan serta persiapan lahan tanam : 

  • Tanaman vanili memerlukan suhu yang hangat untuk menjaga proses pertumbuhan, jadi anda perlu memilih lokasi lahan tanam dengan suhu antara 18 hingga 23o celcius.
  • Usahakan lahan ataupun tempat penanaman memiliki pencahayaan cukup namun tidak terlalu panas.
  • Pastikan apabila anda ingin menanam vanili di pekarangan rumah, perhatikan kelembaban serta tekstur tanahnya.
  • Tanah yang baik bagi pertumbuhan vanili adalah tanah yang agak lembab dengan tekstur yang gembur.
  • Sebelum menanam, apabila tanah lahan di pekarangan anda kurang gembur ataupun kering, lakukan penggemburan serta memupuk dan menyiramnya dengan sedikit air agar tekstur serta kelembabannya pas.
  • Untuk pemupukan, gunakanlah pupuk kandang ataupun kompos agar ramah lingkungan dan tidak mengubah tekstur tanah.
  • Jika tempat dirasa terlalu panas, anda bisa menanam beberapa jenis tumbuhan yang dapat tumbuh tinggi agar udara di sekitar jadi lebih sejuk. 
  1. Bibit Vanili

Bibit vanili sangat mudah didapatkan, agar lebih praktis anda bisa membeli bibit vanili berupa stek di toko tanaman ataupun koperasi tani. Namun apabila anda ingin menanamnya dari biji, maka pilihlah biji vanili yang sudah tua dan dijemur terlebih dahulu. 

Akan tetapi menggunakan biji vanili secara langsung selain susah, ini juga akan memakan waktu lebih lama. Maka anda sebaiknya memilih bibit vanili berupa stek. Berikut adalah langkah dalam memilih bibit vanili yang berkualitas : 

  • Perhatikan stek yang anda beli dan pastikan stek tidak cacat ataupun rusak sedikitpun.
  • Pastikan juga bahwa stek yang anda pilih adalah stek yang berkualitas serta layak tanam, dengan ciri bahwa stek vanili memiliki panjang sekitar 30 hingga 40 cm.
  • Selain membeli stek, anda juga bisa mendapatkan stek dari tanaman vanili langsung jika anda ataupun tetangga bahkan kerabat anda memiliki tanaman vanili.
  • Stek yang diambil dari pohonnya secara langsung haruslah batang yang tua dengan ukuran induk pohon yang sudah mencapai ketinggian kurang lebih sekitar 2 hingga 3 meter atau lebih.
  1. Persiapan Bibit Vanili

Proses persiapan bibit vanili untuk ditanam sangatlah mudah dan sederhana. Proses ini bertujuan agar bibit dapat tumbuh serta berkembang dengan baik dan subur nantinya serta agar pertumbuhan tanaman vanili tidak terhambat.

Berikut adalah langkah- langkah yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan bibit vanili agar siap tanam :

  • Bersihkan bibit vanili yang anda dapatkan menggunakan lap ataupun tisu.
  • Siapkan wadah seperti baskom ataupun ember berisi air penuh.
  • Masukkanlah bibit vanili ke dalam wadah tersebut dan rendamlah bibit ke dalam air selama 10 hingga 15 menit.
  • Setelah waktu yang ditentukan, ambillah stek dari air dan kurangi air pada baskom ataupun ember.
  • Lap stek vanili menggunakan tisu atau kain hingga kering. Setelah kering, masukkan kembali stek namun anda hanya boleh memasukkan ujung steknya saja selama kurang lebih 5 hingga 7 hari.
  • Untuk mempercepat proses anda bisa memasukkan pupuk cair ke dalam air rendaman, campur hingga merata.
  • Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya, anda dapat melihat hasilnya. Perhatikanlah bagian atas stek yang anda tendam, daun- daun tunas akan muncul dan mengarah ke bagian bawah stek yang anda rendam.
  1. Penanaman Vanili

Untuk menanam bibit vanili, anda perlu memperhatikan kembali keadaan lahan tanam anda apakah sudah benar- benar siap atau belum. Untuk menanam bibit vanili sendiri selain anda bisa menanamnya di pekarangan, anda juga bisa menanamnya dalam pot bila anda tidak memiliki lahan yang tepat.

Berikut adalah langkah menanam vanili pada pekarangan ataupun dalam pot :

  • Untuk menanamnya di pekarangan, tentunya dengan lahan yang sudah anda siapkan seperti langkah diatas, perhatikanlah terlebih dahulu kelembaban tanahnya.
  • Apabila tanah sudah mulai kering, maka anda perlu menyiramnya. Dan sebelum menanam bibit anda perlu memberikan pupuk tambahan pada tanah sambil menggemburkan tanah lagi.
  • Buat guludan dan saluran-saluran air pembuangan, agar tanaman tidak tergenang air saat musim hujan.
  • Setelah itu buatlah lubang tanam pada guludan, usahakan ukuran lubang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Tanamlah bibit vanili pada lubang dan timbun lubang dengan tanah serta padatkanlah sedikit agar bibit dapat berdiri kokoh.
  • Setelah itu tancapkanlah kayu ataupun tiang penyangga dekat dengan bibit stek dan ikatlah dengan tali rafia dan bila perlu bimbinglah cabang pada vanili dalam pertumbuhanya agar dapat tumbuh merambat secara horizontal.

Apabila tidak memiliki lahan, cara menanam berikutnya adalah menggunakan pot.

  • Langkah pertama adalah, siapkan pot berukuran agak besar karena tanaman vanili dapat mencapai tinggi lebih dari 4m.
  • Isilah pot dengan tanah yang dicampur pupuk kompos ataupun pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 2:1:1.
  • Lalu buatlah lubang tanam dengan ukuran cukup, yaitu tidak terlalu besar ataupun kecil. Lalu tanam bibit stek pada lubang tanam dan tutupi dengan tanah campuran pupuk dan sekam, jangan lupa untuk memadatkan tanah serta menancapkan penyangga seperti kayu ataupun besi.
  1. Penyiraman Tanaman Vanili

Penyiraman merupakan langkah penting dalam merawat tanaman vanili, tanaman vanili harus disiram secara rutin agar memiliki buah yang berkualitas, berikut adalah cara menyiram vanili dengan benar :

  • Perhatikanlah terlebih dahulu kondisi tanah pada lahan tanam ataupun pot. Penyiraman dilakukan sesuai tingkat kekeringan tanah. Usahakan tanah tidak terlalu kering namun juga tidak terlalu basah.
  • Pada saat menanam vanili sesuaikanlah dengan kondisi cuaca, jika sedang hujan maka anda hanya perlu menyiramnya sekali, bahkan tidak perlu menyiramnya jika kondisi tanah masih lembab, Normalnya anda hanya perlu menyiram vanili sebanyak 2 kali sehari dan sesuaikan dengan kekeringan tanah. 
  1. Pemeliharaan Tanaman Vanili

Pemeliharaan tanaman vanili meliputi penyiangan, pemberian mulsa, perbaikan guludan, dan pemangkasan.

Penyiangan dilakukan sebulan sekali, dan pada musim kemarau tidak diperlukan penyiangan Sebaiknya penyiangan di sekitar perakaran tanaman, dilakukan dengan tangan.

Tanaman vanili tidak tahan kekeringan sehingga diperlukan mulsa/bahan organik lain. Untuk mengatasi bahaya genangan air, perlu dibuat parit-parit kecil untuk pengaliran air di sekitar tanaman vanili. Pengaliran air ini akan mempergiat pertumbuhan tanaman dan mempercepat perkembangan bunga/buah, sehingga mutu buah akan lebih baik. 

Lakukan pula perbaikan guludan dan saluran pembuangan air

Ukuran guludan dipertahankan dengan cara mengikis tanah di sekitarnya dan membumbunkannya pada guludan. Selama melakukan kegiatan di kebun diusahakan tidak melukai tanaman vanili. Menjelang musim penghujan, saluran-saluran air pembuangan perlu diperbaiki agar air dapat mengalir dengan lancar sehingga kebun tidak tergenang.

Lakukan pula pemangkasan tanaman vanili, pemangkasan ini meliputi :

Pemangkasan bentuk

Potonglah 15 cm bagian ujung tanaman vanili yang dilengkungkan dan sisakan tiga cabang yang baik untuk dipelihara.

Pemangkasan produksi

Tanaman vanili pada umumnya mulai berbunga pada umur 24-36 bulan setelah tanam, namun keluarnya bunga ini perlu dirangsang terlebih dahulu dengan cara pemangkasan. Potonglah 2-3 ruas pucuk tanaman menjelang musim berbunga (2-4 bulan sebelumnya) dan lakukan juga pemotongan pucuk setelah berbunga untuk menyempurnakan pembuahan.

Pemangkasan peremajaan

Dilakukan segera setelah tanaman selesai dipanen, yaitu dengan memotong cabang-cabang yang telah selesai berbuah untuk merangsang keluarnya tunas baru. Dengan demikian tanaman menjadi remaja dan berpotensi kembali.

  1. Pemupukan Tanaman Vanili

Tanaman vanili sebaiknya dibudidayakan secara organik dengan memberikan pupuk kandang sapi atau kambing sebanyak 5-10 kg/pohon pada awal dan akhir musim penghujan. Apabila tidak dibudidayakan secara organik, pemupukan dapat ditambah dengan pupuk an oragnik berupa pupuk daun maupun pupuk yang diberikan melalui tanah. Pupuk daun diberikan setiap 1-2 minggu sekali. Selama musim penghujan pupuk diberikan pada pagi hari dan sore hari pada saat udara cerah. Dosis pupuk daun yang diberikan 8-10 g/liter air tergantung kondisi tanaman. Pemupukan melalui tanah diberikan pada awal dan akhir musim penghujan. Pemberian pupuk dilakukan dengan disebar secara merata di daerah perakaran vanili kemudian ditutup dengan tanah. Dosis pupuk untuk tanaman berumur kurang dari dua tahun adalah 20-40 g urea, 35-70 g TSP dan 40-80 g KCl per tahun. Untuk tanaman berumur lebih dari dua tahun adalah 40-80 g urea, 70-140 g TSP, dan 80-160 g KCl per tahun.

  1. Panen Vanili

Anda dapat memanen vanili setelah tanaman berumur kurang lebih 2 hingga 3 tahun setelah masa tanam dan setelah itu, panen dapat dilakukan selama setahun sekali dengan waktu panen 2 hingga 3 bulan penuh. Buah vanili yang siap panen memiliki buah berwarna hijau dengan pucuk yang berwarna kuning.


Search This Blog