Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

12 Tipe Tumbuhan Hias Gantung Ini Dapat Mempercantik Suasana Rumah

Bahagia berkebun serta memandang mekarnya bunga di halaman? Hobi menanam bunga memanglah identik dengan keelokan, atmosfer fresh serta bau semerbak yang membuat perasaan bahagia riang. Tetapi bila keadaan rumah ataupun taman tidak membolehkan, tumbuhan hias gantung dapat jadi pemecahan peningkat semangat serta keelokan di rumah.

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Showing posts with label Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Budidaya. Show all posts

Thursday, March 4, 2021

Budidaya Pisang Peluang Menjanjikan

Budidaya Pisang Peluang Menjanjikan. Pisang adalah salah satu buah yang menjadi favorit bagi masyarakat Indonesia. Buah pisang bisa dijadikan berbagai jenis makanan olahan yang enak dikonsumsi. Tidaklah salah kalau jenis pertanian budidaya pisang juga sangat menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup para petani.

Namun pada umumnya para petani masih jarang yang mau menekuni budidaya ini secara serius dengan menanam jumlah pisang dalam jumlah yang banyak. Kebanyakan pohon pisang hanya ditanam sebagai pelengkap, misalnya dipingir sawah atau disekitar pekarangan.

Pohon-Pisang-Ambon

Harga buah pisang saat ini bisa dikatakan cukup bagus, apalagi dibulan-bulan tertentu, satu tandan pisang ambon yang bagus bisa mencapai harga 150 ribu. Melihat hal tersebut sebenarnya bertani pisang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik.

Kenapa saya katakan bertani pisang sangat menjanjikan?

Bisa anda kalkulasi sendiri apabila satu tandan buah pisang bisa laku katakanlah 50 ribu, bila Anda mempunyai 4 tandan pisang itu artinya hasil yang akan didapatkan berarti 200 ribu. Pasti Anda yang sedang membaca artikel ini akan menjawah "ah itu kan panennya tidaktidak bisa sering". Jawaban itu memang betul kalau Anda hanya memiliki beberapa rumpun pohon pisang saja.

Namun, bila anda memiliki lahan seluas 1 hektar dan kesemuanya ditanami pohon pisang, bisa Anda bayangkan berapa tandan buah pisang yang bisa Anda panen setiap harinya.

Berikut ini beberapa tips agar budidaya pisang bisa panen sesering mungkin  :

1. Sediakan lahan yang cukup luas untuk budidaya pisang.
2. Tanamlah pohon pisang secara teratur dengan jarak yang sesuai.
3. Rawat dengan baik agar pohon pisang tumbuh subur dan terhindar dari penyakit.
4. Pilihlah jenis pisang yang memiliki nilai jual tinggi.

Sering kali orang menilai kalau sesuatu yang bernilai sedikit itu kurang bagus untuk dikembangkan, namun sebenarnya walaupun nilainya sedikit tapi kalau jumlahnya banyak tentu hal itu hasil yang akan didapat juga banyak, dan itu adalah rumusnya orang berdagang.

Demikian pula dengan budidaya pisang ini, walau terkadang harga pisang kurang begitu mahal setiap tandannya, namun jika jumlahnya banyak tentu akan banyak juga hasil yang akan didapat dari berbudidaya pisang ini.

Demikian sekelumit tentang budidaya pisang yang ternyata juga menjanjikan bila memang dikelola dengan baik. Bagimana, Anda berniat untuk bertani pisang?, Selamat berkarnya semoga Anda menjadi orang yang sukses dari berbudidaya pisang. Sekian, semoga bermanfaat.

Friday, February 19, 2021

Cara Menanam Emas Hijau Agar Cepat Berbuah

 


Vanili atau vanilla merupakan salah satu jenis tanaman penghasil bubuk vanili yang memiliki aroma harum dan manis, tanaman vanili memiliki nama latin Vanilia planifola dengan bentuk buah penghasil bubuk berbentuk menyerupai kacang polong. Tidak hanya vanilla, konon banyak orang yang menyebutnya dengan nama panili atau perneli.


 

Vanili dapat hidup di iklim tropis dengan curah hujan 1000-3000 mm/tahun, dan suhu udara optimal 20oC-25oC. Selain itu kelembaban udara sekitar 60%-80% dan ketinggian tempat 300-800 m dpl. Tanah sebagai media tanam dianjurkan yang gembur, lempung berpasir kerikil, mudah menyerap air, dan pH tanah + 5,7 – 7. Tanaman vanili membutuhkan tegakan sebagai tempat menjalar. Tegakan dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman vanili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.Kandungan gizi pada vanili tergolong tinggi, diantaranya adalah serat, mineral, vitamin A, B, E.

Selain aromanya yang dapat digunakan sebagai peningkat selera makan, aroma pada vanili juga dijadikan sebagai obat penenang yang dicampurkan ke dalam essential oil (minyak aroma terapi). Selain itu, perlu diketahui terdapat fakta dari beberapa penelitian yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi vanili secara rutin, maka anda dapat mengatasi dan menghindari depresi berat.

Dan karena vanili memiliki antioksidan tinggi, dengan mengkonsumsi vanili, anda dapat menghindari penyakit kanker, manfaat lainnya yaitu kandungan Vitamin E yang tinggi dapat membuat kulit anda menjadi lebih kencang dan awet muda. Banyak sekali manfaat dari tanaman vanili tentunya membuat banyak orang ingin membudidayakannya, bukan hanya sebagai tanaman konsumsi sendiri tapi bisa dimanfaatkan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

Berikut adalah cara menanam vanili agar cepat berbuah.

  1. Lahan Tanam

Vanili merupakan salah satu jenis tumbuhan tropis, sehingga sangat cocok jika dibudidayakan di Indonesia yang mempunyai iklim tropis, oleh karena itu pula persiapan lahan tanam mudah dilakukan. Anda tidak perlu menyiapkan rumah kaca ataupun ruangan khusus, walau begitu ada hal yang perlu anda perhatikan dalam pemilihan serta persiapan lahan tanam : 

  • Tanaman vanili memerlukan suhu yang hangat untuk menjaga proses pertumbuhan, jadi anda perlu memilih lokasi lahan tanam dengan suhu antara 18 hingga 23o celcius.
  • Usahakan lahan ataupun tempat penanaman memiliki pencahayaan cukup namun tidak terlalu panas.
  • Pastikan apabila anda ingin menanam vanili di pekarangan rumah, perhatikan kelembaban serta tekstur tanahnya.
  • Tanah yang baik bagi pertumbuhan vanili adalah tanah yang agak lembab dengan tekstur yang gembur.
  • Sebelum menanam, apabila tanah lahan di pekarangan anda kurang gembur ataupun kering, lakukan penggemburan serta memupuk dan menyiramnya dengan sedikit air agar tekstur serta kelembabannya pas.
  • Untuk pemupukan, gunakanlah pupuk kandang ataupun kompos agar ramah lingkungan dan tidak mengubah tekstur tanah.
  • Jika tempat dirasa terlalu panas, anda bisa menanam beberapa jenis tumbuhan yang dapat tumbuh tinggi agar udara di sekitar jadi lebih sejuk. 
  1. Bibit Vanili

Bibit vanili sangat mudah didapatkan, agar lebih praktis anda bisa membeli bibit vanili berupa stek di toko tanaman ataupun koperasi tani. Namun apabila anda ingin menanamnya dari biji, maka pilihlah biji vanili yang sudah tua dan dijemur terlebih dahulu. 

Akan tetapi menggunakan biji vanili secara langsung selain susah, ini juga akan memakan waktu lebih lama. Maka anda sebaiknya memilih bibit vanili berupa stek. Berikut adalah langkah dalam memilih bibit vanili yang berkualitas : 

  • Perhatikan stek yang anda beli dan pastikan stek tidak cacat ataupun rusak sedikitpun.
  • Pastikan juga bahwa stek yang anda pilih adalah stek yang berkualitas serta layak tanam, dengan ciri bahwa stek vanili memiliki panjang sekitar 30 hingga 40 cm.
  • Selain membeli stek, anda juga bisa mendapatkan stek dari tanaman vanili langsung jika anda ataupun tetangga bahkan kerabat anda memiliki tanaman vanili.
  • Stek yang diambil dari pohonnya secara langsung haruslah batang yang tua dengan ukuran induk pohon yang sudah mencapai ketinggian kurang lebih sekitar 2 hingga 3 meter atau lebih.
  1. Persiapan Bibit Vanili

Proses persiapan bibit vanili untuk ditanam sangatlah mudah dan sederhana. Proses ini bertujuan agar bibit dapat tumbuh serta berkembang dengan baik dan subur nantinya serta agar pertumbuhan tanaman vanili tidak terhambat.

Berikut adalah langkah- langkah yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan bibit vanili agar siap tanam :

  • Bersihkan bibit vanili yang anda dapatkan menggunakan lap ataupun tisu.
  • Siapkan wadah seperti baskom ataupun ember berisi air penuh.
  • Masukkanlah bibit vanili ke dalam wadah tersebut dan rendamlah bibit ke dalam air selama 10 hingga 15 menit.
  • Setelah waktu yang ditentukan, ambillah stek dari air dan kurangi air pada baskom ataupun ember.
  • Lap stek vanili menggunakan tisu atau kain hingga kering. Setelah kering, masukkan kembali stek namun anda hanya boleh memasukkan ujung steknya saja selama kurang lebih 5 hingga 7 hari.
  • Untuk mempercepat proses anda bisa memasukkan pupuk cair ke dalam air rendaman, campur hingga merata.
  • Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya, anda dapat melihat hasilnya. Perhatikanlah bagian atas stek yang anda tendam, daun- daun tunas akan muncul dan mengarah ke bagian bawah stek yang anda rendam.
  1. Penanaman Vanili

Untuk menanam bibit vanili, anda perlu memperhatikan kembali keadaan lahan tanam anda apakah sudah benar- benar siap atau belum. Untuk menanam bibit vanili sendiri selain anda bisa menanamnya di pekarangan, anda juga bisa menanamnya dalam pot bila anda tidak memiliki lahan yang tepat.

Berikut adalah langkah menanam vanili pada pekarangan ataupun dalam pot :

  • Untuk menanamnya di pekarangan, tentunya dengan lahan yang sudah anda siapkan seperti langkah diatas, perhatikanlah terlebih dahulu kelembaban tanahnya.
  • Apabila tanah sudah mulai kering, maka anda perlu menyiramnya. Dan sebelum menanam bibit anda perlu memberikan pupuk tambahan pada tanah sambil menggemburkan tanah lagi.
  • Buat guludan dan saluran-saluran air pembuangan, agar tanaman tidak tergenang air saat musim hujan.
  • Setelah itu buatlah lubang tanam pada guludan, usahakan ukuran lubang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Tanamlah bibit vanili pada lubang dan timbun lubang dengan tanah serta padatkanlah sedikit agar bibit dapat berdiri kokoh.
  • Setelah itu tancapkanlah kayu ataupun tiang penyangga dekat dengan bibit stek dan ikatlah dengan tali rafia dan bila perlu bimbinglah cabang pada vanili dalam pertumbuhanya agar dapat tumbuh merambat secara horizontal.

Apabila tidak memiliki lahan, cara menanam berikutnya adalah menggunakan pot.

  • Langkah pertama adalah, siapkan pot berukuran agak besar karena tanaman vanili dapat mencapai tinggi lebih dari 4m.
  • Isilah pot dengan tanah yang dicampur pupuk kompos ataupun pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 2:1:1.
  • Lalu buatlah lubang tanam dengan ukuran cukup, yaitu tidak terlalu besar ataupun kecil. Lalu tanam bibit stek pada lubang tanam dan tutupi dengan tanah campuran pupuk dan sekam, jangan lupa untuk memadatkan tanah serta menancapkan penyangga seperti kayu ataupun besi.
  1. Penyiraman Tanaman Vanili

Penyiraman merupakan langkah penting dalam merawat tanaman vanili, tanaman vanili harus disiram secara rutin agar memiliki buah yang berkualitas, berikut adalah cara menyiram vanili dengan benar :

  • Perhatikanlah terlebih dahulu kondisi tanah pada lahan tanam ataupun pot. Penyiraman dilakukan sesuai tingkat kekeringan tanah. Usahakan tanah tidak terlalu kering namun juga tidak terlalu basah.
  • Pada saat menanam vanili sesuaikanlah dengan kondisi cuaca, jika sedang hujan maka anda hanya perlu menyiramnya sekali, bahkan tidak perlu menyiramnya jika kondisi tanah masih lembab, Normalnya anda hanya perlu menyiram vanili sebanyak 2 kali sehari dan sesuaikan dengan kekeringan tanah. 
  1. Pemeliharaan Tanaman Vanili

Pemeliharaan tanaman vanili meliputi penyiangan, pemberian mulsa, perbaikan guludan, dan pemangkasan.

Penyiangan dilakukan sebulan sekali, dan pada musim kemarau tidak diperlukan penyiangan Sebaiknya penyiangan di sekitar perakaran tanaman, dilakukan dengan tangan.

Tanaman vanili tidak tahan kekeringan sehingga diperlukan mulsa/bahan organik lain. Untuk mengatasi bahaya genangan air, perlu dibuat parit-parit kecil untuk pengaliran air di sekitar tanaman vanili. Pengaliran air ini akan mempergiat pertumbuhan tanaman dan mempercepat perkembangan bunga/buah, sehingga mutu buah akan lebih baik. 

Lakukan pula perbaikan guludan dan saluran pembuangan air

Ukuran guludan dipertahankan dengan cara mengikis tanah di sekitarnya dan membumbunkannya pada guludan. Selama melakukan kegiatan di kebun diusahakan tidak melukai tanaman vanili. Menjelang musim penghujan, saluran-saluran air pembuangan perlu diperbaiki agar air dapat mengalir dengan lancar sehingga kebun tidak tergenang.

Lakukan pula pemangkasan tanaman vanili, pemangkasan ini meliputi :

Pemangkasan bentuk

Potonglah 15 cm bagian ujung tanaman vanili yang dilengkungkan dan sisakan tiga cabang yang baik untuk dipelihara.

Pemangkasan produksi

Tanaman vanili pada umumnya mulai berbunga pada umur 24-36 bulan setelah tanam, namun keluarnya bunga ini perlu dirangsang terlebih dahulu dengan cara pemangkasan. Potonglah 2-3 ruas pucuk tanaman menjelang musim berbunga (2-4 bulan sebelumnya) dan lakukan juga pemotongan pucuk setelah berbunga untuk menyempurnakan pembuahan.

Pemangkasan peremajaan

Dilakukan segera setelah tanaman selesai dipanen, yaitu dengan memotong cabang-cabang yang telah selesai berbuah untuk merangsang keluarnya tunas baru. Dengan demikian tanaman menjadi remaja dan berpotensi kembali.

  1. Pemupukan Tanaman Vanili

Tanaman vanili sebaiknya dibudidayakan secara organik dengan memberikan pupuk kandang sapi atau kambing sebanyak 5-10 kg/pohon pada awal dan akhir musim penghujan. Apabila tidak dibudidayakan secara organik, pemupukan dapat ditambah dengan pupuk an oragnik berupa pupuk daun maupun pupuk yang diberikan melalui tanah. Pupuk daun diberikan setiap 1-2 minggu sekali. Selama musim penghujan pupuk diberikan pada pagi hari dan sore hari pada saat udara cerah. Dosis pupuk daun yang diberikan 8-10 g/liter air tergantung kondisi tanaman. Pemupukan melalui tanah diberikan pada awal dan akhir musim penghujan. Pemberian pupuk dilakukan dengan disebar secara merata di daerah perakaran vanili kemudian ditutup dengan tanah. Dosis pupuk untuk tanaman berumur kurang dari dua tahun adalah 20-40 g urea, 35-70 g TSP dan 40-80 g KCl per tahun. Untuk tanaman berumur lebih dari dua tahun adalah 40-80 g urea, 70-140 g TSP, dan 80-160 g KCl per tahun.

  1. Panen Vanili

Anda dapat memanen vanili setelah tanaman berumur kurang lebih 2 hingga 3 tahun setelah masa tanam dan setelah itu, panen dapat dilakukan selama setahun sekali dengan waktu panen 2 hingga 3 bulan penuh. Buah vanili yang siap panen memiliki buah berwarna hijau dengan pucuk yang berwarna kuning.


Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

 

Porang adalah salah satu tanaman jenis umbi-umbian yang bernilai tinggi. Kandungan zat glukomanan dalam porang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Di pasaran porang basah dibanderol dengan harga antara Rp. 9.000 – Rp. 10.000 per kg, sedangkan porang kering bisa diekspor dengan harga sekitar Rp. 200.000 – Rp. 300.000 per kg.

Budidaya porang di lahan terbuka dapat Anda lakukan dengan memperhatikan langkah berikut ini.

Menyiapkan Lahan Terbuka

Porang yang ditanam di lahan terbuka dapat memberikan hasil yang lebih besar serta kualitasnya pun lebih tinggi.

Menyiapkan lahan terbuka untuk tempat menanam porang juga cukup mudah, Anda hanya perlu membersihkan gulma dan melakukan pembajakan lahan agar tanah menjadi gembur.

Siapkan lubang tanam setelah tanah selesai dibajak. Jarak lubang tanam sebaiknya 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm. Isi setiap lubang dengan sekam dan pupuk kompos sehingga porang bisa tumbuh dengan optimal.

Budidaya porang sebaiknya dilakukan dengan sistem monokultur agar hasil lebih maksimal.

Menanam Porang

Menanam porang sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar Oktober hingga Desember.

Lakukan pembibitan dalam polybag terlebih dahulu jika Anda memilih metode penanaman menggunakan biji. Namun Anda tidak perlu melakukan pembibitan apabila metode yang Anda pilih adalah penanaman porang dengan menggunakan umbi atau katak.

Tanaman porang umumnya hanya bisa hidup sekitar 5 bulan saja sebab setelah bulan kelima porangakan menguning dan kemudian mati. Tanaman porang yang mati itu sekaligus ditandai dengan katak pada tangkai daun langsung berjatuhan.

Katak yang dimaksud bukan nama hewan melainkan bintil porang yang muncul di pangkal dan tangkai daun. Katak berwarna cokelat kehitaman ini bisa disimpan hingga musim hujan tiba untuk ditanam kembali.

Katak juga bisa dijual dengan harga yang lumayan tinggi Rp. 11.000 – Rp. 15.000 per kg.

Sebab itu, banyak juga yang melakukan cara menanam porang dari katak.

Merawat Tanaman Porang


Sama seperti tanaman pada umumnya, setelah ditanam porang juga harus dirawat secara rutin. Perawatan tanaman porang terdiri dari beberapa tahapan mulai dari membersihkan gulma, meninggikan guludan, memberikan pupuk dan melakukan penjarangan.

Membersihkan Gulma


Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman porangakan mengganggu pertumbuhan tanaman ini. Oleh sebab itu Anda harus secara rutin membersihkan gulma agar pertumbuhan porang tidak terganggu.

Meninggikan Guludan

Peninggian guludan dilakukan dengan cara menimbun pangkal batang porang dengan tanah. Tujuan meninggikan guludan ini agar batang tanaman porang dapat berdiri tegak dan perkembangan umbi porang bisa lebih cepat.

Memupuk Tanaman Porang

Cara budidaya porang ini membutuhkan dua kali proses pemupukan. Pemupukan pertama dilakukan sebelum porang ditanam.Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik kompos yang difermentasi terlebih dahulu.

Proses pemupukan kedua dilakukan saat tanaman porang sudah mulai tumbuh. Jenis pupuk yang digunakan saat proses pemupukan kedua ini bisa pupuk organik atau pupuk anorganik NPK/TSP. Tanaman porang biasanya hanya membutuhkan sedikit pupuk anorganik.

Melakukan Penjarangan

Proses penjarangan ini sangat perlu dilakukan jika ada terlalu banyak tanaman porang dalam sebuah lubang. Hal tersebut bisa terjadi karena satu bibit porang bisa menghasilkan hingga 3-4 batang porang.

Proses penjarangan ini perlu dilakukan agar umbi porang bisa tumbuh lebih besar. Karena ini merupakan cara budidaya umbi porang di lahan terbuka yang cukup baik hasilnya.

Panen Porang

Cara budidaya porang agar cepat panen adalah dengan menanam bibit porang dari bibit umbi. Karena bisa mulai dipanen saat umurnya sudah mencapai 7 bulan sejak masa tanam.

Namun porang yang ditanam dari bibit katak biasanya membutuhkan waktu lebih lama, agar bisa dipanen sekitar 18-24 bulan sejak masa tanam.

Proses panen porang dilakukan dengan cara menggali umbi porang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Monday, June 12, 2017

Harga Vanili Melambung Tinggi, Banyak Petani Yang Gigit Jari

Vanili yang dahulu di masa jayanya sempat disebut dengan emas hijau karena harganya yang melambung tinggi, kini sebutan itu pantas untuk disandangya kembali. Pasalnya saat ini harga vanili kemabali melambung tinggi dan bahkan melampaui harga emas yang sebenarnya. Melambungnya harga vanili saat ini, bisa dikatakan membuat para petani yang dulu berbudidaya vanili menjadi gigit jari.

Kenapa banyak petani yang gigit jari dengan melambungnya harga vanili ini?

Sedikit flashback ke beberapa tahun yang lalu, harga vanili sempat tinggi sebelum akhirnya harga vanili turun drastis yang tadinya ratusan ribu perkilonya hingga hanya puluhan ribu saja. Dengan turunya harga vanili yang sangat signifikan, banyak petani yang berbudidaya vanili kemudian tidak lagi tertarik untuk merawatnya.

Disaat harga vanili murah dan banyak petani yang lalai memelihara tanaman vanilinya, kini tiba-tiba harga vanili kembali melambung tinggi,  tentu saat ini banyak petani budidaya vanili yang gigit jari karena tidak lagi bisa panen vanili di saat harganya melambung kembali.

Vanili-Emas-Hijau

Harga Vanili Basah

Vanili memiliki harga yang berbeda atara vanili basah dan vanili kering, di Jawa Tengah, tepatnya di tempat saya tinggal di Kabupaten Purworejo, harga vanili basah mencapai 700 ribu rupiah per kilogramnya.  Harga tersebut bisa saja terus naik dengan kondisi permintaan pasar yang semakin meningkat.

Harga Vanili Kering

Sedangkan untuk harga vanili kering di tempat saya tinggal saat ini mencapai 1 juta rupiah per kilogramnya.  Harga tersebut akan terus meningkat dengan kondisi pasar yang ada. Seperti yang banyak diberitakkan media online besar, harga vanili di Sulawesi Utara bisa mencapai 3,7 juta per kilogramnya.

Ada sesuatu yang bisa dipetik dari melambungnya harga vanili ini, yaitu "Jangan Pernah Menyia-nyiakan Sesuatu". Hal ini lah yang tidak sadar ataupun sadar telah dilakukan oleh banyak petani yang tadinya memiliki tanaman vanili. Di saat harga vanili turun drastis banyak petani yang meyia-nyiakannya, giliran kini harganya melambung tinggi, petani hanya bisa gigit jari karena tidak lagi memiliki vanili.

Sebenarnya disaat harga vanili murah di tempat saya tinggal harga vanili juga masih lumayan karena masih dikisaran puluhan ribu. Namun karena terbiasa dengan harga vanili yang tinggi, kemudian vanili menjadi terlupakan dan tidak dirawat lagi.

Dengan melambungnya harga vanili, tentu akan banyak lagi petani yang membudidayakan vanili seperti dulu lagi dan mudah-mudahan harga vanili akan tetap stabil sampai kapanpun agar para petani budidaya vanili bisa merasakannya.

Bagaimana, Anda tertarik untuk menjadi petani budidaya vanili, jika iya, silahkan baca artikel saya yang sebelumnya tentang Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Friday, May 19, 2017

Cara Budidaya Kunyit Di Lahan Pertanian

5. SYARAT PERTUMBUHAN KUNYIT
Iklim.
Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang, sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan.
Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun, maka system pengairan harus diusahakan cukup & tertata baik. Budidaya Kunyit dpt dibudidayakan sepanjang tahun. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan.
Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30°C.
Media Tanam
Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur, pada tanah yang dicangkul dgn baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah.
Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dgn bahan organik tinggi, tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.
Ketinggian Tempat : Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl.


6. PEDOMAN BUDIDAYA KUNYIT
Pembibitan
Persyaratan Bibit : Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang, karena lebih mudah tumbuh. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak & hijau, kokoh, terhindar dari serangan penyakit; cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan; bentuk, ukuran, & warna seragam; memiliki kadar air cukup; benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup; terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain, kulit, kerikil).
Penyiapan Bibit : Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran & dgn berat yang seragam serta utk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. Bekas potongan ditutup dgn abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dgn larutan fungisida (benlate & agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas, dgn berat antara 20-30 gram & panjang 3-7 cm.
Teknik Penyemaian Bibit.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dgn cara : mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1,5 bulan, dgn penyiraman 2 kali sehari (pagi & sore hari). Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu kamar (25-28°C). Selain itu menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28°C. & merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air) & larutan G-3 (500-700 ppm). Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35°C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dgn jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.
Pemindahan Bibit Kunyit: Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian, dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1,5 bulan. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tdk rusak. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dgn hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu utk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jika jarak antara tempat pembibitan dgn lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab & segar ketika tiba di lokasi. Selama pengangkutan, bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk.
Pengolahan Media Tanam
Persiapan Lahan : Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan utk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.
Pembukaan Lahan : Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma & dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil & sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap & bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari.
Pembentukan Bedengan : Lahan kemudian dibedeng dgn lebar 60-100 cm & tinggi 25-45 cm dgn jarak antar bedengan 30-50 cm.
Pemupukan (sebelum tanam) : utk mempertahankan kegemburan tanah, meningkatkan unsur hara dalam tanah, drainase, & aerasi yang lancar, dilakukan dengan.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam & dibiarkan 1 minggu. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2,5-3 kg.
Teknik Penanaman : Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha.
Penentuan Pola Tanaman : Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dgn arah mata tunas menghadap ke atas. Tanaman kunyit ditanam dgn dua pola, yaitu penanaman di awal musim hujan dgn pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan & pemanenan dilakukan dgn dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama, yaitu pada awal musim penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.
Pembutan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dgn ukuran lubang 30 x 30 cm dgn kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
Cara Penanaman : Teknik penanaman dgn perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan & vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.
Perioda Tanam : Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak utk pertumbuhannya. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan.
Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman : Apabila ada rimpang kunyit yang tdk tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar & sehat.
Penyiangan : Penyiangan & pembubunan perlu dilakukan utk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara & mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dgn pemupukan & penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan & bersamaan dgn ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar & tanah tetap gembur.
Pembubunan : Seperti halnya tanaman rimpang lainnya, pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan utk menimbun kembali daerah perakaran dgn tanah yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat utk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur & bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan & biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali.
Pemupukan :
Pemupukan Organik : Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, & luas area daun kunyit secara nyata. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dgn populasi kunyit 160.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29,93 ton/ha.
Pemupukan Konvensional : Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang & pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; & ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. dgn pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5 ton rimpang segar/ha. Pemupukan juga dilakukan dgn pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), & K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N & K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) & sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan & 4 bulan. Pupuk diberikan dgn ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur & ditanam di sela-sela tanaman.
Pengairan & Penyiraman : Tanaman kunyit termasuk tanaman tdk tahan air. Oleh sebab itu drainase & pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak.membusuk. Perbaikan drainase baik utk melancarkan & mengatur aliran air serta sbg penyimpan air di saat musim kemarau.
Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.
Pemulsaan : Sedapat mungkin pemulsaan dgn jerami dilakukan diawal tanam utk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tdk gembur/padat) & mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.
7. HAMA & PENYAKIT
A. Hama
Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera.). Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu & lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.

 B. Penyakit
Busuk bakteri rimpang : Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput & mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan membusuk & keropos. Pengendalian: mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah terlukanya rimpang;penyemprotanfungisida dithane M-45.

Karat daun kunyit. Penyebab : Taphrina macullans Bult & Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun; bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/ daun yang tua maka tdk akan.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda, menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. Pengendalian: Dilakukan dgn mengurangi kelembaban;Penyemprotan insektisida, seperti dgn agrotion 2 cc/liter atau dgn fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali.

Gulma : Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang, rumput teki, rumput lulangan, ageratum, & gulma berdaun lebar lainnya.
Pengendalian hama/penyakit secara organik : Dalam pertanian organik yang tdk menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dgn bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman utk menghindari serangan hama & penyakit tersebut yang dikenal dgn PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb:
Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama & penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami
Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama & penyakit.
Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dgn tenaga manusia.
Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dgn pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya utk memutuskan siklus penyebaran hama & penyakit potensial.
Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan & tdk menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.
Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan.
Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sbg pestisida nabati & digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:
Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin utk insektisida kontak sbg fumigan atau racun perut. Aplikasi utk serangga kecil misalnya Aphids.
Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sbg insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dgn semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, & lalat buah.
Tuba (Derris elliptica & Derris malaccensis) yang mengandung rotenone utk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan & semprotan.
Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng & serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif utk menanggulangi serangan virus RSV, GSV & Tungro.
Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sbg insektisida & larvasida.
Jeringau (Acorus calamus) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron & biasanya digunakan utk racun serangga danpembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.
8. PANEN
Ciri & Umur Panen : Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar & lebih banyak bila dibandingkan dgn masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dgn berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun & batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).
Cara Panen : Pemanenan dilakukan dgn cara membongkar rimpang dgn cangkul/garpu. Sebelum dibongkar, batang & daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tdk rusak.
Periode Panen : Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.
Perkiraan Hasil Panen : Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0,71 kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.
9. PASCAPANEN.
Penyortiran Basah & Pencucian : Sortasi pada bahan segar dilakukan utk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, & gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran & tempatkan dalam wadah plastik utk pencucian. Pencucian dilakukan dgn air bersih, jika perlu disemprot dgn air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya & jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas & senyawa aktif yang terkandung didalam tdk larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran & banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.
Perajangan : Jika perlu proses perajangan, lakukan dgn pisau stainless steel & alasi bahan yang akan dirajang dgn talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dgn ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya & taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dgn mesin pemotong.
Pengeringan : Pengeringan dapat dilakukan dgn 2 cara, yaitu dgn sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dgn sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tdk saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab & dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 o C - 60 o C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven & pastikan bahwa rimpang tdk saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan
Penyortiran Kering : Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dgn cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini
(untuk menghitung rendemennya).
Pengemasan : Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih & kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang.menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih & metode penyimpanannya.
Penyimpanan : Kondisi gudang harus dijaga agar tdk lembab & suhu tdk melebihi 30 o C & gudang harus memiliki ventilasi baik & lancar, tdk bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih & terbebas dari hama gudang. 

Sunday, February 12, 2017

Budidaya Bibit Unggul Dan Keuntungannya

Budidaya Bibit Unggul Dan Keuntungannya. Pernahkah Anda mendengar tentang bibit unggul?. Dan apa yang Anda ketahui tentang bibit unggul?. Dan adakah keuntungan ketika Anda menggunakan bibit unggul?. Pada artikel kali ini mari kita bahas sama sama apa bibit unggul itu dan keuntungan apa yang bisa kita peroleh dari mengembangkan bibit unggul ini.

Bibit unggul adalah bibit tanaman maupun hewan yang mempunyai sifat yang baik dari tanaman atau hewan yang sejenis lainnya. Namun pada artikel kali yang akan kita bahas adalah tentang bibit unggul pada tanaman.

budidaya-bibit-unggul-dan-keuntungannya

Sifat unggul pada tanaman memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Waktu berbuah atau produksinya cepat.
  2. Hasil produksinya banyak.
  3. Rasa buahnya atau rasa hasil produksinya enak.
  4. Tahan terhadap hama dan gulma serta penyakit.
  5. Tahan terhadap iklim dan kondisi tanah yang bervariasi.
  6. Pohonnya pendek.
Bibit unggul dapat diperoleh dengan cara hibridasi. Lalu apa hibridasi itu?. Hibridasi adalah mengawinkan dua jenis tumbuhan atupun hewan yang berbeda varietas dan memiliki sifat-sifat yang unggul.

Keuntungan dari budidaya tanaman dengan memperhatikan sifat unggul adalah sebagai berikut  :

1. Dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi misanlya  :
  • Pada tanaman padi bisa menghasilkan beras yang bermutu tinggi, misalnya padi C, Gading, Centani, Remaja dan padi unggul dari Philipina seperti PB 5, PB 8, dan PB 36.
  • Menghasilkan rambutan yang berbuah manis dan besar serta pohonnya rendah yang didapat dari hasil penyilangan.
  • Pada pohon durian bisa menghasilkan buah durian yang besar serta memiliki daging durian yang tebal serta berasa manis.
2. Bisa menghemat biaya tenaga kerja, misalnya teknologi tanam benih langsung yang disebut TOT Tabela. Hal ini bisa dilakukan pada tanaman padi dengan mengunakan jenis padi Mamberomo dan Cibodas.

3. Dapat mempercepat produksi, misalnya pada tanaman padi unggul Mamberomo dan padi Cibodas yang masa panennya bisa 2 minggu lebih cepat dari jenis padi lainnya.

4. Tanaman akan dapat berumur panjang karena sifat unggulnya yang tahan terhadap penyakit dan iklim. Misalnya padi VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng) dan padi IR 64.

Adapun untuk menjaga supaya bibit unggul tidak kehilangan sifat keunggulannya, kita dapat melakukan dan menjaga persilangan sesama galur murni supaya tidak terkontaminasi dengan varietas lain.

Adapun pada pohon buah, untuk bisa tetap mendapatkan bibit yang unggul dapat dilakukan dengan cara , okulasi maupun sambungan, cangkok dan juga dengan menggunakan tehnik stek batang.
 
Demikian artikel kali ini tentang bibit unggul dan keuntungan mengembangbiakkannya, Semoga bermanfaat.

Monday, February 6, 2017

Cara Membuat Bibit Okulasi Dan Sambungan

Ceritatani - Cara Membuat Bibit Okulasi Dan Sambungan. Benih atau bibit merupakan modal dasar dalam berkebun buah-buahan maupun yang lainnya. Kesalahan dalam memilih bibit akan sulit dalam memperoleh hasil yang baik walaupun dikelola dengan sempurna. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan pemilihan bibit yang baik, entah itu dari biji maupun dari okulasi maupun sambungan.

Bibit Okulasi Dan Sambungan

Apabila Anda ingin membuat bibit secara okulasi maupun sambungan, dan nantinya bisa mendapatkan hasil yang baik Anda juga harus memilih bibit yang unggul. Nah.. berikut ini langkah-langkah pembibitan buah-buahan unggul secara okulasi dan sambungan  :
  1. Tentukan pohon induk unggul yang akan dibibitkan. Pohon harus dijaga dan dipelihara secara baik.
  2. Siapkan lahan persemaian, bila diperlukan lengkapi dengan peneduh.
  3. Siapkan biji buah-buahan untuk batang bawah. Penggunaan batang bawah dari bibit setek atau cangkok akan menghasilkan tanaman dengan perakaran yang tidak kuat.
  4. Siapkan sarana-prasarana pendukung seperti pisau, gunting pangkas, dan tali rafia pembalut.
Buji untuk batang bawah diseleksi, pilih biji yang baik dan seragam dan juga sehat. Biji dapat disemai langsung di lahan persemaian ataupun plybag. Bibit baru dapat diokulasi/sambung setelah daun yang mekar sekitar 3-6 helai atau sudah berumur 4-24 bulan, tergantung jenis tanamannya.

Pembuatan okulsi dapat dilakukan setelah kulit batang bawah dapat dikupas. Akan lebih bagus dilakukan saat bibit sedang aktif tumbuh daun muda, sedangkan untuk pembuatan sambungan dapat dilakukan setiap saat.

Pengambilan entres/cabang mata tempel, agar mudah dalam pengambilan mata tempel dari kambium kayu cabang entres, sebaiknya dilakukan setelah daun tunas mulai menua. Setalah bibit batang bawah dan cabang entres siap, maka mulai dilakukan okulasi dan sambungan.

Cara-Membuat-Bibit-Okulasi-Dan-Sambungan
Okulasi

Cara Membuat Bibit Okulasi
  1. Ambil cabang entres/mata tunas yang baik dari cabang primer dan sekunder pohon induk yang telah berbuah dan sehat.
  2. Ambil mata tunas dari cabang entres dengan pisau okulasi dengan hati-hati. Ukurannya sama dengan celah yang dibuat pada bibit batang bawah. Lepaskan kulit kayu yang melekat pada mata tunas dengan hati-hati agar matanya tidak pecah.
  3. Buat celah dengan mengupas kulit kayu bibit batang bawah pada ketinggian sekitar 20 cm dari permukan tanah. Lebar celah 0,5-1 cm dengan panjang2-3 cm. Potong 2/3 bagian kulit batang sebelah atas hingga membentuk lidah.
  4. Sisipkan mata tunas tepat di bawah lidah hingga sisi mata tunas bersentuhan dengan kulit celah batang bawah, tidak boleh menindih.
  5. Balut mata tunas dengan tali rafia halus hingga rapat. Pembalutan dimulai dari bawah keatas, dengan cara ini mata tunas tidak terkena air siraman dan terlindung dari terik matahari.
  6. Buka balutan setelah mata tunas mulai hidup/tumbuh, biasanya antara 3-6 minggu setelah okulasi. tandanya, warna mata tunas tetap hijau, bila warnanya cokelat berarti mati. selanjutnya batang atas di atas mata tunas dipatah lengkungan atau ujungnya. Setelah bertunas sepanjang 5 cm atau lebih, barulah kemudian batang atas dipotong seluruhnya.
Cara-Membuat-Bibit-Okulasi-Dan-Sambungan
Sambung
    Cara Membuat Bibit Sambungan
    1. Potong bibit batang bawah pada ketinggian 10-20 cm dari tanah, khusus utuk durian 5 cm diatas cincin (bekas melekatnya kontiledon)
    2. Belah ujung batang bawah sedalam 1-3 cm.
    3. Potong cabang entres (cabang atas) dari pohon induk, runcingkan/sayat dasar entres pada kedua sisi yang berhadapan sepanjang 1-3 cm hingga membentu baji pahat.
    4. Sisipkan batang atas (baji) ke dalam celah batang bawah. Cara menyisipkan harus cermat agar kambium batang atas menyentuh kambium batang bawah, walaupun hanya satu sisi. Persentuhan kambium merupakan kunci keberhasilan sambungan.
    5. Balut sambungan tersebut dengan tali rafia dari bawah keatas hingga erat dan rapat.
    6. Tutup (sungkup) bibit yang telah disambung dengan kantong plastik transparan agar lembab. Kemudian, simpan di bawah naungan. Sungkup dibuka sampai batang atas tumbuh tunas baru, biasanya setelah 1-1,5 bulan.
    Demikian tehnik tentang pembibitan secara okulasi dan secara sambung, mohon maaf bila banyak salah kata, semoga bisa bermanfaat.

    Search This Blog