Monday, May 10, 2021

Bayam Hidroponik

Cara Menanam Bayam Hidroponik Supaya Pertumbuhan Maksimal
OLEH JOYNIM FARM · DIPUBLIKASIKAN JULI 1, 2017 · DI UPDATE JULI 28, 2017

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppShare0
Bagaimana cara menanam bayam hidroponik supaya pertumbuhan maksimal? Artikel ini saya tulis berdasarkan penelitian yang akan saya lakukan. Sampai saat artikel ini dipublikasikan penelitian sudah berjalan dan nantinya akan di update apabila ada perkembangannya.

Sebelum melangkah lebih jauh tentang bagaimana riset ini saya lakukan, maka ada baiknya saya sampaikan motivasi saya kenapa saya melakukan ini.

Alasan kenapa harus menanam bayam hidroponik



Saya sendiri sangat menyukai sayur bayam. Saya tidak tahu pastinya kenapa, hanya suka saja. Apalagi kalau ditambah lauk ikan pindang goreng dan sambal terasi. Rasanya mantap sekali.

Kedua, bayam mempunyai nilai kandungan gizi yang cukup tinggi. Bayam terkenal dengan kandungan mineral zat besinya (Fe) yang cukup tinggi. Akan tetapi ternyata tidak hanya itu saja.

Selain zat besi, kandungan mineral dalam daun bayam antara lain adalah kalsium (Ca) dan mangan (Mn). Tidak hanya itu bayam juga sayur yang bagus sebagai sumber vitamin seperti vitamin A dan vitamin C. [1]

Kandungan gizi yang tidak kalah penting dari bayam adalah kandungan asam folatnya. Bahkan kandungan asam folat yang terdapat pada bayam ternyata lebih tinggi dari gandum.[1]

Asam folat memiliki manfaat yang luar biasa. Diantara manfaat asam folat adalah sebagai berikut:

Proses pembentukan sel-sel tubuh.
Mencegah anemia dan
Menghindari bayi lahir cacat.[2]
Bayam merah
bayam merah hidroponik



Bayam merah adalah salah satu topik penting dalam artikel ini. Kenapa, karena dalam proses penelitian bayam hidroponik ini, saya menggunakan bayam merah.

Tentu, ada alasan mendasar kenapa saya memilih bayam merah ini. Pertama, katanya bayam merah memiliki kandungan gizi yang lebi bagus daripada bayam hijau. Kita cari referensinya nanti. Kedua, ketika saya beli bayam merah di supermarket, harganya lumayan mahal.

Dari beberapa sumber yang cukup bisa dipercaya berikut adalah perbandingan antara bayam merah dan bayam hijau.

Dalam 100 gram bayam, baik itu bayam merah dan bayam hijau, kandungan gizinya adalah sebagai berikut:[3]

Bayam hijau Bayam Merah
Energi 16 Kkal 41,2 Kkal
Protein 0,9 gr 2,2 gr
Lemak 0,4 gr 0,8 gr
Karbohidrat 2,9 gr 6,3 gr
Kalsium 166 mg 520 mg
Serat 0,7 gr 2,2 gr
Zat besi 3,5 mg 7 mg
Vitamin C 41 mg 62 mg


Menurut sumber yang lain, bayam merah vs bayam hijau adalah sebagai berikut:[4]

Bayam Merah Bayam Hijau
Energi (Kkal) 51 36
Protein (gram) 4,6 3,5
Lemak (gram) 0,5 0,5
Karbohidrat (gram) 10 6,5
Kalsium (mg) 368 267
Fosfor (mg) 111 67
Besi (mg) 2,2 3,9
Vitamin A (SI) 5800 6090
Vitamin B (mg) 0,08 0,08
Vitamin C (mg) 80 80
Air (gram) 82 87
Cara menanam Bayam merah dengan cara hidroponik



Menanam bayam merah dengan cara hidroponik memerlukan persiapan beberapa bahan-bahan yang diperlukan. Bahan tersebut antara lain bibit, pupuk atau nutrisi hidroponik dan media serta tempat media.

Bibit bayam dapat diperoleh dengan membelinya di toko-toko pertanian. Harganya relatif terjangkau. Pengalaman saya kemarin dapat bibitnya dengan harga 20 ribu rupiah.

bibit dan harga bayam merah



Nutrisi hidroponik yang saya gunakan adalah AB-mix. Cara mendapatkan dan cara mempersiapkan nutrisi hidroponik ini sudah saya tulis di artikel sebelumnya. Silahkan di buka saja kalau ingin membacanya, cara mempersiapkan nutrisi hidroponik ab mix.

Media yang saya gunakan adalah rock wool, netpot dan botol air mineral bekas. Botol mineral bekas saya modifikasi sedemikian rupa supaya dapat menghemat penggunaan larutan nutrisi. Mengingat ini untuk penelitian sederhana saya.

media hidroponik bayam merah

Langkah-langkah penyemaian bibit bayam merah sangat mudah. Kalau semua bahan yang diperlukan sudah tersedia, tidak sampai 15 menit, langkah penyemaian sudah selesai.

Potong rockwool sesuai ukuran diameter bawah netpot.  Ukuran yang saya gunakan 3 cm x 3 cm. Rockwool saya beri 9 lubang untuk masuknya bibit bayam.

Masukkan bibit bayam ke lubang-lubang pada rockwool. Per lubang saya beri 1 biji bibit bayam. Setela selesai basahi rockwool dengan air kemudian simpan dalam tempat gelap.

penyemaian bibit bayam merah

Biasanya 2 – 3 hari bibit sudah mulai berkecambah. Kalau sudah muncul daun baru saya pindakan ke media hidroponik.

Prosedur penelitan bayam merah yang saya lakukan
Alasan kenapa saya melakukan penelitian ini adalah saya merasa performa pertumbuhan bayam merah yang saya tanam kurang maksimal. Oleh karena itu saya akan berusaha mencari penyebab kenapa hal itu bisa terjadi.

Gambar pertama pada artikel ini adalah bayam merah hidroponik yang saya tanam. Usianya baru sekitar 2 mingguan sejak bibit di semai. Sistem yang saya pakai adalah kultur air statis.

Untuk mendapatkan performa yang lebih baik, berikut adalah rencana yang akan saya lakukan.

Botol air mineral yang saya pakai berjumlah 6 botol. Masing-masing botol saya beri nomor 1 – 6.
Botol No 1 , penggantian larutan nutrisi saya lakukan setiap 3 hari sekali.
Botol no 2, penggantian larutan nutrisi saya lakukan setiap 6 hari sekali.
Botol no 3, penggantian larutan nutrisi saya lakukan setiap 9 hari sekali.
Botol No 4, Konsentrasi larutan nutrisi dua kali lebih pekat dan penggantian setiap 3 hari sekali.
Botol No 5, Konsentrasi larutan nutrisi dua kali lebih pekat dan penggantian setiap 6 hari sekali.
Botol No 6, Konsentrasi larutan nutrisi dua kali lebih pekat dan penggantian setiap 7 hari sekali.
Memulai penelitian
Setelah 2 – 3 hari penyemaian bibit bayam sudah mulai berkecambah. Akan tetapi saya mulai menggunakannya setelah usia 5 hari. Fotonya adalah seperti di bawah ini.

bayam merah hidroponik setelah 4 hari di semai

Seperti biasa dari 9 titik benih di tiap netpotnya, perkecambahan benih tidak seragam. Ada yang sudah cukup tinggi dan ada yang baru pecah benih. Klik pada gambar untuk ukuran yang lebih besar.

Selanjutnya adalah mempersiapkan larutan nutrisi yang akan digunakan pada penelitian. Larutan nutrisi yang pertama sudah pernah saya tulis di artikel cara mempersiapkan nutrisi hidroponik. Silahkan di baca kalau belum pernah membacanya.

Untuk larutan yang kedua, jumlah larutan stoknya di dua kalikan. Akan tetapi jumlah air pada larutan nutrisinya sama dengan yang pertama. Jadi, yang kedua lebih pekat dari yang pertama.

larutan nutrisi hidroponik ab mix dengan konsentrasi yang berbeda

Dapat dilihat seperti pada gambar, M adalah larutan yang pertama dan 2M adalah larutan yang kedua. Yang kedua menunjukkan warna yang lebih pekat dari pada yang pertama.

Selanjutnya adalah mengisi tanaman bernomor 1,2 dan 3 dengan larutan pertama. Tanaman dengan nomor botol 4,5 dan 6 dengan larutan kedua.



Sekarang tinggal menunggu perkembangannya. Terima kasih sudah mengikuti.

Hasil adalah proses



Saya agak sedikit kecewa dengan hasil percobaan ini. Kenapa, karena apa yang saya fikirkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan.

Ternyata hidroponik itu tidak sesederhana dan semudah yang dibayangkan. Meskipun sepertinya mudah. Tinggal menyemai benih, menunggunya sampai tumbuh dan menaruhnya dalam netpot dengan diberi larutan nutrisi.

Harapannya tanaman langsung tumbuh dengan subur dan menyenangkan. Tapi sisi baiknya saya jadi mengerti terhadap apa yang semestinya harus dan tidak harus dilakukan.

Semua tanaman dalam ke 6 pot tersebut mati.

Kegagalan ini saya bagikan supaya tidak saya ulangi lagi dan tidak dilakukan oleh orang lain yang masih pemula dalam memulai hidroponik.

Pertama adalah pH larutan. Awalnya saya mengabaikan pH larutan nutrisi hidroponik ini. Saya kira semua akan baik saja dan pH tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

Apabila pH larutan nilainya terlalu rendah atau tinggi maka akar tanaman tidak mampu untuk melakukan fungsinya dengan baik. Ia tidak akan mampu menyerap nutrisi dari larutan. Akibatnya pertumbuhan tidak maksimal bahkan mati.

Setelah saya belajar lagi, akhirnya saya peroleh informasi bahwa pH yang baik adalah antara 6 – 7. Namun ada juga yang mengatakan kalau pH bisa diberikan pada kisaran antara 5,5 – 6,5. Tapi saya menggunakan pH antara 6 – 7 dan hasilnya cukup baik terhadap tanaman hidroponik saya.

bayam merah hidroponik joynim farm

Kedua adalah akar membutuhkan oksigen. Ketika kita membuat sistem hidroponik pastikan ada celah untuk udara bersirkulasi. Itu bisa dibuat dengan memberi beberapa lupang pada wadah hidroponiknya.

Cara yang paling baik adalah dengan sistem hidroponik NFT. Dengan sistem ini suplai oksigen untuk akar akan berlimpah dan kekhawatiran akar akan kekurangan oksigen dapat di atasi

0 komentar:

Post a Comment

Search This Blog