Thursday, March 18, 2021

Beberapa Penyebab Tanaman Porang busuk dan Cara Pencegahannya

PetaniMillenial.com - Porang masih menjadi tren pertanian saat ini, bukan hanya karena soal harga dan adanya pasar tapi juga jadi solusi pertanian didaerah dataran tinggi. Terlebih pergantian musim yang tidak menentu, porang menjadi tanaman yang kuat dimusim kering.

Ada kendala yang kini mulai jadi keresahan petani porang yaitu porang busuk, porang dimakan ulat, batang porang menguning, tanaman porang membusuk, daun porang kering mengapa itu terjadi dan bagaimana menanganinya?

Berikut penyebab dari beberapa masalah porang diatas, yaitu:


 

1. Terlalu lembab
Porang asalnya adalah tanaman liar yang mampu beradaptasi dengan baik dilingkungan dengan kelembaban kurang hingga kering. Terlalu banyak air malah akan berefek buruk pada tanaman porang, itulah sebabnya tanaman porang lebih agus ditanam didataran tinggi.

Cara penanganan:
Jika menanam porang di lingkungan dengan sumber air dan kelembaban tinggi, maka buatkan pundukan yang tinggi untuk tanaman porang yang memungkinkan batang porang jika dilalui air tidak tergenang.

Jika menanam dipolybag, maka usahakan jangan terlalu sering diberi air cukup tanah terlihat basah maksimal 1 kali sehari saja.

2. Jarak tanam sempit
Jarak tanam terlalu sempit tidak bagus untuk tanaman berdaun lebar, hal itu dapat menutupi sinar matahari masuk ke tanah akibatnya batang berjamur dan busuk, sinar matahari penting untuk mengontrol kelembaban.

Cara penanganan:
Tanam porang dengan jarak tertentu dimana matahari dapat menyinari tanah batang porang. Berdasarkan berbagai sumber jarak tanam yang pas yautu 1m x 30 cm. 1 meter jarak samping dan 30 cm berbaris jika menggunakab pundukan dilahan terbuka. Tidak terkecuali pada porang polybag.

Untuk yang sudah terlanjur, menurut kami daripada nanti berefel buruk lebih baik di pindahkan dan buatkan jarak tanam baru.

3. Katak yang ditanam masih muda
Penyebab benih tidak tumbuh bertunas dan busuk salah satunya adalah katak benih yang ditanam masih muda.

Cara Penanganan:
Pastikan katak yang ditanam sudah layak tanam, menurut petani porang berpengalaman katak tanam layak porang yaitu yang jatuh langsung dari pohonnya untuk memastikan dapat ditanam dengan baik.

4. Umbi yang ditanam belum habis masa istirahat atau dormannya.
Menanam porang mudah perawatannyapun mudah, namun menanam porang harus mengikuti sedikita aturan agar dapat tumbuh dengan baik. Porang memiliki masa istirahat setelah dipanen, artinya tidak dapat langsung ditanam, porang yang belum siap tanam dan dipaksakan bisa jadi sebab porang membusuk tidak tumbuh.

Cara Penanganan:
Ikuti aturan penanaman, tanam porang dibulan 9 dan paling lambat bulan 10. Pastikan be ih porang yang akan ditanam sudah melewati beberpa bulan masa panen.

5. Umbi tanaman yang masih seger/blum masa panen.

Nah bagi anda para pemula jika ingin membeli benih porang, jangan membeli atau menanam benih porang hasil caplok dari porang yang batangnya masih hidup segar atau belum masa panen. Gunakan benih porang dari hasil panen yang benar dan baik. Seperti poin 4 porang memiliki masa istirahat apalagi jika langsung di ambil dari batang segar.

6. Penyimpanan umbi
Tidak kalah penting penyimpanan umbi hasil panen, jangan disekap ditempat dimana sirkulasi udara tertutup, pastikan umbi disimpan ditempat sirkulasi udara baik atau sedikit mendapat penyinaran matahari, umbi tidak ditumpuk padat.

Cara penanganan:
Pastikan tempat penyimpanan tidak lembab, jika anda membeli umbi dengan pengiriman jarak jauh gunakan kardus atau bahan dimana tidak terlalu kedap udara yang membuat umbi atau benih disekap.

7. Umbi keinjak sehingga umbi penyok rusak bagian dalamnya.

Hati-hati jangan sampai benih keinjak penyok yang membuat bagian dalamnya koyak, ini akan berakhir menjadi busuk atau tidak tumbuh ketika ditanam.

8. Selain cara-cara penangan diatas,
Jika menemukan umbi porang dimakan ulat atau rusak, segera dipisahkan, dijemur dan dipotong bagian yang rusak agar tidak menulari yang lain.

Kesimpulannya:
Penyebab tanaman porang busuk yaitu:

  • Terlalu lembab
  • Jarak tanam sempit
  • Katak yang ditanam masih muda
  • Umbi yang ditanam belum habis masa istirahat atau dormannya
  • Umbi tanaman yang masih seger/blum masa panen.
  • Penyimpanan umbi tidak baik
  • Umbi keinjak sehingga umbi penyok rusak bagian dalamnya

Bisa tambahkan tips dan pengalaman anda dibawah, terimakasih.

 

0 komentar:

Post a Comment

Search This Blog