Tuesday, February 23, 2021

13 Obat Tradisional Buat Hewan Ternak Kambing

13 Obat Tradisional Buat Hewan Ternak Kambing - Ternak kambing merupakan salah satu budidaya peternakan yang lumayan menjanjikan apabila dikelola dengan baik. Meningkatnya permintaan pasar hendak kebutuhan daging kambing, terlebih bila masuk Idul Adha, pasti jadi kemampuan yang bagus buat budidaya kambing asal dikelola dengan baik dengan mencermati kesehatan kambing supaya senantiasa bebas dari bermacam penyakit yang dapat melanda kambing.

Mempunyai kambing- kambing yang sehat, pasti jadi idaman untuk tiap peternak kambing, kambing yang sehat pasti pertumbuhannya pula hendak kilat besar serta tidak hanya itu, apabila di jual pasti biayanya pula hendak mahal serta disukai oleh pembeli. Supaya kambing senantiasa sehat serta memiliki nafsu makan yang besar, sesungguhnya terdapat obat tradisional yang dapat dimanfaatkan.

Sebagian obat tradisional buat ternak kambing, antara lain merupakan buat tingkatkan energi kambing, tingkatkan nafsu makan kambing, menyembuhkan perut kembung pada kambing, menyembuhkan kudis pada kambing, menyembuhkan keracunan pada kambing, tingkatkan libido pejantan kambing serta lain sebagainya. Nah, berikut ini terdapat 13 Racikan Obat Tradisional Buat ternak kambing yang dapat jadi saran untuk Kamu.


Kambing Sehat

1.  Obat Meningkatkan Stamina Dan Daya Tahan Tubuh Serta Mencegah Stres

Permasalahan energi serta tekanan pikiran, kerap terjalin pada kambing yang baru saja dibeli, paling utama sehabis ekspedisi jauh. Proses menyesuaikan diri ataupun penyesuaian pada area yang baru hendak membuat kambing menyebabkan tekanan pikiran serta menyusutnya energi. Bila dibiarkan bersinambung tanpa penindakan ternak kambing gampang terkena penyakit serta dapat menyembakan kematian.

Tidak hanya aspek tekanan pikiran, aspek pergantian masa pula mempunyai adil besar untuk kambing kilat terserang penyakit, ada pula isyarat kambing yang staminanya menyusut serta pula tekanan pikiran merupakan selaku berikut:


Ciri klinis
Kambing hendak jadi lesu dan nafsu makan hendak menurun,
apalagi kambing dapat saja tidak ingin makan serta cuma hendak kerap nampak duduk- duduk saja.

Pencegahan
Buat menghindari terbentuknya tekanan pikiran serta lesu dan nafsu makan kurang sebab kambing baru menyesuaikan diri, hendaknya tempatkanlah kambing pada kandang/ posisi yang teduh, Supaya tidak menaikkan tekanan pikiran, jauhi kambing dari suara kegaduhan ataupun suatu yang membuat kambing jadi kaget. Sebab baru menyesuaikan diri, hendaknya bagikan pakan cocok wilayah asal( ramban ataupun dedaunan yang telah layu± 3 jam).

Racikan Pencegah Tekanan pikiran Serta Kurang Stamina

Buat menaikkan energi serta menyembuhkan tekanan pikiran, Kamu dapat membagikan racikan obat berikut ini pada kambing yang baru saja dibawa dari ekspedisi jauh.
  • Larutkan gula merah¼ kilogram dicampur asam jawa seperlunya. Jamu ini diberikan kala kambing dikala baru datang dari ekspedisi jauh( pra droping). Jamu ini dapat diberikan 1( satu) minggu satu kali serta 2 hari berturut- turut sesaat sehabis droping.
  • Madu¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Bagikan jamu ini dengan metode diminumkan.

2. Tingkatkan Nafsu Makan Kambing

Kambing yang mempunyai nafsu makan besar, hingga produktifitas pertumbuhannya pula hendak terus menjadi bertambah serta ternak bisa terpelihara staminanya, kambing pula hendak mempunyai energi tahan badan yang kokoh, tidak gampang strees serta pula nyaman dari serbuan penyakit. Buat tingkatkan nafsu makan butuh diberikan racikan selaku berikut:
  • Ambil daun talas sebanyak 3 lembar, garam dapur 3 sendok makan, setelah itu rebus daun talas bersama garam sepanjang 15 menit. Bagikan daun talas yang telah matang, pada kambing, setip 1 kambing satu lembar.
  • Kencur fresh 1 ons, diparut serta dicampur kuning telur ayam 1 butir, jamu ini diberikan tiap 3 hari sekali hingga keadaan makan kambing wajar.
  • Mentimun 2 buah diparut, kemudian dicampur garam dapur, asam jawa, terasi serta air seperlunya. Racikan ini siap diberikan pada kambing buat sekali pemberian.
  • Daun buni 5 lembar, lengkuas sebesar bunda jari, terasi serta garam dapur seperlunya ditumbuk sampai halus kemudian ditambahkan air seperlunya. Racikan ini diperas serta airnya disaring serta diberikan pada 2 ekor kambing.
  • Pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5 lembar, daun dadap serep 5 lembar, terasi serta garam dapur seperlunya setelah itu bahan ini dihaluskan. Tambahkan sedikit air serta airnya diperas. Air perasan ini diberikan pada 2 ekor kambing.

3. Perut kembung (tympani / bloat)
Kembung diakibatkan oleh penumpukan gas dalam perut akibat proses fermentasi berjalan kilat. Tingginya penumpukan gas memencet organ dalan badan sehingga memunculkan kesakitan, respirasi dengan mulut terbuka ataupun frekuensi respirasi besar, dan frekuensi buang air besar serta berkemih bertambah.

Supaya ternak bebas dari perut kembung, jauhi pemberian pakan kambing selaku berikut:

  • Pakan hijauan yang masih sangat muda, banyak memiliki air ataupun sangat basah, baik terserang air hujan ataupun embun. Hingga hendaknya kambing diberi pakan hijauan yang telah kering dari embun pagi.
  • Pakan dari bahan pakan yang gampang serta kilat difermentasi semacam kol, lobak serta wortel secara kelewatan.
  • Pakan biji- bijian yang tergiling halus sangat banyak, namun kurang menemukan hijauan berserat.
  • Pakan leguminosa( daun kacang- kacangan) sangat banyak.
  • Apabila kondisi memforsir, hijauan hendaknya diberi percikan minyak kelapa.
Ciri klinis:
  • Kambing merasa risau, sakit, serta susah bernapas.
  • Perut bagian kiri hadapi pembesaran yang apabila ditepuk hendak berbunyi semacam bedug/ gendang.
  • Punggung membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lender mulut kebiruan.
  • Ternak jatuh serta sulit bangun lagi, apabila dibiarkan ternak bisa mati tiba- tiba.
Penyembuhan jamu:

  • Minyak nabati( minyak kelapa, minyak kedelai, ataupun minyak sawit) sebanyak 100- 200 ml( dekat½- 1 gelas) dengan metode dicekok.
  • Kambing dicekok 200 cc“ sprite/ soda”, kemudian perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus serta telah dicampur dengan minyak angin. Apabila angin telah keluar lewat anus, kedua kaki depan dinaikan ke atas sembari sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing wajib senantiasa terbuka, dengan metode mulut kambing disumbat dengan kayusecara melintang serta upayakan kambing senantiasa berdiri. Dengan metode ini seluruh timbunan gas dalam perut hendak keluar.
  • Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya yang ujungnya telah diolesi minyak goreng supaya tidak melukai bilik anus. Sehabis itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas hendak keluar lewat tangkai daun papaya.


4. Kudis/ Kurap( Scabies)

Kudis atau kurap disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis var.ovis dan Chorioptes ovis. Tungau ini mudah menular ke ternak lain.


Ciri klinis:

  • Kulit nampak bintik- bintik merah yang membentuk bisul sehingga hadapi kekakuan, penebalan serta bersisik.
  • Ternak menggosok- gosokkan bulunya ke bilik kandang sebab gatal, bulu rontok.
  • Ternak kurus, nafsu makan menurun, kekurangan darah serta penciptaan susu menyusut.
  •  
  • Penangkalan:
  •  
  • Sanitasi kandang serta penyemprotan pada kandang yang tercemar ataupun sempat ada ternak kudisan.
  • Ternak sakit dipisahkan dari yang sehat serta jauhi kontak langsung dengan ternak sehat.
Penyembuhan:
  • Ternak terlebih dahulu dimandikan dengan disikat dan dengan sabun antiseptik/deterjen.
  • Oli sisa 1 liter, minyak goreng 1/ 3 gelas, minyak tanah 1/ 3 gelas, garam, kapur barus, kapur ajaib, bawang merah 5, siung, bawang putih 5 siung, belerang 1 ons. Seluruh bahan dihaluskan serta dicampur jadi satu sampau rata, dibalurkan tiap 3 hari sekali sengan memakai sabut kelapa hingga keropeng mengelupas.
  • Permukaan kulit yang sakit digosogkan kombinasi serbuk belerang, kunyit serta minyak kelapa yang dipanaskan tiap 2 hari sekali.
  • Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sidah menempuh jarak 1.000 km paling efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang.
  • Lengkuas, daun ketepeng kerbau serta garam dapur dihaluskan serta dibalurkan pada bagian kulit yang terkena kudis.

5. Mata Belekan (Pink eye)
Kambing yang terkena belekan aktivitasnya hendak tersendat ini diakibatkan oleh trauma akibat tertusuk ujung rambut, debu serta duri. Meski demikian penyakit ini bisa diakibatkan oleh kuman, virus, Chlamidia serta Ricketsia.

Ciri klinis:
  •  Mata menghasilkan air, tertutup dan§ berkedip- kedip.
  • Mata membesar, merah, setelah itu keruh serta mencuat borok pada selaput bening hinga hadapi kebutaan.
Penangkalan:
  •  Kebersihan kandang§ dilindungi/ sanitasi, pisahkan ternak yang sakit.
  •  Pakan dipotong pendek agar§ tidak melukai mata.
  •  Memandikan§ kambing 1 bulan 2 kali pada waktu cuaca terang.
Penyembuhan:
  • Mata ternak dicuci dengan air hangat.
  • Bahan; air teh basi 1 gelas, daun sirih 10 lembar dihaluskan, garam 1 sendok makan. Bahan dicampur jadi satu, semprotkan pada mata tiap pagi. Penyembuhan ini dicoba tiap hari sampai sembuh.



6. Mencret (Diare)
Mencret terjalin sebab terdapatnya kendala pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh kuman, santapan rusak, dan area ataupun hawa dingin.

Ciri Klinis:

  • Feses ataupun kotoran§ kambing bercorak hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan ataupun hijau kehitaman.
  • Ternak nampak lesu, lemah serta pucat.
Penangkalan:
  •  Jauhi hijauan§ kacang- kacangan ataupun daun muda secara kelewatan.
  • Jaga sanitasi kandang.
Penyembuhan jamu:
  • Ternak lebih banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun bambu muda serta daun buni.
  • Daun jambu biji 5 lembar, garam dapur 2 sendok makan, air kelapa 1 gelas. Bahan dicampur jadi satu, bagikan 1/ 3 gelas sepanjang 3 hari berturut- turut.
    7. Keracunan
    Isyarat keracunan yakni mulut berbusa, kejang, kebiruan pada selaput lendir serta terkadang mati tiba- tiba. Ternak jangan diberi hijauan beracun semacam, daun singkong serta daun dadap serep.

    Penyembuhan:
    • Minyak kelapa 1 gelas, air kelapa muda 1 gelas, garam 3 sendok makan, asam jawa seperlunya. Campur seluruh bahan hingga rata bagikan pada ternak sebanyak 1/ 2 gelas. Bagikan 3x dalam satu hari.
    • Apabila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa hangat 1 gelas.

    8. Kaki Pincang
    Umumnya kambing pincang sebab terperosok/ terjepit lantai kandang. Kambing yang pincang bisa diatasi dengan racikan daun sereh. Seikat daun sereh ditumbuk hingga lembut, kemudian dibalutkan pada kaki. Supaya tidak lepas racikan ini diikat dengan perban ataupun potongan kain. Pembalutan ini di ubah tiap 3 hari sekali hingga sembuh.

    9. Cacingan
    Cacing yang banyak memunculkan kerugian pada kambing merupakan cacing Haemonchus contortusi. Cacing ini hidup selaku parasit di pencernaan kambing menghirup sari santapan, cairan badan serta darah, dan menghasilkan toksin yang menyebabkan kambing jadi lemah serta lesu.

    Ciri klinis:
    •  Kambing nampak kurus, lemah, pucat,& bulu berdiri serta kumal.
    • Kambing§ diare, nafsu makan menurun, perut membengkak serta penciptaan susu menyusut.
    Penyembuhan jamu:
    • Bahan; buah pinang tua sebanyak 2 buah, gula jawa 2 sendok makan, daun tembakau 5 lembar, serbuk getah papaya muda 1 sendok makan.
    • Haluskan seluruh bahan serta dicampur jadi satu hingga rata. Bagikan pada ternak bebesar bunda jari tangan. Betikan dengan agenda hari ke- 1, hari ke- 5, serta hari ke- 10.

    10. Meningkatkan libido pejantan
    Supaya bisa mengawini betina selaku pemacek, pejantan memerlukan perawatan intensif. Tidak hanya diberi lumayan pakan, pula butuh diberi obat penyehat badan serta peningkat gairah kejantanan.Sebagian racikan berikut bisa diseleksi;
    • Madu¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Bagikan jamu ini dengan metode diminumkan.
    • Lada 100 gram disangrai hingga kering, kemudian ditumbuk sampai jadi bubuk halus. Bubuk lada ini dicampur kencur parut 0, 5 kilogram, kuning telur 5 butir serta madu 1 sendok makan sampai tercipta adonan kental. Adonan dibangun butiran sebesar bunda jari serta dijemur samapi kering. Sebanyak 2 butir diberikan satu hari saat sebelum digunakan selaku pejantan serta sesaat sehabis digunakan.

    11. Keropeng di mulut (Orf)
    Keropeng dimulut sangat meluas ke ternak lain apalagi bisa menulari manusia( bertabiat zoonosis). Orf diakibatkan oleh virus Parapoxvirus.
    • Bahan; kapur sirih, biji pinang, serta kunyit dengan perbandingan 2: 2: 1.
    • Pembuatan; seluruh bahan dicuci besihkan serta dihaluskan hingga berentuk pasta.
    • Penyembuhan; pasta yang telah jadi bisa diberikan dengan dibalurkan tampa wajib mengelupas keropeng.

    12. Kutu
    Kutu hidup serta bertelur di kulit ternak. Kutu ini menghirup darah sehingga menyebabkan gatal, lemah, kekurangan darah, serta ternak gampang terkena penyakit lain paling utama scabies.

    Sebagian racikan berikut bisa diseleksi buat melenyapkan kutu;
    • Daun mimba 5 lembar, daun tembakau 5 lembar, serta biji sirsak 10 butir ditumbuk halus, kemudian dicampur air 20 liter. Racikan ini disaring serta airnya digunakan buat membasuh kambing yang telah dimandikan ataupun di semprotkan ke segala tubuh ternak..
    • Buah pinang yang muda hingga hijau sebanyak 20 biji di haluskan serta dicampur dengan kapur semut( kapur ajaip). Racikan ini di campur dengan air 5 liter serta di balurkan ke segala badan ternak.

    13. Tingkatkan penciptaan susu
    Sebagian racikan berikut bisa diseleksi buat tingkatkan penciptaan susu;
    • Daun katu 3 genggam halus, daun pepaya muda 3 genggam halus,½ kilogram jahe,¼ kilogram asam, 3 butir telur, garam 1 sendok makan. Jahe diambil sarinya, asam diambil sarinya, dicampur dengan garam, telur, daun katu serta pepaya. Bagikan tiap hari sebanyak¼ gelas dengan dicekokkan, sepanjang penciptaan susu menyusut.
    • Daun papaya muda serta daun katu direbus sepanjang 15 menit serta diberi garam dapur seperlunya. Racikan ini diberikan selaku pakan 3 hari sekali dari mulai 1 bulan saat sebelum kelahiran hingga 2 bulan kelahiran.

    14. Korengan/belatungan (Myasis)
    Korengan/ belatungan awal umumnya diakibatkan oleh cedera sebab kandang yang tidak aman serta pula pada ternak betina sehabis melahirkan sebab sisa darah yang tidak dibersihan ataupun pada anak baru lahir sebab tidak diberi antiseptik/ anti lalat di bagian pusar.

    Sebagian racikan berikut bisa diseleksi;
    • Cedera/ koreng dibersihan dengan air, setelah itu di beri dengan tembakau yang telah dibasahi serta ditutup dengan perban serta ditukar tiap hari hingga belatung keluar.
    • Cedera yang telah belatungan disiram dengan minyak kayu putih setelah itu di sumbat dengan tembakau yang telah dibasahi serta dibalut dengan perban.
    Selamat mecoba, semoga bermanfaat.

    0 komentar:

    Post a Comment

    Search This Blog