Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

12 Tipe Tumbuhan Hias Gantung Ini Dapat Mempercantik Suasana Rumah

Bahagia berkebun serta memandang mekarnya bunga di halaman? Hobi menanam bunga memanglah identik dengan keelokan, atmosfer fresh serta bau semerbak yang membuat perasaan bahagia riang. Tetapi bila keadaan rumah ataupun taman tidak membolehkan, tumbuhan hias gantung dapat jadi pemecahan peningkat semangat serta keelokan di rumah.

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Friday, February 26, 2021

Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya

Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya - Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membasi hama, terutama hama tanaman penggangu yang ada di sekitar kita. Hama tersebut bisa berupa Tumbuhan penggangu, Serangga maupun hewan lain terutama yang sering menggangu pertanian. Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan dengan jenis hama yang akan diberantas.

Jenis pestisida digolongkan menjadi, Insektisida, Herbisida, Nematisida, Fungisida dan Rodentisida. Meskipun pestisida sangat dibutuhkan untuk memberantas hama tanaman pertanian, namun pengguaan pestisida kimia dengan kadar yang tinggi dan berkelanjutan juga akan kurang baik bagi lingkungan sekitar dan kehidupan.

Sebenarnya banyak bahan alami yang ada di sekitar kita yang dapat digunakan untuk membasi hama penyakit, bahan-bahan alami tersebut dapat dibuat menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi kehidupan. Berikut ini Ceritatani rekomendasikan macam-macam pestisida nabati dan cara membuatnya, untuk mengurangi pemakaian pestisida kimia.

9 Macam Pestisida Nabati Dan Cara Pembuatannya

Alam sekitar kita, sebenarnya telah menyediakan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati. Setiap bahan memiliki kandungan senyawa sendiri-sendiri serta dapat digunakan untuk mengendalikan hama atau penyakit Tanaman. Bahan-bahan yang ada dan kadang kita kosumsi ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Untuk itu, mulai sekarang kita coba gunakan pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pemakaian pestisida nabati ini bisa menjadi solusi efesien bagi biaya budidaya pertanian serta kelestarian lingkungan.

1. Pestisida Nabati Dari Umbi Gadung

Umbi gadung mempunyai kandungan senyawa kimia diosgenin, steroid, saponin, alkaloid dan fenol.  Kandungan senyawa dalam umbi gadung ini mampu mengendalikan ulat dan hama jenis penghisap (Hemiptera) contoh: kepik, walang sangit, dan wereng.

Cara membuat pestisida umbi gadung sangat mudah dan murah bisa anda buat dengan peralatan dapur di rumah anda, proses yaitu:

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Gadung

Ekstrak umbi

Bahan dan Alat :

  • ½ kg umbi gadung
  • 10 liter air
  • Alat penumbuk/ Blender
  • Saringan
  • Cara Pembuatan :
  • Bahan ditumbuk halus peras dengan kain halus. Tambahkan 10 liter air. Aduk hingga merata.
  • Cara Penggunaan :
  • Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Berbagai macam ulat dan hama pengisap

Ekstrak umbi Gadung + Mimba

Bahan dan Alat :

  • 2 buah umbi gadung
  • 1 kg mimba
  • 20 liter air1
  • 10 gr deterjen
  • Alat penumbuk/Blender
  • Saringan
  • Cara Pembuatan :
  • Bahan ditumbuk halus Tambahkan 20 liter air dan 10 g deterjen. Aduk hingga rata.
  • Diamkan selama 24 jam. Saring dengan kain halus
  • Cara Penggunaan :
  • Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Berbagai macam ulat dan hama pengisap

Pelet Umbi gadung Racun + Umbi gadung

Bahan dan Alat :
  • 1 kg umbi gadung
  • 10 kg dedak padi/jagung
  • 1 ons tepung ikan
  • 1 buah kemiri
  • Air
  • Cara Pembuatan :
  • Haluskan umbi gadung. Tambahkan dengan 10 kg dedak/jagung, tepung ikan dan kemiri beri sedikit air. Aduk adonan hingga rata. Buat menjadi pelet.
  • Cara Penggunaan :
  • Tempatkan di tempat yang sering dikunjungi tikus
  • OPT Sasaran :
  • Tikus

Ekstrak Gadung dan Tembakau

Bahan dan Alat :
  • 1 kg gadung
  • 1 ons tembakau
  • Air secukupnya
  • Cara Pembuatan :
  • Gadung dikupas, dicuci dan diparut tambah dengan 3 gelas air biarkan selama 12 – 24 jam. Tembakau direndam dalam 2 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam . satukan bahan tadi, aduk hingga merata. Saring
  • Cara Penggunaan :
  • Ambil larutan dengan dosis 2 – 2.5 gelas untuk 1 tangki sprayer. Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang. Pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Hama – hama padi

Ekstrak gadung

Bahan dan Alat :
  • 1 kg gadung
  • Air secukupnya
  • Kain saring
  • Cara Pembuatan :
  • Gadung dikupas, dicuci, dan diparut lalu diperas dengan kain bersih
  • Cara Penggunaan :
  • Ambil larutan dengan dosis 5 – 10 ml/liter air. Semprotkan ke seluruh tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Walang sangit dan OPT padi

2. Pestisida Nabati Dari Biji Mimba

Mimba merupakan tanaman yang tumbuh dipinggir jalan atau dipematang sawah. Tumbuhan ini kadang tidak sengaja ditanam. Daunnya dijadikan makanan ternak kambing dan domba. Mimba mempunyai kandungan senyawa kimia: azadirachtin Salanin, nimbenin, meliantriol. Bagian mimba yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah biji dan daun.

Kandungan senyawa inilah yang memungkinkan mimba dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat, hama pengisap, jamur dan bakteri. Hama pengisap ini bisa dari beberapa jenis diantaranya dari jenis hemiptera seperti : kepik, walang sangit dan wereng, jenis Lepidoptera yaitu kupu –kupu dengan tipe penghisap berupa belalai, yaitu: penggerek  batang, penggerek buah, ulat, dll atau dari jenis Tisanoptera yaitu sebangsa kutu dengan tipe penghisap berujung tajam.

Cara pembuatan pestisida nabati dari biji mimba:

  • 200-300 gram biji mimba sebanyak 200 – 300 gr ditumbuk halus atau
  • hasil tumbukan biji mimba di direndam dalam 10 liter air dan didiamkan cukup 1 malam.
  • Larutan diaduk sampai sudah campur semua lalu saring dengan kain halus.
  • Larutan kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit.
  • Cara pembuatan pestisida nabati dari daun mimba:
  • 1 kilogram daun mimba kering ditumbuk sampai halus
  • Kemudian direndam selama semalam dalam 10 liter air
  • Larutan diaduk pelan-pelan sampai rata lalu di saring dengan kain halus.
  • kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit tanaman.


3. Pestisida Nabati Srikaya dan Nona Seberang

Tanaman srikaya yang manis rasanya tersebut bisa digunakan sebagai pestisida nabati loh. Yang dimanfaatkan dari srikaya adalah bijinya. Biji srikaya mempunyai kandungan senyawa kimia annonain dan resin. Pestisida nabati srikaya ini dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama jenis pengisap dan ulat.

Untuk membuat pestisida nabati dari srikaya dapat dilakukan beberapa tahapan sebagai berikut:

  • 15-25 gram biji srikaya ditumbuk sampai halus, dapat juga diblender dengan blender tepung.
  • Tepung atau serbuk biji srikaya direndam dengan 1 liter air dan 1 gram detergen
  • Aduk semua campuran sampai homogen
  • Larutan kemudian disaring dengan menggunakan kain halus
  • Hasilnya disemprotkan pada tanaman


4. Pestisida Nabati Daun Pepaya

Kandungan : Papain
Kegunaan : mengendalikan ulat dan hama pengisap.

Cara pembuatan :

  • Rajang kira-kira 1 kg daun pepaya yang  segar.
  • Daun pepaya yang telah dirajang kemudian direndam    dalam 10 liter air dan 2 sdm minyak tanah dan 50 gram detergen/ sabun colek selama semalam.
  • Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.
  • Larutan yang telah di saring kemudian disemprotkan ke pertanaman.


5. Pestisida Nabati Biji Jarak

Biji jarak yang biasanya diolah menjadi minyak jarak ini dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Dalam bentuk larutan dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat dan hama pengisap. Dalam bentuk serbuk atau tepung pestisida biji jarak dapat digunakan untuk mengendalikan nematode.

Untuk membuat pestisida biji jarak dapat dilakukan cara berikut ini:

  • 0,75 gram biji jarak ditumbuk sampai halus
  • Dimasukkan dalam 2 liter air kemudian dipanaskan selama 10 menit
  • Larutan disaring dengan kain halus, bisa menggunakan kain sifon.
  • Ditambah dengan 10 liter air , kemudian diaduk
  • Larutan disemprotkan ke tanaman.

6. Pestisida Nabati Daun Sirsak

Tanaman sirsak ini juga merupakan tanaman buah yang sangat digemari. Buahnya terasa manis dan masam. Buah sirsak ini paling nikmat bila dibuat jus sirsak. Tetapi dalam hal ini daun sirsak dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Daun sirsak mengandung senyawa kimia golongan annanoin dan resin. Senyawa kimia ini dapat mengendalikan hama trips. Cara pembuatannya bagaimana ya ? begini caranya :

  • 50-100 lembar daun sirsak ditumbuk sampai halus.
  • Hasil tumbukan daun direndam dalam 5 liter air dan 15 gr detergen (sabun colek atau lainnya).
  • Diamkan rendaman selama 12 jam (semalam)
  • Saring dengan kain halus
  • Tiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air atau 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan.
  • Disemprotkan pada tanaman


7. Pestisida Nabati Daun Sirsak dan Jeringau

Pestisida kali ini merupakan kombinasi antara daun sirsak dan jeringau (deringu). Keduanya apabila digabungkan memiliki kandungan senyawa kimia yang banyak, diantaranya : arosone, kalomenol, kolomen, kalameone, metil eugenol, eugenol. Kombinasi 2 jenis pestisida nabati ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama wereng coklat pada padi.

Berikut ini cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak dan jeringau:

  • 1 genggam daun sirsak dan 1m genggam rimpang jeringau dan 20 siung bawang putih ditumbuk halus.
  • Hasil tumbukan bahan tersebut direndam dengan 20 liter air dan 20 gram detergen.
  • Semua larutan direndam selama 2 hari
  • Saring semuanya dengan kain halus
  • Untuk aplikasi penyemprotan 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan
  • Semprotkan ke tanaman yang diserang hama wereng.


8. Pestisida Nabati Daun Sirsak dan Tembakau

Pestisida nabati berikut ini juga kombinasi antara 2 bahan yaitu daun sirsak dan tembakau. Ya tembakau yang biasa di buat untuk rokok ini juga bisa digunakan untuk mengendalikan hama loh. Hama yang dapat dikendalikan dengan pestisida ini adalah belalang dan ulat.

Cara pengendaliannya dapat dilaksanakan cara berikut ini:

  • 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.
  • Bahan dimasukkan dalam 20 liter air dan 20 gr detergent (bisa sabun colek).
  • Aduk rata dan diamkan selama semalam
  • Saring dengan kain halus.
  • larutan pekat ini dapat digunakan 4 kali penyemprotan (4 kali knapsack sprayer).
  • Larutan disemprotkan ke tanaman.

9. Pestisida Nabati Mindi

Ternyata daun mindi juga dapat digunakan sebagai pertisida nabati. Pestisida daun mindi ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman. Dalam bentuk rendaman daun mindi dapat digunakan untuk mengusir belalang, sedangkan biji mindi segar dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat plutella xylostella

Cara membuat pestisida nabati mindi sama seperti cara pembuatan pestisida yang lain. Caranya yaitu:

  • 150 gram daun mindi pucuk segar direndam dalam 1 liter air selama 24 jam.
  • Hasil rendaman disaring dengan kain halus
  • 1 liter larutan diencerkan menjadi 20 liter.
  • Kemudian disemprotkan ke tanaman
Penggunaan pestisida memang diperlukan untuk pengendalian hama tanaman penggangu, namun akan lebih bijak bila penggunaan pestisida yang menggandug kimia untuk dikurangi agar lingkungan tetap terjaga kelestariannya dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan pestisida alami.

Itulah Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya yang bisa Ceritatani sampaikan semoga ada manfaatnya untuk pertanian.

Tuesday, February 23, 2021

13 Obat Tradisional Buat Hewan Ternak Kambing

13 Obat Tradisional Buat Hewan Ternak Kambing - Ternak kambing merupakan salah satu budidaya peternakan yang lumayan menjanjikan apabila dikelola dengan baik. Meningkatnya permintaan pasar hendak kebutuhan daging kambing, terlebih bila masuk Idul Adha, pasti jadi kemampuan yang bagus buat budidaya kambing asal dikelola dengan baik dengan mencermati kesehatan kambing supaya senantiasa bebas dari bermacam penyakit yang dapat melanda kambing.

Mempunyai kambing- kambing yang sehat, pasti jadi idaman untuk tiap peternak kambing, kambing yang sehat pasti pertumbuhannya pula hendak kilat besar serta tidak hanya itu, apabila di jual pasti biayanya pula hendak mahal serta disukai oleh pembeli. Supaya kambing senantiasa sehat serta memiliki nafsu makan yang besar, sesungguhnya terdapat obat tradisional yang dapat dimanfaatkan.

Sebagian obat tradisional buat ternak kambing, antara lain merupakan buat tingkatkan energi kambing, tingkatkan nafsu makan kambing, menyembuhkan perut kembung pada kambing, menyembuhkan kudis pada kambing, menyembuhkan keracunan pada kambing, tingkatkan libido pejantan kambing serta lain sebagainya. Nah, berikut ini terdapat 13 Racikan Obat Tradisional Buat ternak kambing yang dapat jadi saran untuk Kamu.


Kambing Sehat

1.  Obat Meningkatkan Stamina Dan Daya Tahan Tubuh Serta Mencegah Stres

Permasalahan energi serta tekanan pikiran, kerap terjalin pada kambing yang baru saja dibeli, paling utama sehabis ekspedisi jauh. Proses menyesuaikan diri ataupun penyesuaian pada area yang baru hendak membuat kambing menyebabkan tekanan pikiran serta menyusutnya energi. Bila dibiarkan bersinambung tanpa penindakan ternak kambing gampang terkena penyakit serta dapat menyembakan kematian.

Tidak hanya aspek tekanan pikiran, aspek pergantian masa pula mempunyai adil besar untuk kambing kilat terserang penyakit, ada pula isyarat kambing yang staminanya menyusut serta pula tekanan pikiran merupakan selaku berikut:


Ciri klinis
Kambing hendak jadi lesu dan nafsu makan hendak menurun,
apalagi kambing dapat saja tidak ingin makan serta cuma hendak kerap nampak duduk- duduk saja.

Pencegahan
Buat menghindari terbentuknya tekanan pikiran serta lesu dan nafsu makan kurang sebab kambing baru menyesuaikan diri, hendaknya tempatkanlah kambing pada kandang/ posisi yang teduh, Supaya tidak menaikkan tekanan pikiran, jauhi kambing dari suara kegaduhan ataupun suatu yang membuat kambing jadi kaget. Sebab baru menyesuaikan diri, hendaknya bagikan pakan cocok wilayah asal( ramban ataupun dedaunan yang telah layu± 3 jam).

Racikan Pencegah Tekanan pikiran Serta Kurang Stamina

Buat menaikkan energi serta menyembuhkan tekanan pikiran, Kamu dapat membagikan racikan obat berikut ini pada kambing yang baru saja dibawa dari ekspedisi jauh.
  • Larutkan gula merah¼ kilogram dicampur asam jawa seperlunya. Jamu ini diberikan kala kambing dikala baru datang dari ekspedisi jauh( pra droping). Jamu ini dapat diberikan 1( satu) minggu satu kali serta 2 hari berturut- turut sesaat sehabis droping.
  • Madu¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Bagikan jamu ini dengan metode diminumkan.

2. Tingkatkan Nafsu Makan Kambing

Kambing yang mempunyai nafsu makan besar, hingga produktifitas pertumbuhannya pula hendak terus menjadi bertambah serta ternak bisa terpelihara staminanya, kambing pula hendak mempunyai energi tahan badan yang kokoh, tidak gampang strees serta pula nyaman dari serbuan penyakit. Buat tingkatkan nafsu makan butuh diberikan racikan selaku berikut:
  • Ambil daun talas sebanyak 3 lembar, garam dapur 3 sendok makan, setelah itu rebus daun talas bersama garam sepanjang 15 menit. Bagikan daun talas yang telah matang, pada kambing, setip 1 kambing satu lembar.
  • Kencur fresh 1 ons, diparut serta dicampur kuning telur ayam 1 butir, jamu ini diberikan tiap 3 hari sekali hingga keadaan makan kambing wajar.
  • Mentimun 2 buah diparut, kemudian dicampur garam dapur, asam jawa, terasi serta air seperlunya. Racikan ini siap diberikan pada kambing buat sekali pemberian.
  • Daun buni 5 lembar, lengkuas sebesar bunda jari, terasi serta garam dapur seperlunya ditumbuk sampai halus kemudian ditambahkan air seperlunya. Racikan ini diperas serta airnya disaring serta diberikan pada 2 ekor kambing.
  • Pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5 lembar, daun dadap serep 5 lembar, terasi serta garam dapur seperlunya setelah itu bahan ini dihaluskan. Tambahkan sedikit air serta airnya diperas. Air perasan ini diberikan pada 2 ekor kambing.

3. Perut kembung (tympani / bloat)
Kembung diakibatkan oleh penumpukan gas dalam perut akibat proses fermentasi berjalan kilat. Tingginya penumpukan gas memencet organ dalan badan sehingga memunculkan kesakitan, respirasi dengan mulut terbuka ataupun frekuensi respirasi besar, dan frekuensi buang air besar serta berkemih bertambah.

Supaya ternak bebas dari perut kembung, jauhi pemberian pakan kambing selaku berikut:

  • Pakan hijauan yang masih sangat muda, banyak memiliki air ataupun sangat basah, baik terserang air hujan ataupun embun. Hingga hendaknya kambing diberi pakan hijauan yang telah kering dari embun pagi.
  • Pakan dari bahan pakan yang gampang serta kilat difermentasi semacam kol, lobak serta wortel secara kelewatan.
  • Pakan biji- bijian yang tergiling halus sangat banyak, namun kurang menemukan hijauan berserat.
  • Pakan leguminosa( daun kacang- kacangan) sangat banyak.
  • Apabila kondisi memforsir, hijauan hendaknya diberi percikan minyak kelapa.
Ciri klinis:
  • Kambing merasa risau, sakit, serta susah bernapas.
  • Perut bagian kiri hadapi pembesaran yang apabila ditepuk hendak berbunyi semacam bedug/ gendang.
  • Punggung membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lender mulut kebiruan.
  • Ternak jatuh serta sulit bangun lagi, apabila dibiarkan ternak bisa mati tiba- tiba.
Penyembuhan jamu:

  • Minyak nabati( minyak kelapa, minyak kedelai, ataupun minyak sawit) sebanyak 100- 200 ml( dekat½- 1 gelas) dengan metode dicekok.
  • Kambing dicekok 200 cc“ sprite/ soda”, kemudian perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus serta telah dicampur dengan minyak angin. Apabila angin telah keluar lewat anus, kedua kaki depan dinaikan ke atas sembari sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing wajib senantiasa terbuka, dengan metode mulut kambing disumbat dengan kayusecara melintang serta upayakan kambing senantiasa berdiri. Dengan metode ini seluruh timbunan gas dalam perut hendak keluar.
  • Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya yang ujungnya telah diolesi minyak goreng supaya tidak melukai bilik anus. Sehabis itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas hendak keluar lewat tangkai daun papaya.


4. Kudis/ Kurap( Scabies)

Kudis atau kurap disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis var.ovis dan Chorioptes ovis. Tungau ini mudah menular ke ternak lain.


Ciri klinis:

  • Kulit nampak bintik- bintik merah yang membentuk bisul sehingga hadapi kekakuan, penebalan serta bersisik.
  • Ternak menggosok- gosokkan bulunya ke bilik kandang sebab gatal, bulu rontok.
  • Ternak kurus, nafsu makan menurun, kekurangan darah serta penciptaan susu menyusut.
  •  
  • Penangkalan:
  •  
  • Sanitasi kandang serta penyemprotan pada kandang yang tercemar ataupun sempat ada ternak kudisan.
  • Ternak sakit dipisahkan dari yang sehat serta jauhi kontak langsung dengan ternak sehat.
Penyembuhan:
  • Ternak terlebih dahulu dimandikan dengan disikat dan dengan sabun antiseptik/deterjen.
  • Oli sisa 1 liter, minyak goreng 1/ 3 gelas, minyak tanah 1/ 3 gelas, garam, kapur barus, kapur ajaib, bawang merah 5, siung, bawang putih 5 siung, belerang 1 ons. Seluruh bahan dihaluskan serta dicampur jadi satu sampau rata, dibalurkan tiap 3 hari sekali sengan memakai sabut kelapa hingga keropeng mengelupas.
  • Permukaan kulit yang sakit digosogkan kombinasi serbuk belerang, kunyit serta minyak kelapa yang dipanaskan tiap 2 hari sekali.
  • Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sidah menempuh jarak 1.000 km paling efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang.
  • Lengkuas, daun ketepeng kerbau serta garam dapur dihaluskan serta dibalurkan pada bagian kulit yang terkena kudis.

5. Mata Belekan (Pink eye)
Kambing yang terkena belekan aktivitasnya hendak tersendat ini diakibatkan oleh trauma akibat tertusuk ujung rambut, debu serta duri. Meski demikian penyakit ini bisa diakibatkan oleh kuman, virus, Chlamidia serta Ricketsia.

Ciri klinis:
  •  Mata menghasilkan air, tertutup dan§ berkedip- kedip.
  • Mata membesar, merah, setelah itu keruh serta mencuat borok pada selaput bening hinga hadapi kebutaan.
Penangkalan:
  •  Kebersihan kandang§ dilindungi/ sanitasi, pisahkan ternak yang sakit.
  •  Pakan dipotong pendek agar§ tidak melukai mata.
  •  Memandikan§ kambing 1 bulan 2 kali pada waktu cuaca terang.
Penyembuhan:
  • Mata ternak dicuci dengan air hangat.
  • Bahan; air teh basi 1 gelas, daun sirih 10 lembar dihaluskan, garam 1 sendok makan. Bahan dicampur jadi satu, semprotkan pada mata tiap pagi. Penyembuhan ini dicoba tiap hari sampai sembuh.



6. Mencret (Diare)
Mencret terjalin sebab terdapatnya kendala pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh kuman, santapan rusak, dan area ataupun hawa dingin.

Ciri Klinis:

  • Feses ataupun kotoran§ kambing bercorak hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan ataupun hijau kehitaman.
  • Ternak nampak lesu, lemah serta pucat.
Penangkalan:
  •  Jauhi hijauan§ kacang- kacangan ataupun daun muda secara kelewatan.
  • Jaga sanitasi kandang.
Penyembuhan jamu:
  • Ternak lebih banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun bambu muda serta daun buni.
  • Daun jambu biji 5 lembar, garam dapur 2 sendok makan, air kelapa 1 gelas. Bahan dicampur jadi satu, bagikan 1/ 3 gelas sepanjang 3 hari berturut- turut.
    7. Keracunan
    Isyarat keracunan yakni mulut berbusa, kejang, kebiruan pada selaput lendir serta terkadang mati tiba- tiba. Ternak jangan diberi hijauan beracun semacam, daun singkong serta daun dadap serep.

    Penyembuhan:
    • Minyak kelapa 1 gelas, air kelapa muda 1 gelas, garam 3 sendok makan, asam jawa seperlunya. Campur seluruh bahan hingga rata bagikan pada ternak sebanyak 1/ 2 gelas. Bagikan 3x dalam satu hari.
    • Apabila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa hangat 1 gelas.

    8. Kaki Pincang
    Umumnya kambing pincang sebab terperosok/ terjepit lantai kandang. Kambing yang pincang bisa diatasi dengan racikan daun sereh. Seikat daun sereh ditumbuk hingga lembut, kemudian dibalutkan pada kaki. Supaya tidak lepas racikan ini diikat dengan perban ataupun potongan kain. Pembalutan ini di ubah tiap 3 hari sekali hingga sembuh.

    9. Cacingan
    Cacing yang banyak memunculkan kerugian pada kambing merupakan cacing Haemonchus contortusi. Cacing ini hidup selaku parasit di pencernaan kambing menghirup sari santapan, cairan badan serta darah, dan menghasilkan toksin yang menyebabkan kambing jadi lemah serta lesu.

    Ciri klinis:
    •  Kambing nampak kurus, lemah, pucat,& bulu berdiri serta kumal.
    • Kambing§ diare, nafsu makan menurun, perut membengkak serta penciptaan susu menyusut.
    Penyembuhan jamu:
    • Bahan; buah pinang tua sebanyak 2 buah, gula jawa 2 sendok makan, daun tembakau 5 lembar, serbuk getah papaya muda 1 sendok makan.
    • Haluskan seluruh bahan serta dicampur jadi satu hingga rata. Bagikan pada ternak bebesar bunda jari tangan. Betikan dengan agenda hari ke- 1, hari ke- 5, serta hari ke- 10.

    10. Meningkatkan libido pejantan
    Supaya bisa mengawini betina selaku pemacek, pejantan memerlukan perawatan intensif. Tidak hanya diberi lumayan pakan, pula butuh diberi obat penyehat badan serta peningkat gairah kejantanan.Sebagian racikan berikut bisa diseleksi;
    • Madu¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Bagikan jamu ini dengan metode diminumkan.
    • Lada 100 gram disangrai hingga kering, kemudian ditumbuk sampai jadi bubuk halus. Bubuk lada ini dicampur kencur parut 0, 5 kilogram, kuning telur 5 butir serta madu 1 sendok makan sampai tercipta adonan kental. Adonan dibangun butiran sebesar bunda jari serta dijemur samapi kering. Sebanyak 2 butir diberikan satu hari saat sebelum digunakan selaku pejantan serta sesaat sehabis digunakan.

    11. Keropeng di mulut (Orf)
    Keropeng dimulut sangat meluas ke ternak lain apalagi bisa menulari manusia( bertabiat zoonosis). Orf diakibatkan oleh virus Parapoxvirus.
    • Bahan; kapur sirih, biji pinang, serta kunyit dengan perbandingan 2: 2: 1.
    • Pembuatan; seluruh bahan dicuci besihkan serta dihaluskan hingga berentuk pasta.
    • Penyembuhan; pasta yang telah jadi bisa diberikan dengan dibalurkan tampa wajib mengelupas keropeng.

    12. Kutu
    Kutu hidup serta bertelur di kulit ternak. Kutu ini menghirup darah sehingga menyebabkan gatal, lemah, kekurangan darah, serta ternak gampang terkena penyakit lain paling utama scabies.

    Sebagian racikan berikut bisa diseleksi buat melenyapkan kutu;
    • Daun mimba 5 lembar, daun tembakau 5 lembar, serta biji sirsak 10 butir ditumbuk halus, kemudian dicampur air 20 liter. Racikan ini disaring serta airnya digunakan buat membasuh kambing yang telah dimandikan ataupun di semprotkan ke segala tubuh ternak..
    • Buah pinang yang muda hingga hijau sebanyak 20 biji di haluskan serta dicampur dengan kapur semut( kapur ajaip). Racikan ini di campur dengan air 5 liter serta di balurkan ke segala badan ternak.

    13. Tingkatkan penciptaan susu
    Sebagian racikan berikut bisa diseleksi buat tingkatkan penciptaan susu;
    • Daun katu 3 genggam halus, daun pepaya muda 3 genggam halus,½ kilogram jahe,¼ kilogram asam, 3 butir telur, garam 1 sendok makan. Jahe diambil sarinya, asam diambil sarinya, dicampur dengan garam, telur, daun katu serta pepaya. Bagikan tiap hari sebanyak¼ gelas dengan dicekokkan, sepanjang penciptaan susu menyusut.
    • Daun papaya muda serta daun katu direbus sepanjang 15 menit serta diberi garam dapur seperlunya. Racikan ini diberikan selaku pakan 3 hari sekali dari mulai 1 bulan saat sebelum kelahiran hingga 2 bulan kelahiran.

    14. Korengan/belatungan (Myasis)
    Korengan/ belatungan awal umumnya diakibatkan oleh cedera sebab kandang yang tidak aman serta pula pada ternak betina sehabis melahirkan sebab sisa darah yang tidak dibersihan ataupun pada anak baru lahir sebab tidak diberi antiseptik/ anti lalat di bagian pusar.

    Sebagian racikan berikut bisa diseleksi;
    • Cedera/ koreng dibersihan dengan air, setelah itu di beri dengan tembakau yang telah dibasahi serta ditutup dengan perban serta ditukar tiap hari hingga belatung keluar.
    • Cedera yang telah belatungan disiram dengan minyak kayu putih setelah itu di sumbat dengan tembakau yang telah dibasahi serta dibalut dengan perban.
    Selamat mecoba, semoga bermanfaat.

    Monday, February 22, 2021

    Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kotoran Kambing Dengan Langkah Mudah

    Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kotoran Kambing – Pupuk organik cair adalah pupuk bersifat cair yang terbuat dari bahan-bahan organik dengan melalui proses pengomposan. Dalam proses pengomposan, pupuk organik cair terbagi menjadi dua tipe.


     

    Pertama adalah pupuk yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik cair yang sudah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan dapat berupa pupuk hijau, pupuk kompos, pupuk kandang, atau campuran. Pupuk cair tipe ini memiliki suspensi larutan yang kurang stabil dan mudah mengendap. Pupuk ini tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama.

    Kedua adalah pupuk yang dibuat dengan cara memfermentasikan bahan-bahan organik dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya berasal dari material organik yang belum terkompos. Pupuk tipe ini memiliki larutan yang lebih stabil, karena unsur hara yang terkandung di dalam larutannya benar-benar bersifat cair.


     

     

    Dalam bercocok tanam, pupuk organik cari tidak dapat dijadikan pupuk utama. Lebih baik menggunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama. Pupuk organik padat mengandung hara untuk persediaan jangka panjang dan akan tersimpan dalam media tanam dengan waktu yang lebih lama. Nutrisi yang terkandung dalam pupuk oragnik cair lebih rentan terbawa erosi, namun di sisi lain lebih mudah diserap oleh tanaman.

    Pupuk organik cari lebih efektif dan efisien jika diterapkan pada bunga, daun, dan batang dibanding pada media tanam, terkecuali pada metode hidroponik. Pupuk organik cair berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman.

    Untuk membuat pupuk organik cair, kita bisa memanfaatkan limbah di lingkungan sekitar sebagai bahan utama. Limbah yang dapat digunakan seperti limbah ternak cair, kotoran padat, limbah rumah tangga, dan limbah vegetatif tanaman (daun-daunan)

    Kali ini kami akan mengulas cara mudah membuat pupuk organik cair menggunakan kotoran kambing.

    Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kotoran Kambing Dengan Langkah Mudah

    Persiapan Bahan

    Sebelum masuk proses pembuatan, kalanya kita harus mempersiapkan bahan yang dipakai terlebih dahulu. Bahan yang akan disiapkan adalah bahan dasar atau bahan utama, yaitu kotoran kambing. Setelah bahan disiapkan, selanjutnya mempersiapkan bahan tambahan, yaitu gula merah atau gula pasir, bioaktivator, karung bekas, air bersih, air kencing kelinci, dedaunan dan tong plastik.

    Proses Pembuatan

    Setelah menyiapkan semua bahan, baik bahan dasar maupun bahan tambahan, maka selanjutnya masuk proses eksekusi pembuatan pupuk organik cair dari bahan dasar kotoran kambing. Mulailah proses pembuatan dengan mencampurkan beberapa bahan terlebih dahulu yang sudah disiapkan.

    Pertama, campurkan kotoran kambing dengan gula merah atau gula pasir secukupnya. Kemudian campurkan dedaunan yang sudah dicincang dan masukkan bahan sudah tercampur ke dalam tong plastik yang kedap udara. Selanjutnya, campur dengan air bersih dan aduk hingga rata. Takaran air yang digunakan adalah setengah dari bahan organik yang digunakan.

    Mencampurkan Bahan Tambahan

    Bahan dasar sudah diaduk dan tercampur dengan rata, selanjutnya adalah mencampurkan beberapa bahan tambahan, seperti gula, air kencing kelinci dan bioaktivator. Bahan tambahan ini akan lebih mudah tercampur merata, karena bahan dasar telah diaduk dan tercampur dengan baik bersama air bersih.

    Pertama, gula dan bioaktivator dimasukkan ke dalam 5 liter air bersih. Kemudian campurkan bahan tambahan dengan bahan dasar yang sudah tercampur di dalam tong plastik. Persentase takaran bahan yang digunakan sebaiknya 70% bahan cair dan 30% bahan padat.

    Penyimpanan Pupuk Organik Cair

    Proses penyimpanan dilakukan dengan menutup adonan bahan dalam tong plastik dengan baik. Dipastikan menggunakan tong plastik yang kedap udara dan bisa ditutup dengan rapat. Sebaiknya, sebelum menutup perlu dilakukan melubangi tutup tong dan dimasukkan sebuah selang.

    Selang tersebut dihubungkan dengan botol yang sudah berisi air, langkah ini guna membuat suhu dalam tong tetap stabil tanpa ada bantuan oksigen dari luar.

    Pembukaan Tutup Tong Plastik

    Jika sebelumnya adalah menyimpan adonan dalam tong plastik dan ditutup dengan baik, maka sekarang masuk pada langkah membuka tutup tong plastik. Pada umumnya, penutup bisa dibuka sampai adonan di dalam tong plastik sudah tercium bau seperti tape. Biasanya berlangsung selama 10 hingga 20 hari baru bisa dibuka.

    Karena pembuatan pupuk organik cair ini melalui proses fermentasi, kualitas adonan menjadi fokus utamanya.

    Proses terakhir adalah penyaringan adonan, dilakukan dengan cara menyaring atau memisahkan cairan adonan dan ampasnya. Setelah disaring, maka ambil lah bagian yang cairnya saja. Kemudian masukkan ke dalam jerigen atau botol.

    Cara penggunaannya cukup dengan disiramkan ke tanaman atau bisa juga dengan menyemprotkannya.

    Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. Dengan membaca artikel ini, Anda akan menemukan solusi dalam pembuatan pupuk organik cair yang dapat dilakukan sendiri. Tanpa mengeluarkan banyak biaya untuk membuatnya, karena bahan dapat memanfaatkan media di lingkungan sekitar.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Friday, February 19, 2021

    Cara Menanam Emas Hijau Agar Cepat Berbuah

     


    Vanili atau vanilla merupakan salah satu jenis tanaman penghasil bubuk vanili yang memiliki aroma harum dan manis, tanaman vanili memiliki nama latin Vanilia planifola dengan bentuk buah penghasil bubuk berbentuk menyerupai kacang polong. Tidak hanya vanilla, konon banyak orang yang menyebutnya dengan nama panili atau perneli.


     

    Vanili dapat hidup di iklim tropis dengan curah hujan 1000-3000 mm/tahun, dan suhu udara optimal 20oC-25oC. Selain itu kelembaban udara sekitar 60%-80% dan ketinggian tempat 300-800 m dpl. Tanah sebagai media tanam dianjurkan yang gembur, lempung berpasir kerikil, mudah menyerap air, dan pH tanah + 5,7 – 7. Tanaman vanili membutuhkan tegakan sebagai tempat menjalar. Tegakan dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman vanili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.Kandungan gizi pada vanili tergolong tinggi, diantaranya adalah serat, mineral, vitamin A, B, E.

    Selain aromanya yang dapat digunakan sebagai peningkat selera makan, aroma pada vanili juga dijadikan sebagai obat penenang yang dicampurkan ke dalam essential oil (minyak aroma terapi). Selain itu, perlu diketahui terdapat fakta dari beberapa penelitian yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi vanili secara rutin, maka anda dapat mengatasi dan menghindari depresi berat.

    Dan karena vanili memiliki antioksidan tinggi, dengan mengkonsumsi vanili, anda dapat menghindari penyakit kanker, manfaat lainnya yaitu kandungan Vitamin E yang tinggi dapat membuat kulit anda menjadi lebih kencang dan awet muda. Banyak sekali manfaat dari tanaman vanili tentunya membuat banyak orang ingin membudidayakannya, bukan hanya sebagai tanaman konsumsi sendiri tapi bisa dimanfaatkan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

    Berikut adalah cara menanam vanili agar cepat berbuah.

    1. Lahan Tanam

    Vanili merupakan salah satu jenis tumbuhan tropis, sehingga sangat cocok jika dibudidayakan di Indonesia yang mempunyai iklim tropis, oleh karena itu pula persiapan lahan tanam mudah dilakukan. Anda tidak perlu menyiapkan rumah kaca ataupun ruangan khusus, walau begitu ada hal yang perlu anda perhatikan dalam pemilihan serta persiapan lahan tanam : 

    • Tanaman vanili memerlukan suhu yang hangat untuk menjaga proses pertumbuhan, jadi anda perlu memilih lokasi lahan tanam dengan suhu antara 18 hingga 23o celcius.
    • Usahakan lahan ataupun tempat penanaman memiliki pencahayaan cukup namun tidak terlalu panas.
    • Pastikan apabila anda ingin menanam vanili di pekarangan rumah, perhatikan kelembaban serta tekstur tanahnya.
    • Tanah yang baik bagi pertumbuhan vanili adalah tanah yang agak lembab dengan tekstur yang gembur.
    • Sebelum menanam, apabila tanah lahan di pekarangan anda kurang gembur ataupun kering, lakukan penggemburan serta memupuk dan menyiramnya dengan sedikit air agar tekstur serta kelembabannya pas.
    • Untuk pemupukan, gunakanlah pupuk kandang ataupun kompos agar ramah lingkungan dan tidak mengubah tekstur tanah.
    • Jika tempat dirasa terlalu panas, anda bisa menanam beberapa jenis tumbuhan yang dapat tumbuh tinggi agar udara di sekitar jadi lebih sejuk. 
    1. Bibit Vanili

    Bibit vanili sangat mudah didapatkan, agar lebih praktis anda bisa membeli bibit vanili berupa stek di toko tanaman ataupun koperasi tani. Namun apabila anda ingin menanamnya dari biji, maka pilihlah biji vanili yang sudah tua dan dijemur terlebih dahulu. 

    Akan tetapi menggunakan biji vanili secara langsung selain susah, ini juga akan memakan waktu lebih lama. Maka anda sebaiknya memilih bibit vanili berupa stek. Berikut adalah langkah dalam memilih bibit vanili yang berkualitas : 

    • Perhatikan stek yang anda beli dan pastikan stek tidak cacat ataupun rusak sedikitpun.
    • Pastikan juga bahwa stek yang anda pilih adalah stek yang berkualitas serta layak tanam, dengan ciri bahwa stek vanili memiliki panjang sekitar 30 hingga 40 cm.
    • Selain membeli stek, anda juga bisa mendapatkan stek dari tanaman vanili langsung jika anda ataupun tetangga bahkan kerabat anda memiliki tanaman vanili.
    • Stek yang diambil dari pohonnya secara langsung haruslah batang yang tua dengan ukuran induk pohon yang sudah mencapai ketinggian kurang lebih sekitar 2 hingga 3 meter atau lebih.
    1. Persiapan Bibit Vanili

    Proses persiapan bibit vanili untuk ditanam sangatlah mudah dan sederhana. Proses ini bertujuan agar bibit dapat tumbuh serta berkembang dengan baik dan subur nantinya serta agar pertumbuhan tanaman vanili tidak terhambat.

    Berikut adalah langkah- langkah yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan bibit vanili agar siap tanam :

    • Bersihkan bibit vanili yang anda dapatkan menggunakan lap ataupun tisu.
    • Siapkan wadah seperti baskom ataupun ember berisi air penuh.
    • Masukkanlah bibit vanili ke dalam wadah tersebut dan rendamlah bibit ke dalam air selama 10 hingga 15 menit.
    • Setelah waktu yang ditentukan, ambillah stek dari air dan kurangi air pada baskom ataupun ember.
    • Lap stek vanili menggunakan tisu atau kain hingga kering. Setelah kering, masukkan kembali stek namun anda hanya boleh memasukkan ujung steknya saja selama kurang lebih 5 hingga 7 hari.
    • Untuk mempercepat proses anda bisa memasukkan pupuk cair ke dalam air rendaman, campur hingga merata.
    • Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya, anda dapat melihat hasilnya. Perhatikanlah bagian atas stek yang anda tendam, daun- daun tunas akan muncul dan mengarah ke bagian bawah stek yang anda rendam.
    1. Penanaman Vanili

    Untuk menanam bibit vanili, anda perlu memperhatikan kembali keadaan lahan tanam anda apakah sudah benar- benar siap atau belum. Untuk menanam bibit vanili sendiri selain anda bisa menanamnya di pekarangan, anda juga bisa menanamnya dalam pot bila anda tidak memiliki lahan yang tepat.

    Berikut adalah langkah menanam vanili pada pekarangan ataupun dalam pot :

    • Untuk menanamnya di pekarangan, tentunya dengan lahan yang sudah anda siapkan seperti langkah diatas, perhatikanlah terlebih dahulu kelembaban tanahnya.
    • Apabila tanah sudah mulai kering, maka anda perlu menyiramnya. Dan sebelum menanam bibit anda perlu memberikan pupuk tambahan pada tanah sambil menggemburkan tanah lagi.
    • Buat guludan dan saluran-saluran air pembuangan, agar tanaman tidak tergenang air saat musim hujan.
    • Setelah itu buatlah lubang tanam pada guludan, usahakan ukuran lubang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Tanamlah bibit vanili pada lubang dan timbun lubang dengan tanah serta padatkanlah sedikit agar bibit dapat berdiri kokoh.
    • Setelah itu tancapkanlah kayu ataupun tiang penyangga dekat dengan bibit stek dan ikatlah dengan tali rafia dan bila perlu bimbinglah cabang pada vanili dalam pertumbuhanya agar dapat tumbuh merambat secara horizontal.

    Apabila tidak memiliki lahan, cara menanam berikutnya adalah menggunakan pot.

    • Langkah pertama adalah, siapkan pot berukuran agak besar karena tanaman vanili dapat mencapai tinggi lebih dari 4m.
    • Isilah pot dengan tanah yang dicampur pupuk kompos ataupun pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 2:1:1.
    • Lalu buatlah lubang tanam dengan ukuran cukup, yaitu tidak terlalu besar ataupun kecil. Lalu tanam bibit stek pada lubang tanam dan tutupi dengan tanah campuran pupuk dan sekam, jangan lupa untuk memadatkan tanah serta menancapkan penyangga seperti kayu ataupun besi.
    1. Penyiraman Tanaman Vanili

    Penyiraman merupakan langkah penting dalam merawat tanaman vanili, tanaman vanili harus disiram secara rutin agar memiliki buah yang berkualitas, berikut adalah cara menyiram vanili dengan benar :

    • Perhatikanlah terlebih dahulu kondisi tanah pada lahan tanam ataupun pot. Penyiraman dilakukan sesuai tingkat kekeringan tanah. Usahakan tanah tidak terlalu kering namun juga tidak terlalu basah.
    • Pada saat menanam vanili sesuaikanlah dengan kondisi cuaca, jika sedang hujan maka anda hanya perlu menyiramnya sekali, bahkan tidak perlu menyiramnya jika kondisi tanah masih lembab, Normalnya anda hanya perlu menyiram vanili sebanyak 2 kali sehari dan sesuaikan dengan kekeringan tanah. 
    1. Pemeliharaan Tanaman Vanili

    Pemeliharaan tanaman vanili meliputi penyiangan, pemberian mulsa, perbaikan guludan, dan pemangkasan.

    Penyiangan dilakukan sebulan sekali, dan pada musim kemarau tidak diperlukan penyiangan Sebaiknya penyiangan di sekitar perakaran tanaman, dilakukan dengan tangan.

    Tanaman vanili tidak tahan kekeringan sehingga diperlukan mulsa/bahan organik lain. Untuk mengatasi bahaya genangan air, perlu dibuat parit-parit kecil untuk pengaliran air di sekitar tanaman vanili. Pengaliran air ini akan mempergiat pertumbuhan tanaman dan mempercepat perkembangan bunga/buah, sehingga mutu buah akan lebih baik. 

    Lakukan pula perbaikan guludan dan saluran pembuangan air

    Ukuran guludan dipertahankan dengan cara mengikis tanah di sekitarnya dan membumbunkannya pada guludan. Selama melakukan kegiatan di kebun diusahakan tidak melukai tanaman vanili. Menjelang musim penghujan, saluran-saluran air pembuangan perlu diperbaiki agar air dapat mengalir dengan lancar sehingga kebun tidak tergenang.

    Lakukan pula pemangkasan tanaman vanili, pemangkasan ini meliputi :

    Pemangkasan bentuk

    Potonglah 15 cm bagian ujung tanaman vanili yang dilengkungkan dan sisakan tiga cabang yang baik untuk dipelihara.

    Pemangkasan produksi

    Tanaman vanili pada umumnya mulai berbunga pada umur 24-36 bulan setelah tanam, namun keluarnya bunga ini perlu dirangsang terlebih dahulu dengan cara pemangkasan. Potonglah 2-3 ruas pucuk tanaman menjelang musim berbunga (2-4 bulan sebelumnya) dan lakukan juga pemotongan pucuk setelah berbunga untuk menyempurnakan pembuahan.

    Pemangkasan peremajaan

    Dilakukan segera setelah tanaman selesai dipanen, yaitu dengan memotong cabang-cabang yang telah selesai berbuah untuk merangsang keluarnya tunas baru. Dengan demikian tanaman menjadi remaja dan berpotensi kembali.

    1. Pemupukan Tanaman Vanili

    Tanaman vanili sebaiknya dibudidayakan secara organik dengan memberikan pupuk kandang sapi atau kambing sebanyak 5-10 kg/pohon pada awal dan akhir musim penghujan. Apabila tidak dibudidayakan secara organik, pemupukan dapat ditambah dengan pupuk an oragnik berupa pupuk daun maupun pupuk yang diberikan melalui tanah. Pupuk daun diberikan setiap 1-2 minggu sekali. Selama musim penghujan pupuk diberikan pada pagi hari dan sore hari pada saat udara cerah. Dosis pupuk daun yang diberikan 8-10 g/liter air tergantung kondisi tanaman. Pemupukan melalui tanah diberikan pada awal dan akhir musim penghujan. Pemberian pupuk dilakukan dengan disebar secara merata di daerah perakaran vanili kemudian ditutup dengan tanah. Dosis pupuk untuk tanaman berumur kurang dari dua tahun adalah 20-40 g urea, 35-70 g TSP dan 40-80 g KCl per tahun. Untuk tanaman berumur lebih dari dua tahun adalah 40-80 g urea, 70-140 g TSP, dan 80-160 g KCl per tahun.

    1. Panen Vanili

    Anda dapat memanen vanili setelah tanaman berumur kurang lebih 2 hingga 3 tahun setelah masa tanam dan setelah itu, panen dapat dilakukan selama setahun sekali dengan waktu panen 2 hingga 3 bulan penuh. Buah vanili yang siap panen memiliki buah berwarna hijau dengan pucuk yang berwarna kuning.


    Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

    Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

     

    Porang adalah salah satu tanaman jenis umbi-umbian yang bernilai tinggi. Kandungan zat glukomanan dalam porang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

    Di pasaran porang basah dibanderol dengan harga antara Rp. 9.000 – Rp. 10.000 per kg, sedangkan porang kering bisa diekspor dengan harga sekitar Rp. 200.000 – Rp. 300.000 per kg.

    Budidaya porang di lahan terbuka dapat Anda lakukan dengan memperhatikan langkah berikut ini.

    Menyiapkan Lahan Terbuka

    Porang yang ditanam di lahan terbuka dapat memberikan hasil yang lebih besar serta kualitasnya pun lebih tinggi.

    Menyiapkan lahan terbuka untuk tempat menanam porang juga cukup mudah, Anda hanya perlu membersihkan gulma dan melakukan pembajakan lahan agar tanah menjadi gembur.

    Siapkan lubang tanam setelah tanah selesai dibajak. Jarak lubang tanam sebaiknya 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm. Isi setiap lubang dengan sekam dan pupuk kompos sehingga porang bisa tumbuh dengan optimal.

    Budidaya porang sebaiknya dilakukan dengan sistem monokultur agar hasil lebih maksimal.

    Menanam Porang

    Menanam porang sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar Oktober hingga Desember.

    Lakukan pembibitan dalam polybag terlebih dahulu jika Anda memilih metode penanaman menggunakan biji. Namun Anda tidak perlu melakukan pembibitan apabila metode yang Anda pilih adalah penanaman porang dengan menggunakan umbi atau katak.

    Tanaman porang umumnya hanya bisa hidup sekitar 5 bulan saja sebab setelah bulan kelima porangakan menguning dan kemudian mati. Tanaman porang yang mati itu sekaligus ditandai dengan katak pada tangkai daun langsung berjatuhan.

    Katak yang dimaksud bukan nama hewan melainkan bintil porang yang muncul di pangkal dan tangkai daun. Katak berwarna cokelat kehitaman ini bisa disimpan hingga musim hujan tiba untuk ditanam kembali.

    Katak juga bisa dijual dengan harga yang lumayan tinggi Rp. 11.000 – Rp. 15.000 per kg.

    Sebab itu, banyak juga yang melakukan cara menanam porang dari katak.

    Merawat Tanaman Porang


    Sama seperti tanaman pada umumnya, setelah ditanam porang juga harus dirawat secara rutin. Perawatan tanaman porang terdiri dari beberapa tahapan mulai dari membersihkan gulma, meninggikan guludan, memberikan pupuk dan melakukan penjarangan.

    Membersihkan Gulma


    Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman porangakan mengganggu pertumbuhan tanaman ini. Oleh sebab itu Anda harus secara rutin membersihkan gulma agar pertumbuhan porang tidak terganggu.

    Meninggikan Guludan

    Peninggian guludan dilakukan dengan cara menimbun pangkal batang porang dengan tanah. Tujuan meninggikan guludan ini agar batang tanaman porang dapat berdiri tegak dan perkembangan umbi porang bisa lebih cepat.

    Memupuk Tanaman Porang

    Cara budidaya porang ini membutuhkan dua kali proses pemupukan. Pemupukan pertama dilakukan sebelum porang ditanam.Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik kompos yang difermentasi terlebih dahulu.

    Proses pemupukan kedua dilakukan saat tanaman porang sudah mulai tumbuh. Jenis pupuk yang digunakan saat proses pemupukan kedua ini bisa pupuk organik atau pupuk anorganik NPK/TSP. Tanaman porang biasanya hanya membutuhkan sedikit pupuk anorganik.

    Melakukan Penjarangan

    Proses penjarangan ini sangat perlu dilakukan jika ada terlalu banyak tanaman porang dalam sebuah lubang. Hal tersebut bisa terjadi karena satu bibit porang bisa menghasilkan hingga 3-4 batang porang.

    Proses penjarangan ini perlu dilakukan agar umbi porang bisa tumbuh lebih besar. Karena ini merupakan cara budidaya umbi porang di lahan terbuka yang cukup baik hasilnya.

    Panen Porang

    Cara budidaya porang agar cepat panen adalah dengan menanam bibit porang dari bibit umbi. Karena bisa mulai dipanen saat umurnya sudah mencapai 7 bulan sejak masa tanam.

    Namun porang yang ditanam dari bibit katak biasanya membutuhkan waktu lebih lama, agar bisa dipanen sekitar 18-24 bulan sejak masa tanam.

    Proses panen porang dilakukan dengan cara menggali umbi porang.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Search This Blog