Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

12 Tipe Tumbuhan Hias Gantung Ini Dapat Mempercantik Suasana Rumah

Bahagia berkebun serta memandang mekarnya bunga di halaman? Hobi menanam bunga memanglah identik dengan keelokan, atmosfer fresh serta bau semerbak yang membuat perasaan bahagia riang. Tetapi bila keadaan rumah ataupun taman tidak membolehkan, tumbuhan hias gantung dapat jadi pemecahan peningkat semangat serta keelokan di rumah.

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Sunday, February 12, 2017

Budidaya Bibit Unggul Dan Keuntungannya

Budidaya Bibit Unggul Dan Keuntungannya. Pernahkah Anda mendengar tentang bibit unggul?. Dan apa yang Anda ketahui tentang bibit unggul?. Dan adakah keuntungan ketika Anda menggunakan bibit unggul?. Pada artikel kali ini mari kita bahas sama sama apa bibit unggul itu dan keuntungan apa yang bisa kita peroleh dari mengembangkan bibit unggul ini.

Bibit unggul adalah bibit tanaman maupun hewan yang mempunyai sifat yang baik dari tanaman atau hewan yang sejenis lainnya. Namun pada artikel kali yang akan kita bahas adalah tentang bibit unggul pada tanaman.

budidaya-bibit-unggul-dan-keuntungannya

Sifat unggul pada tanaman memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Waktu berbuah atau produksinya cepat.
  2. Hasil produksinya banyak.
  3. Rasa buahnya atau rasa hasil produksinya enak.
  4. Tahan terhadap hama dan gulma serta penyakit.
  5. Tahan terhadap iklim dan kondisi tanah yang bervariasi.
  6. Pohonnya pendek.
Bibit unggul dapat diperoleh dengan cara hibridasi. Lalu apa hibridasi itu?. Hibridasi adalah mengawinkan dua jenis tumbuhan atupun hewan yang berbeda varietas dan memiliki sifat-sifat yang unggul.

Keuntungan dari budidaya tanaman dengan memperhatikan sifat unggul adalah sebagai berikut  :

1. Dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi misanlya  :
  • Pada tanaman padi bisa menghasilkan beras yang bermutu tinggi, misalnya padi C, Gading, Centani, Remaja dan padi unggul dari Philipina seperti PB 5, PB 8, dan PB 36.
  • Menghasilkan rambutan yang berbuah manis dan besar serta pohonnya rendah yang didapat dari hasil penyilangan.
  • Pada pohon durian bisa menghasilkan buah durian yang besar serta memiliki daging durian yang tebal serta berasa manis.
2. Bisa menghemat biaya tenaga kerja, misalnya teknologi tanam benih langsung yang disebut TOT Tabela. Hal ini bisa dilakukan pada tanaman padi dengan mengunakan jenis padi Mamberomo dan Cibodas.

3. Dapat mempercepat produksi, misalnya pada tanaman padi unggul Mamberomo dan padi Cibodas yang masa panennya bisa 2 minggu lebih cepat dari jenis padi lainnya.

4. Tanaman akan dapat berumur panjang karena sifat unggulnya yang tahan terhadap penyakit dan iklim. Misalnya padi VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng) dan padi IR 64.

Adapun untuk menjaga supaya bibit unggul tidak kehilangan sifat keunggulannya, kita dapat melakukan dan menjaga persilangan sesama galur murni supaya tidak terkontaminasi dengan varietas lain.

Adapun pada pohon buah, untuk bisa tetap mendapatkan bibit yang unggul dapat dilakukan dengan cara , okulasi maupun sambungan, cangkok dan juga dengan menggunakan tehnik stek batang.
 
Demikian artikel kali ini tentang bibit unggul dan keuntungan mengembangbiakkannya, Semoga bermanfaat.

Monday, February 6, 2017

Cara Membuat Bibit Okulasi Dan Sambungan

Ceritatani - Cara Membuat Bibit Okulasi Dan Sambungan. Benih atau bibit merupakan modal dasar dalam berkebun buah-buahan maupun yang lainnya. Kesalahan dalam memilih bibit akan sulit dalam memperoleh hasil yang baik walaupun dikelola dengan sempurna. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan pemilihan bibit yang baik, entah itu dari biji maupun dari okulasi maupun sambungan.

Bibit Okulasi Dan Sambungan

Apabila Anda ingin membuat bibit secara okulasi maupun sambungan, dan nantinya bisa mendapatkan hasil yang baik Anda juga harus memilih bibit yang unggul. Nah.. berikut ini langkah-langkah pembibitan buah-buahan unggul secara okulasi dan sambungan  :
  1. Tentukan pohon induk unggul yang akan dibibitkan. Pohon harus dijaga dan dipelihara secara baik.
  2. Siapkan lahan persemaian, bila diperlukan lengkapi dengan peneduh.
  3. Siapkan biji buah-buahan untuk batang bawah. Penggunaan batang bawah dari bibit setek atau cangkok akan menghasilkan tanaman dengan perakaran yang tidak kuat.
  4. Siapkan sarana-prasarana pendukung seperti pisau, gunting pangkas, dan tali rafia pembalut.
Buji untuk batang bawah diseleksi, pilih biji yang baik dan seragam dan juga sehat. Biji dapat disemai langsung di lahan persemaian ataupun plybag. Bibit baru dapat diokulasi/sambung setelah daun yang mekar sekitar 3-6 helai atau sudah berumur 4-24 bulan, tergantung jenis tanamannya.

Pembuatan okulsi dapat dilakukan setelah kulit batang bawah dapat dikupas. Akan lebih bagus dilakukan saat bibit sedang aktif tumbuh daun muda, sedangkan untuk pembuatan sambungan dapat dilakukan setiap saat.

Pengambilan entres/cabang mata tempel, agar mudah dalam pengambilan mata tempel dari kambium kayu cabang entres, sebaiknya dilakukan setelah daun tunas mulai menua. Setalah bibit batang bawah dan cabang entres siap, maka mulai dilakukan okulasi dan sambungan.

Cara-Membuat-Bibit-Okulasi-Dan-Sambungan
Okulasi

Cara Membuat Bibit Okulasi
  1. Ambil cabang entres/mata tunas yang baik dari cabang primer dan sekunder pohon induk yang telah berbuah dan sehat.
  2. Ambil mata tunas dari cabang entres dengan pisau okulasi dengan hati-hati. Ukurannya sama dengan celah yang dibuat pada bibit batang bawah. Lepaskan kulit kayu yang melekat pada mata tunas dengan hati-hati agar matanya tidak pecah.
  3. Buat celah dengan mengupas kulit kayu bibit batang bawah pada ketinggian sekitar 20 cm dari permukan tanah. Lebar celah 0,5-1 cm dengan panjang2-3 cm. Potong 2/3 bagian kulit batang sebelah atas hingga membentuk lidah.
  4. Sisipkan mata tunas tepat di bawah lidah hingga sisi mata tunas bersentuhan dengan kulit celah batang bawah, tidak boleh menindih.
  5. Balut mata tunas dengan tali rafia halus hingga rapat. Pembalutan dimulai dari bawah keatas, dengan cara ini mata tunas tidak terkena air siraman dan terlindung dari terik matahari.
  6. Buka balutan setelah mata tunas mulai hidup/tumbuh, biasanya antara 3-6 minggu setelah okulasi. tandanya, warna mata tunas tetap hijau, bila warnanya cokelat berarti mati. selanjutnya batang atas di atas mata tunas dipatah lengkungan atau ujungnya. Setelah bertunas sepanjang 5 cm atau lebih, barulah kemudian batang atas dipotong seluruhnya.
Cara-Membuat-Bibit-Okulasi-Dan-Sambungan
Sambung
    Cara Membuat Bibit Sambungan
    1. Potong bibit batang bawah pada ketinggian 10-20 cm dari tanah, khusus utuk durian 5 cm diatas cincin (bekas melekatnya kontiledon)
    2. Belah ujung batang bawah sedalam 1-3 cm.
    3. Potong cabang entres (cabang atas) dari pohon induk, runcingkan/sayat dasar entres pada kedua sisi yang berhadapan sepanjang 1-3 cm hingga membentu baji pahat.
    4. Sisipkan batang atas (baji) ke dalam celah batang bawah. Cara menyisipkan harus cermat agar kambium batang atas menyentuh kambium batang bawah, walaupun hanya satu sisi. Persentuhan kambium merupakan kunci keberhasilan sambungan.
    5. Balut sambungan tersebut dengan tali rafia dari bawah keatas hingga erat dan rapat.
    6. Tutup (sungkup) bibit yang telah disambung dengan kantong plastik transparan agar lembab. Kemudian, simpan di bawah naungan. Sungkup dibuka sampai batang atas tumbuh tunas baru, biasanya setelah 1-1,5 bulan.
    Demikian tehnik tentang pembibitan secara okulasi dan secara sambung, mohon maaf bila banyak salah kata, semoga bisa bermanfaat.

    Search This Blog