Budidaya Vanili (Emas Hijau) Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Petanimillenial.com - Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan. Pada masa kejayaanya buah vanili harganya sangat melambung tinggi, bahkan harga vanili per 1 kg nya saat itu bisa mencapai 300-400 ribu. Namun tahun-tahun belakangan harga vanili turun drastis hinga mencapai level 50-100 ribu per kg nya.

TEKNIS BUDIDAYA DURIAN DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

12 Tipe Tumbuhan Hias Gantung Ini Dapat Mempercantik Suasana Rumah

Bahagia berkebun serta memandang mekarnya bunga di halaman? Hobi menanam bunga memanglah identik dengan keelokan, atmosfer fresh serta bau semerbak yang membuat perasaan bahagia riang. Tetapi bila keadaan rumah ataupun taman tidak membolehkan, tumbuhan hias gantung dapat jadi pemecahan peningkat semangat serta keelokan di rumah.

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan.

Menjadi Milyarder Hanya Menjadi Petani Umbi-umbian

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Monday, June 12, 2017

Harga Vanili Melambung Tinggi, Banyak Petani Yang Gigit Jari

Vanili yang dahulu di masa jayanya sempat disebut dengan emas hijau karena harganya yang melambung tinggi, kini sebutan itu pantas untuk disandangya kembali. Pasalnya saat ini harga vanili kemabali melambung tinggi dan bahkan melampaui harga emas yang sebenarnya. Melambungnya harga vanili saat ini, bisa dikatakan membuat para petani yang dulu berbudidaya vanili menjadi gigit jari.

Kenapa banyak petani yang gigit jari dengan melambungnya harga vanili ini?

Sedikit flashback ke beberapa tahun yang lalu, harga vanili sempat tinggi sebelum akhirnya harga vanili turun drastis yang tadinya ratusan ribu perkilonya hingga hanya puluhan ribu saja. Dengan turunya harga vanili yang sangat signifikan, banyak petani yang berbudidaya vanili kemudian tidak lagi tertarik untuk merawatnya.

Disaat harga vanili murah dan banyak petani yang lalai memelihara tanaman vanilinya, kini tiba-tiba harga vanili kembali melambung tinggi,  tentu saat ini banyak petani budidaya vanili yang gigit jari karena tidak lagi bisa panen vanili di saat harganya melambung kembali.

Vanili-Emas-Hijau

Harga Vanili Basah

Vanili memiliki harga yang berbeda atara vanili basah dan vanili kering, di Jawa Tengah, tepatnya di tempat saya tinggal di Kabupaten Purworejo, harga vanili basah mencapai 700 ribu rupiah per kilogramnya.  Harga tersebut bisa saja terus naik dengan kondisi permintaan pasar yang semakin meningkat.

Harga Vanili Kering

Sedangkan untuk harga vanili kering di tempat saya tinggal saat ini mencapai 1 juta rupiah per kilogramnya.  Harga tersebut akan terus meningkat dengan kondisi pasar yang ada. Seperti yang banyak diberitakkan media online besar, harga vanili di Sulawesi Utara bisa mencapai 3,7 juta per kilogramnya.

Ada sesuatu yang bisa dipetik dari melambungnya harga vanili ini, yaitu "Jangan Pernah Menyia-nyiakan Sesuatu". Hal ini lah yang tidak sadar ataupun sadar telah dilakukan oleh banyak petani yang tadinya memiliki tanaman vanili. Di saat harga vanili turun drastis banyak petani yang meyia-nyiakannya, giliran kini harganya melambung tinggi, petani hanya bisa gigit jari karena tidak lagi memiliki vanili.

Sebenarnya disaat harga vanili murah di tempat saya tinggal harga vanili juga masih lumayan karena masih dikisaran puluhan ribu. Namun karena terbiasa dengan harga vanili yang tinggi, kemudian vanili menjadi terlupakan dan tidak dirawat lagi.

Dengan melambungnya harga vanili, tentu akan banyak lagi petani yang membudidayakan vanili seperti dulu lagi dan mudah-mudahan harga vanili akan tetap stabil sampai kapanpun agar para petani budidaya vanili bisa merasakannya.

Bagaimana, Anda tertarik untuk menjadi petani budidaya vanili, jika iya, silahkan baca artikel saya yang sebelumnya tentang Cara Budidaya Vanili Dengan Mudah Dan Menguntungkan

Friday, May 19, 2017

Cara Budidaya Kunyit Di Lahan Pertanian

5. SYARAT PERTUMBUHAN KUNYIT
Iklim.
Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang, sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan.
Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun, maka system pengairan harus diusahakan cukup & tertata baik. Budidaya Kunyit dpt dibudidayakan sepanjang tahun. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan.
Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30°C.
Media Tanam
Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur, pada tanah yang dicangkul dgn baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah.
Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dgn bahan organik tinggi, tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.
Ketinggian Tempat : Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl.


6. PEDOMAN BUDIDAYA KUNYIT
Pembibitan
Persyaratan Bibit : Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang, karena lebih mudah tumbuh. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak & hijau, kokoh, terhindar dari serangan penyakit; cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan; bentuk, ukuran, & warna seragam; memiliki kadar air cukup; benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup; terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain, kulit, kerikil).
Penyiapan Bibit : Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran & dgn berat yang seragam serta utk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. Bekas potongan ditutup dgn abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dgn larutan fungisida (benlate & agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas, dgn berat antara 20-30 gram & panjang 3-7 cm.
Teknik Penyemaian Bibit.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dgn cara : mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1,5 bulan, dgn penyiraman 2 kali sehari (pagi & sore hari). Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu kamar (25-28°C). Selain itu menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28°C. & merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air) & larutan G-3 (500-700 ppm). Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35°C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dgn jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.
Pemindahan Bibit Kunyit: Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian, dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1,5 bulan. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tdk rusak. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dgn hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu utk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jika jarak antara tempat pembibitan dgn lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab & segar ketika tiba di lokasi. Selama pengangkutan, bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk.
Pengolahan Media Tanam
Persiapan Lahan : Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan utk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.
Pembukaan Lahan : Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma & dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil & sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap & bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari.
Pembentukan Bedengan : Lahan kemudian dibedeng dgn lebar 60-100 cm & tinggi 25-45 cm dgn jarak antar bedengan 30-50 cm.
Pemupukan (sebelum tanam) : utk mempertahankan kegemburan tanah, meningkatkan unsur hara dalam tanah, drainase, & aerasi yang lancar, dilakukan dengan.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam & dibiarkan 1 minggu. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2,5-3 kg.
Teknik Penanaman : Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha.
Penentuan Pola Tanaman : Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dgn arah mata tunas menghadap ke atas. Tanaman kunyit ditanam dgn dua pola, yaitu penanaman di awal musim hujan dgn pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan & pemanenan dilakukan dgn dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama, yaitu pada awal musim penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.
Pembutan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dgn ukuran lubang 30 x 30 cm dgn kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
Cara Penanaman : Teknik penanaman dgn perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan & vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.
Perioda Tanam : Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak utk pertumbuhannya. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan.
Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman : Apabila ada rimpang kunyit yang tdk tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar & sehat.
Penyiangan : Penyiangan & pembubunan perlu dilakukan utk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara & mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dgn pemupukan & penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan & bersamaan dgn ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar & tanah tetap gembur.
Pembubunan : Seperti halnya tanaman rimpang lainnya, pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan utk menimbun kembali daerah perakaran dgn tanah yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat utk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur & bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan & biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali.
Pemupukan :
Pemupukan Organik : Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, & luas area daun kunyit secara nyata. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dgn populasi kunyit 160.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29,93 ton/ha.
Pemupukan Konvensional : Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang & pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; & ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. dgn pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5 ton rimpang segar/ha. Pemupukan juga dilakukan dgn pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), & K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N & K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) & sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan & 4 bulan. Pupuk diberikan dgn ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur & ditanam di sela-sela tanaman.
Pengairan & Penyiraman : Tanaman kunyit termasuk tanaman tdk tahan air. Oleh sebab itu drainase & pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak.membusuk. Perbaikan drainase baik utk melancarkan & mengatur aliran air serta sbg penyimpan air di saat musim kemarau.
Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.
Pemulsaan : Sedapat mungkin pemulsaan dgn jerami dilakukan diawal tanam utk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tdk gembur/padat) & mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.
7. HAMA & PENYAKIT
A. Hama
Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera.). Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu & lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.

 B. Penyakit
Busuk bakteri rimpang : Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput & mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan membusuk & keropos. Pengendalian: mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah terlukanya rimpang;penyemprotanfungisida dithane M-45.

Karat daun kunyit. Penyebab : Taphrina macullans Bult & Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun; bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/ daun yang tua maka tdk akan.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda, menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. Pengendalian: Dilakukan dgn mengurangi kelembaban;Penyemprotan insektisida, seperti dgn agrotion 2 cc/liter atau dgn fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali.

Gulma : Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang, rumput teki, rumput lulangan, ageratum, & gulma berdaun lebar lainnya.
Pengendalian hama/penyakit secara organik : Dalam pertanian organik yang tdk menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dgn bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman utk menghindari serangan hama & penyakit tersebut yang dikenal dgn PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb:
Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama & penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami
Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama & penyakit.
Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dgn tenaga manusia.
Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dgn pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya utk memutuskan siklus penyebaran hama & penyakit potensial.
Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan & tdk menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.
Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan.
Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sbg pestisida nabati & digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:
Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin utk insektisida kontak sbg fumigan atau racun perut. Aplikasi utk serangga kecil misalnya Aphids.
Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sbg insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dgn semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, & lalat buah.
Tuba (Derris elliptica & Derris malaccensis) yang mengandung rotenone utk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan & semprotan.
Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng & serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif utk menanggulangi serangan virus RSV, GSV & Tungro.
Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sbg insektisida & larvasida.
Jeringau (Acorus calamus) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron & biasanya digunakan utk racun serangga danpembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.
8. PANEN
Ciri & Umur Panen : Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar & lebih banyak bila dibandingkan dgn masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dgn berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun & batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).
Cara Panen : Pemanenan dilakukan dgn cara membongkar rimpang dgn cangkul/garpu. Sebelum dibongkar, batang & daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tdk rusak.
Periode Panen : Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.
Perkiraan Hasil Panen : Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0,71 kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.
9. PASCAPANEN.
Penyortiran Basah & Pencucian : Sortasi pada bahan segar dilakukan utk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, & gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran & tempatkan dalam wadah plastik utk pencucian. Pencucian dilakukan dgn air bersih, jika perlu disemprot dgn air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya & jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas & senyawa aktif yang terkandung didalam tdk larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran & banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.
Perajangan : Jika perlu proses perajangan, lakukan dgn pisau stainless steel & alasi bahan yang akan dirajang dgn talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dgn ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya & taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dgn mesin pemotong.
Pengeringan : Pengeringan dapat dilakukan dgn 2 cara, yaitu dgn sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dgn sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tdk saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab & dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 o C - 60 o C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven & pastikan bahwa rimpang tdk saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan
Penyortiran Kering : Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dgn cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini
(untuk menghitung rendemennya).
Pengemasan : Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih & kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang.menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih & metode penyimpanannya.
Penyimpanan : Kondisi gudang harus dijaga agar tdk lembab & suhu tdk melebihi 30 o C & gudang harus memiliki ventilasi baik & lancar, tdk bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih & terbebas dari hama gudang. 

Monday, May 8, 2017

Tehnik Penanaman Tanaman Sengon

Musim penghujan telah tiba, inilah saatnya bagi para petani untuk melakukan penanaman. Awal musim penghujan adalah musim tanam yang bagus bagi petani tanaman kehutanan, misalnya pohon sengon dan yang lainnya. Namun harus diperhatikan sebelum melakukan penanaman sebaiknya memperhatikan tehik penanaman yang benar.

Tehnik penanaman adalah hal yang perlu dipersiapkan agar bibit tanaman dapat tumbuh dengan maksimal dan bisa menghasilkan. Tanaman sengon adalah tanaman tahunan yang baru bisa ditebang setelah sekitar 5 tahunan. Bila Anda ingin berbudidaya tanaman sengon alangkah baiknya bila Anda mengetahui tehnik penanaman tanaman sengon tersebut. Berikut beberapa tehnik penanaman tanaman sengon.


Tehnik Penanaman Tanaman Sengon

1. Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan dilakukan dengan membersihkan lokasi tanam dari tumbuhan seperti, alang-alang, gulma, dan semak belukar. Penyiapan biasanya dilakukan satu bulan sebelum tanam dan pada musim kemarau. Pembersihan dilakukan di sekitar lubang tanam atau setiap jalur penanaman. Setelah lahan dibersihkan, olah lahan dengan cara mecangkul atau membajak tanak sedalam 10-15 cm.

Selain penyiapan lahan, penyiapan bibit yang akan ditanam juga penting untuk diperhatikan. Jumlah bibit harus sesuai dengan luas lahan dan jarak tanam yang digunakan. Jika luas lahan 1 hektare dan jarak tanam sengon 4 x 4 meter, maka kebutuhan bibitnya sekitar 625 batang. Sementara itu jika jarak tanam 3 x 3 meter maka kebutuhan bibitnya per 1 hektare dapat mencapai 1.111 batang. Penentuan jarak tanam untuk setiap pembudidaya sengon dapat berbeda-beda tergantung dari kebiasaan pembudidaya. Jarak tanam sengon dengan pola monokultur adalah 3 x 3 meter.

2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat berdasarkan penentuan jarak tanam. Sebelum digali, titik lubang tanam ditandai dengan anjir untuk memudahkan penghitungan dan penempatan lubang tanam. Lubang tanam biasanya dibuat sejajar garis kontur agar penempatan sengon terlihat rapi.

Buatlah lubang tanam dengan cara menggali tanah dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm. Pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan 2 - 4 minggu sebelum penanaman. Tambahkan 2 - 4 kg pupuk kandang kedalam lubang tanam tersebut. Penambahan pupuk kandang berfungsi untuk menstabilkan struktur tanah dan memperbaiki unsur hara yang diperlukan bibit setelah ditanam. 


3. Penanaman
Sebelum ditanam, bibit sebaiknya didiamkan terlebih dahulu selama 1- 2 hari di lokasi. Tujuannya untuk memberikan waktu bagi bibit untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Waktu penanama sebaiknya dilakukan saat musim penghujan. Caranya sayat polybag secara hati-hati agar media tetap utuh. Setelah itu masukkan bibit dan medianya kedalam lubang tanam secara tegak lurus dan berada di tengah-tengah lubang tanam. Isi kembali lubang tanam dengan tanah galian hingga padat dan bibit berdiri tegak. Tandai bibit yang telah ditanam menggunakan anjir untuk mempermudah pengawasan.

Demikian tehnik penanaman tanaman sengon yang bisa saya sampaikan, semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat. Salam.

Vanili, Emas Hijau Yang Kini Memudar

Vanili, Emas Hijau Yang Kini Memudar. Vanili atau nama latinya (Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan. Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong. Tanaman vanili dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian di Meksiko, negara asal tanaman tersebut. Nama daerah dari vanili adalah Panili atau Perneli. (Wkipedia)

Vanili

Pohon Vanili
Vanili pernah juga disebut emas hijau karena harhanya yang mahal mirip dengan harga emas, namun itu dulu sekitar tahun 90 an sampai dengan tahun 2000. Sekarang kepopuleran vanili sedikit memudar karena harganya yang anjlok di pasaran.

Pohon vanili biasa tumbuh melekat pada pohon atau tonggak yang telah disediakan oleh si penanan. Batang tanaman vanili kira-kira sebesar jari, berwarna hijau, agak lunak, beruas dan berbuku. Panjang rata-rata 15 cm. 

Daun Vanili
Daun vanili merupakan daun tunggal. Letaknya berselang-seling pada masing-masing buku. Warnanya hijau terang, dengan kepanjangan 10-25 cm serta lebar 5-7 cm. Bentuk daun pipih, berdaging, bulat telur, jorong atau lanset dengan ujung lancip. Tulang daun sejajar, tampak setelah daun tersebut tua atau mengering, sedangkan pada waktu daun masih muda tidak jelas kelihatan.

Bunga Vanili
Rangkaian bunga vanili adalah bunga tandan yang terdiri dari 15-20 bunga. Bunga keluar dari ketiak daun bagian pucuk batang. Bentuk bunganya duduk, berwarna hijau-biru agak pucat, panjang 4-8 cm dan berbau agak harum.

Bunga vanili terdiri dari 6 daun bunga (3 sepal, 3 petal) yang terletak dalam dua lingkaran. Daun bunga bagian luar (sepal) sedikit lebih besar daripada bagian dalam petal. Satu dari petalnya berubah bentuk, menggulung seperti corong yang disebut bibir (rostelum).

Buah-Dan-Bunga-Vanili

Reproduksi Vanili
Agar vanili bisa menhasilkan buah perlu mendapatkan bantuan manusia untuk mengawinkan. Putik pada bunga vanili tertutup oleh bibir, sehingga penyerbukan secara alamiah terhalang, kepala sari (anther) berisi dua butir tepung sari, letaknya lebih tinggi daripada kepala putik. Keistimewaan dari bunga vanili yaitu kepala putiknya berisi cairan perekat. Bila tepung sari diletakkan disana akan segera menempel dan terjadilah pembuahan.

Bunga vanili yang telah mekar hanya dapat bertahan satu hari. Jika bunga yang telah mekar itu tidak segera dikawinkan, akan layu dan kemudian rontok. Oleh sebab itu harus sering keliling kebun untuk mengontrol perkembangan vanili.

Saat yang baik untuk mengawinkan bunga vanili adalah pada pagi hari. Hari-hari basah dan kering sekali tidak baik untuk penyerbukan. Berhasil atau tidaknya penyerbukan akan tampak setelah dua atau tiga hari. Bunga yang berhasil diserbuki akan berubah warnanya menjadi lebih pucat. Enam buah daun bunganya akan layu tetapi tangkai bunganya tetap menempel pada tandan bunga. Bunga yang tidak berhasil diserbuki akan gugur. Setelah terjadi pembuahan antara 10-15 buah, bunga pada tandan yang masih kuncup sebaiknya dipangkas, agar zat makanan yang dihisap oleh tanaman diakumulasikan pada pembentukan dan pembesaran buah.

Pada waktu bunga mekar, panjang bakal buah 2-4 cm dengan garis tengah 5 mm. Satu minggu setelah penyerbukan bakal buah itu dapat mencapai panjang 8-10 cm. Lima minggu kemudian buah telah mencapai panjang maksimal 20-25 cm, dengan garis tengah 1,5 cm. Setelah buah mencapai perkembangan yang maksimal, lima atau enam bulan kemudian buah akan masak.

Warna buah mula-mula hijau muda, kemudian hijau tua disertai dengan garis-garis kuning menjelang masak. Buah yang telah masak berwarna coklat tua. Jika dibiarkan masak di pohon, buah akan pecah menjadi dua bagian, dan menyebarkan aroma vanili. Biji buah kecil-kecil, banyak sekali jumlahnya, berwarna hitam dan berukuran kira-kira 0,2 mm.

Cara Budidaya
Untuk membudidayakan pohon vanili sangatlah muda, potong batang vanili sekitar2 atau tiga ruas dan tanam pada tempat yang basah, akan lebih baik lagi bila ditanam di polybag, dan ketika telah tumbuh tunas barulah dipindahkan ke ladang penanaman.

Demikian mengenai Vanili si emas hijau yang kini memudar, semoga untuk tahun-tahun kedepan harga vanili akan kembali naik, agar para petani yang membudidayakan tanaman vanili kembali bergairah dalam merawatnya. Sekian semoga bermanfaat.

Thursday, March 30, 2017

Cara Memilih Induk Kambing Yang Berkualitas Baik

Memelihara kambing saat ini menjadi usaha sampingan banyak orang, terutama bagi yang tinggal di kampung dengan banyak lahan yang tersedia untuk ditanami hijauan pakan ternak kambing. Namun bukan hanya di kampung saja, di kota-kota kecil banyak PNS yang juga beternak kambing sebagai sampingan dari pekerjaan tetapnya. Memang memelihara kambing juga bisa menguntungkan asalkan cara pertama yang mesti diperhatikan adalah memilih induk kambing yang berkualitas baik agar nanti hasilnya juga memuaskan.

Memilih induk kambing yang berkualitas baik terutama jika mau dijadikan peranakan memang harus diperhatikan secara seksama supaya hasil dari peranakannya juga baik, cepat besar dan juga sehat. Jika indukan kambing dari awal sudah tidak memiliki kualitas yang baik tentu peranakannya juga akan kurang baik.

Induk-Kambing-Berkualitas
Induk Kambing Berkualitas

Lalu seperti apakah kriteria induk kambing peranakan yang baik itu?

Berikut ini Ceritatani bagikan, beberapa kriteria kambing indukan yang memiliki kualitas baik, Cara memilih indukan kambing yang baik ini berdasarkan hasil pantauan dari seorang pedagang kambing bernama Bpk. Suyud Dari Desa Kaliwader Kecamatan Bener Jawa Tengah. Dari hasil pantauan beliau yang telah lama memelihara kambing dan menjadi pedagang kambing, kriteria utama yang harus diperhatikan ketika akan memilih indukan kambing yang berkualitas baik adalah sebagai berikut  :

Kriteria memilih indukan kambing yang pertama
Kriteria pertama adalah terletak pada susu kambing, perhatikan pada punting susu kambingnya, pastikan pada puting susu kambing tersebut tidak tumbuh bulu, selanjutnya bentuk susu agak lumayan besar. Dari hasil pantauan Bpk. Suyud jenis kambing indukan yang puting susunya tidak berbulu cenderung akan lebih banyak mengeluarkan air susu bila dibandingan dengan jenis kambing yang memiliki puting susu yang memiliki bulu.

Hasil pengamatan tersebut sangatlah masuk akal, karena jika anakan kambing bisa mendapatkan asupan air susu yang banyak dari induknya tentu anak kambing akan cepat besar dan juga sehat. Dari hasil pantauan tersebut kambing yang pada puting susunya tumbuh bulu rata-rata hanya akan mampu mengeluarkan air susu selama kurang lebih dua bulan saja bila dibandingkan dengan jenis kambing yang tidak memiliki bulu pada puting susunya.

Kriteria memilih indukan kambing yang kedua
Kriteria yang kedua yang harus diperhatikan dalam memilik indukan kambing yang bagus adalah dari kesehatan kambing. Adapun ciri-ciri kambing yang sehat adalah sebagai berikut :
  • Kambing memiliki gerakan yang lincah.
  • Bulu terlihat rapih dan mulus.
  • Mata terlihat bening dan tidak mengeluarkan kotoran (belek).
Kriteria Fisik indukan kambing yang baik
Kriteria fisik, juga harus diperhatikan walaupun sebenarnya tidak terlalu penting, yang paling utama adalah kriteria pertama dan kedua telah terpenuhi, apabila kriteria pertama dan kedua telah terpenuhi, jika dikawinkan dengan pejatan yanag baik kemungkinan besar hasilnya juga akan baik. Namun tidak ada salhnya jika kriteria fisik juga harus diperhatikan. Berikut ini ciri-ciri fisik kambing untuk indukan yang bagus :
  • Calon Bibit yang dibeli berasal langsung dari peternak.
  • Ukuran badan besar, tapi terlalu gemuk. Bentuknya kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus. Bulu bersih dan mengkilap.
  • Keempat kakinya lurus terlihat kokoh, serta tumit tinggi.
  • Umur lebih dari satu tahun dan telah mengalami berahi sebelum sebelum umur satu tahun.
  • Bentuk dan ukuran alat kelamin normal, ambingnya tidak terlalu menggantung, isinya kenyal, tidak terinfeksi, serta puting susu berjumlah dua dengan ukuran dan posisi simetris.
  • Tidak ada cacat di bagian tubuhnya. Misalnya di telinga, mulut, ekor, atau hidung. Selain itu, mata tidak rabun atau buta yang dapat dicek dengan mendekatkan jari pada mata. Bila tidak ada kedipan, berarti ternak tersebut buta atau rabu.
  • Mempunyai sifat keibuan yang terlihat dari tingkat kejinakkan ternak dan sorot mata yang ramah
  • Bedasarkan buku catatan, pilih domba atau kambing yang lahir kembar, atau kelahiran tunggal yang berasal dari induk muda dan mempunyai pertumbuhan yang baik.
  • Jumlah gigi dipilih yang lengkap dengan rahang atas dan rahang bawah rata. Tujuannya agar induk dapat memamah biak dengan baik
Artikel Terkait  :  3 Jenis Hijauan Pakan Ternak Kambing Berprotein Tinggi 
    Cara memilih kambing pejantan yang baik

    Indukan betina yang bagus juga harus dipadukan juga dengan pejantan yang bagus pula, untuk itu juga harus diperhatikan pula sebelum mengawinkan. Sebelum mengawinkan terlebih dahulu pilihlah calon induk jantan yang baik yang kriterianya dapat dilihat dari postur tubuh dan beberapa kriteria lainnya. Dengan memilih pejanyan yang baik, anakan yang dilahirkan juga akan memiliki sifat yang sama dengan induk dan pejantannya. Berikut ini adalah beberapa kriteria pejantan yang harus diperhatikan.
    • Ukuran badan normal, tubuh panjang, dan besar, bentuk perut normal, dada dalam dan lebar, kaki kokoh, lurus kuat dan terlihat tonjolan tulang yang besar pada kaki, mata tidak rabun atau buta.
    • Pertumbuhannya relatif cepat
    • Gerakannya lincah dan terlihat ganas.
    • Alat kelamin normal dan simetriss serta sering terlihat ereksi.
    • Tidak pernah mengalami penyakit yang serius.
    • Umurnya antar 1,5-5 tahun.
    • Pilih Calon pejantan yang berasal dari dari kelahiran kembar dan berasal dari induk dengan jumlah anak lahir lebih dari dua ekor. Bila berasal dari kelahiran tunggal, pilih pejanntan yang berasal dari induk dengan jumlah anak hanya satu ekor.
    Itulah beberapa kriteria didalam memilih induk kambing yang berkualitas baik, entah itu betinanya maupun pejantannya. Kriteria-kriteria diatas hanyalah berdasarkan pengamatan semata yang dilakukan dari hasil beternak kambing, namun adapun dari segi hasil tentu sangat ditunjang dari pemeliharaan dan pemberikan makanan secara baik, serta yang paling utama adalah kehendak Allah SWT. Semoga bermanfaat.

    Sunday, February 12, 2017

    Budidaya Bibit Unggul Dan Keuntungannya

    Budidaya Bibit Unggul Dan Keuntungannya. Pernahkah Anda mendengar tentang bibit unggul?. Dan apa yang Anda ketahui tentang bibit unggul?. Dan adakah keuntungan ketika Anda menggunakan bibit unggul?. Pada artikel kali ini mari kita bahas sama sama apa bibit unggul itu dan keuntungan apa yang bisa kita peroleh dari mengembangkan bibit unggul ini.

    Bibit unggul adalah bibit tanaman maupun hewan yang mempunyai sifat yang baik dari tanaman atau hewan yang sejenis lainnya. Namun pada artikel kali yang akan kita bahas adalah tentang bibit unggul pada tanaman.

    budidaya-bibit-unggul-dan-keuntungannya

    Sifat unggul pada tanaman memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
    1. Waktu berbuah atau produksinya cepat.
    2. Hasil produksinya banyak.
    3. Rasa buahnya atau rasa hasil produksinya enak.
    4. Tahan terhadap hama dan gulma serta penyakit.
    5. Tahan terhadap iklim dan kondisi tanah yang bervariasi.
    6. Pohonnya pendek.
    Bibit unggul dapat diperoleh dengan cara hibridasi. Lalu apa hibridasi itu?. Hibridasi adalah mengawinkan dua jenis tumbuhan atupun hewan yang berbeda varietas dan memiliki sifat-sifat yang unggul.

    Keuntungan dari budidaya tanaman dengan memperhatikan sifat unggul adalah sebagai berikut  :

    1. Dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi misanlya  :
    • Pada tanaman padi bisa menghasilkan beras yang bermutu tinggi, misalnya padi C, Gading, Centani, Remaja dan padi unggul dari Philipina seperti PB 5, PB 8, dan PB 36.
    • Menghasilkan rambutan yang berbuah manis dan besar serta pohonnya rendah yang didapat dari hasil penyilangan.
    • Pada pohon durian bisa menghasilkan buah durian yang besar serta memiliki daging durian yang tebal serta berasa manis.
    2. Bisa menghemat biaya tenaga kerja, misalnya teknologi tanam benih langsung yang disebut TOT Tabela. Hal ini bisa dilakukan pada tanaman padi dengan mengunakan jenis padi Mamberomo dan Cibodas.

    3. Dapat mempercepat produksi, misalnya pada tanaman padi unggul Mamberomo dan padi Cibodas yang masa panennya bisa 2 minggu lebih cepat dari jenis padi lainnya.

    4. Tanaman akan dapat berumur panjang karena sifat unggulnya yang tahan terhadap penyakit dan iklim. Misalnya padi VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng) dan padi IR 64.

    Adapun untuk menjaga supaya bibit unggul tidak kehilangan sifat keunggulannya, kita dapat melakukan dan menjaga persilangan sesama galur murni supaya tidak terkontaminasi dengan varietas lain.

    Adapun pada pohon buah, untuk bisa tetap mendapatkan bibit yang unggul dapat dilakukan dengan cara , okulasi maupun sambungan, cangkok dan juga dengan menggunakan tehnik stek batang.
     
    Demikian artikel kali ini tentang bibit unggul dan keuntungan mengembangbiakkannya, Semoga bermanfaat.

    Monday, February 6, 2017

    Cara Membuat Bibit Okulasi Dan Sambungan

    Ceritatani - Cara Membuat Bibit Okulasi Dan Sambungan. Benih atau bibit merupakan modal dasar dalam berkebun buah-buahan maupun yang lainnya. Kesalahan dalam memilih bibit akan sulit dalam memperoleh hasil yang baik walaupun dikelola dengan sempurna. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan pemilihan bibit yang baik, entah itu dari biji maupun dari okulasi maupun sambungan.

    Bibit Okulasi Dan Sambungan

    Apabila Anda ingin membuat bibit secara okulasi maupun sambungan, dan nantinya bisa mendapatkan hasil yang baik Anda juga harus memilih bibit yang unggul. Nah.. berikut ini langkah-langkah pembibitan buah-buahan unggul secara okulasi dan sambungan  :
    1. Tentukan pohon induk unggul yang akan dibibitkan. Pohon harus dijaga dan dipelihara secara baik.
    2. Siapkan lahan persemaian, bila diperlukan lengkapi dengan peneduh.
    3. Siapkan biji buah-buahan untuk batang bawah. Penggunaan batang bawah dari bibit setek atau cangkok akan menghasilkan tanaman dengan perakaran yang tidak kuat.
    4. Siapkan sarana-prasarana pendukung seperti pisau, gunting pangkas, dan tali rafia pembalut.
    Buji untuk batang bawah diseleksi, pilih biji yang baik dan seragam dan juga sehat. Biji dapat disemai langsung di lahan persemaian ataupun plybag. Bibit baru dapat diokulasi/sambung setelah daun yang mekar sekitar 3-6 helai atau sudah berumur 4-24 bulan, tergantung jenis tanamannya.

    Pembuatan okulsi dapat dilakukan setelah kulit batang bawah dapat dikupas. Akan lebih bagus dilakukan saat bibit sedang aktif tumbuh daun muda, sedangkan untuk pembuatan sambungan dapat dilakukan setiap saat.

    Pengambilan entres/cabang mata tempel, agar mudah dalam pengambilan mata tempel dari kambium kayu cabang entres, sebaiknya dilakukan setelah daun tunas mulai menua. Setalah bibit batang bawah dan cabang entres siap, maka mulai dilakukan okulasi dan sambungan.

    Cara-Membuat-Bibit-Okulasi-Dan-Sambungan
    Okulasi

    Cara Membuat Bibit Okulasi
    1. Ambil cabang entres/mata tunas yang baik dari cabang primer dan sekunder pohon induk yang telah berbuah dan sehat.
    2. Ambil mata tunas dari cabang entres dengan pisau okulasi dengan hati-hati. Ukurannya sama dengan celah yang dibuat pada bibit batang bawah. Lepaskan kulit kayu yang melekat pada mata tunas dengan hati-hati agar matanya tidak pecah.
    3. Buat celah dengan mengupas kulit kayu bibit batang bawah pada ketinggian sekitar 20 cm dari permukan tanah. Lebar celah 0,5-1 cm dengan panjang2-3 cm. Potong 2/3 bagian kulit batang sebelah atas hingga membentuk lidah.
    4. Sisipkan mata tunas tepat di bawah lidah hingga sisi mata tunas bersentuhan dengan kulit celah batang bawah, tidak boleh menindih.
    5. Balut mata tunas dengan tali rafia halus hingga rapat. Pembalutan dimulai dari bawah keatas, dengan cara ini mata tunas tidak terkena air siraman dan terlindung dari terik matahari.
    6. Buka balutan setelah mata tunas mulai hidup/tumbuh, biasanya antara 3-6 minggu setelah okulasi. tandanya, warna mata tunas tetap hijau, bila warnanya cokelat berarti mati. selanjutnya batang atas di atas mata tunas dipatah lengkungan atau ujungnya. Setelah bertunas sepanjang 5 cm atau lebih, barulah kemudian batang atas dipotong seluruhnya.
    Cara-Membuat-Bibit-Okulasi-Dan-Sambungan
    Sambung
      Cara Membuat Bibit Sambungan
      1. Potong bibit batang bawah pada ketinggian 10-20 cm dari tanah, khusus utuk durian 5 cm diatas cincin (bekas melekatnya kontiledon)
      2. Belah ujung batang bawah sedalam 1-3 cm.
      3. Potong cabang entres (cabang atas) dari pohon induk, runcingkan/sayat dasar entres pada kedua sisi yang berhadapan sepanjang 1-3 cm hingga membentu baji pahat.
      4. Sisipkan batang atas (baji) ke dalam celah batang bawah. Cara menyisipkan harus cermat agar kambium batang atas menyentuh kambium batang bawah, walaupun hanya satu sisi. Persentuhan kambium merupakan kunci keberhasilan sambungan.
      5. Balut sambungan tersebut dengan tali rafia dari bawah keatas hingga erat dan rapat.
      6. Tutup (sungkup) bibit yang telah disambung dengan kantong plastik transparan agar lembab. Kemudian, simpan di bawah naungan. Sungkup dibuka sampai batang atas tumbuh tunas baru, biasanya setelah 1-1,5 bulan.
      Demikian tehnik tentang pembibitan secara okulasi dan secara sambung, mohon maaf bila banyak salah kata, semoga bisa bermanfaat.

      Search This Blog